DPRD Kabupaten Gresik Menggelar FGD Bumdes Kecamatan Manyar, Pengelolaan Keuangan Dan Pengembangan Penggerak Ekonomi Desa

 

GRESIK, suryaindonesianews. Com
DPRD Kabupaten Gresik mendorong Pengembangan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang tersebar di setiap desa di Kec. manyar. Hal itu agar perannya sebagai Penggerak Perekonomian di Desa bisa diwujudkan.
Hal itu terungkap dalam Focus Grous Discussion (FGD) yang digelar DPRD Gresik di pendopo Kecamatan Manyar, Jl. Raya Manyar No. 37 Manyar Gresik, hari Kamis pagi (08/09/2022), pukul 09.00 WiB



Focus Group Discussion (FGD) yang dipandu Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Manyar Supandi, S.E , M.M itu menghadirkan 3 anggota DPRD Kabupaten Gresik sebagai Nara Sumber yaitu Lusi Kustianah, S.Sos Anggota Komisi IV dari Fraksi Golkar, Hj Hudaifah, S.H, Anggota Komisi I dari Fraksi PKB, dan H. Mahmud, S.E Anggota Komisi III dari Faksi NasDem.

Dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti para Pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang tersebar di 23 Desa di Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik.

Hj. Hudaifah, S.H, anggota Komisi I dari Fraksi PKB sebagai Nara Sumber lebih banyak memompa semengat para Pengelola BUMDes agar bisa cepat berkembang. Menurut dia, untuk mempercepat Pengembangan Pengelolaan BUMDes, perlu dijalin kerja sama dengan Pihak Ketiga, khususnya memiliki Orientasi Bisnis. Seperti badan usaha lainnya, BUMDes juga memiliki peluang sama dalam berkontribusi di bidang Penguatan Sektor Ekonomi.

“Pupuklah semangat untuk mengembangkan BUMDes yang Bapak-Ibu Kelola. Dan, satu hal jangan dilupakan, penampilan juga harus dijaga. Misal dalam hal berpakaian. Kalau ketemu dengan Mitra Bisnis ya pakailah pakaian yang bagus dan bersepatu, biar bisa meyakinkan Mitra Bisnisnya. Jangan pakai sandal,”ujar Hj. Hudaifah, S.H, seraya menambahkan, kerja keras penuh keuletan perlu dilakukan para Pengelola BUMDes agar sebagai salah satu penggerak perekonomian di Desa, peran Konkretnya bisa dirasakan masyarakat.



Sementara Lusi Kustianah, S.Sos, anggota Komisi IV dari Fraksi Golkar lebih banyak menyampaikan seputar pentingnya Pengelolaan Keuangan secara Transparan dan Akuntabel. Dikatakan, masalah Pengelolaan Keuangan di BUMDes harus bisa diakses oleh masyarakat secara mudah.

“Tidak perlu ada yang disembunyikan. Lakukan secara Transparan dan Berbasis Kas, sehingga semua Pengeluaran dan Pemasukan harus tercatat. Semua Arus Kas harus bisa dipertanggung jawabkan,”ujar Lusi Kustianah, S.Sos.

Sedangkan H. Mahmud, S.E Anggota Komisi III dari Faksi NasDem banyak men-support dan memberikan harapan agar keberadaan BUMDes di desa-desa mampu memberikan Kontribusi Konkret bagi Pengembangan Sektor Perekonomian, minimal di Desa masing-masing.



“Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di desa-desa itu usahanya maju dan berkembang, maka akan membantu mengembang Sektor Ekonomi di seluruh kabupaten Gresik. Karena itu, ayo semangat mengembangkan usaha yang dikelola BUMDes. Kalau ada Masalah (Kesulitan), sampaikan kami di Dewan (DPRD Gresik, Red), kami akan bantu mencarikan solusinya,”ungkap H. Mahmud, S.E yang disambut senyum sumringah Peserta Focus Group Discussion (FGD).

Dikatakan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memiliki peran penting untuk menggerakkan dan mengembangkan perekonomian di desa. Asal, Pengelolaannya dilakukan secara Transparan dan Bertanggung jawab, ia yakin BUMDes bisa berkembang. Pasalnya, banyak sektor ekonomi yang bisa digarap sebagai ladang usaha atau bisnis di Desa.

Banyak sektor bisnis yang bisa digarap, misalnya pada sekot-sektor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dan pabrik atau perusahaan di desa dan sekitarnya. Itu merupakan peluang bisnis yang bisa diambil untuk mengembangkan BUMDes. Karena itu, lanjutnya, perkuat kerja sama dengan banyak pihak yang memungkinkan terjadinya sinergi bisnis.

“Gak usah sungkan-sungkan ya. Sampaikan saja kalau ada permasalahan atau kesulitan yang membutuhkan bantuan kami. Kami siap membantu,”tanda H. Mahmud, S.E (Sp)

Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar