MUI Kabupaten Gresik Tetap Konsisten, Bantah Telah Berdamai Dengan Pelaku Penista Agama

GRESIK, suryaindonesianews, com 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tetap pada Sikap dan Rekomendasi yang telah dikeluarkan terkait Video Viral berisi Prosesi Pernikahan manusia dengan Domba (Kambing) di Desa Jogodalu, Kec. Benjeng, Kab. Gresik, hari Minggu, 5 Juni 2022 lalu. Lembaga Penjaga Marwah tegaknya Moral itu tak pernah Mencabut Rekomendasi dan tetap pada Sikapnya, bahwa perilaku pernikahan nyeleneh itu sebagai bentuk Penistaan terhadap Agama.


Penegasan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik disampaikan merespon berita yang Beredar dan Klaim para “Aktor” dalam Pernikahan Manusia dengan Domba (Kambing), bahwa MUI Kabupaten Gresik telah berdamai dengan mereka. Para Pelaku dugaan Penistaan Agama itu juga melibatkan Anggota DPRD Gresik dari Fraksi NasDem Gresik, Nur Hudi Didin Arianto, S.Pd, Pemilik Pesanggrahan Keramat “Ki Ageng”, tempat berlangsungnya Pernilahan Tak Lazim itu.


“Hari Senin lalu (13/6/2022) memang ada yang datang ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik dan mempertanyakan Penilaian yang dikeluarkan bahwa Pernikahan Manusia dengan Domba (Kambing) yang di dalamnya menggunakan Tata cara Islam adalah bentuk Penistaan Agama. Tapi MUI Gresik tetap pada Pernyataan dan Rekom itu. Tak pernah berubah,”ujar Sekretaris MUI Gresik Drs. H. Abdul Munif, M.Ag, saat dihubungi, hari Kamis malam (16/6/2022). 


Dikatakan, MUI Kabupaten Gresik tetap pada Pendirian dan tak Pernah Mencabut Pernyataan Sikap serta Rekomendasi yang telah dikeluarkan. Karena itu, tidak benar jika ada yang mengatakan bahwa MUI Gresik telah Berdamai Terkait Pernikahan Manusia dengan Domba (Kambing) itu.


“Mereka maunya Nawar agar MUI Gresik mau Mengoreksi Pernyataan Sikap dan Rekomendasi, tapi kami MUI Gresik tetap pada Pendirian itu. Dan, Pak Yai (Ketua MUI Gresik KH. M. Mansoer Shodiq M.Ag, Red) sudah membantah berita yang katanya MUI Kabupaten Gresik telah berdamai dan berubah sikap. Damai apa? Kami tak pernah mengubah Sikap dan Rekomendasi yang kami buat bersama Pimpinan PC NU, Muhammadiyah, juga LDII itu,”tegas Drs. H. Abdul Munif, M.Ag.


Sebelumnya, Para “Aktor” Kasus Manusia Menikah dengan Domba (Kambing) di Desa Jogodalu, Kec. Benjeng, Kab. Gresik kembali berulah. Mereka mengunggah sebuah Video berdurasi 4 Menit 47 Detik di Channel Youtube ‘Sanggar Cipta Alam’ dengan judul Satrio Piningit Bersama Sri Rahayu Berkunjung ke Pamenang-Kediri.


Dalam Video terbaru itu, Ketiga Pelaku yakni Arif Saifullah, Saiful Arif, dan Krisna didampingi Tiga Perempuan berpakaian adat Jawa itu menganggap Kasusnya hanya Mis-Komunikasi saja.


“Ini semua hanya Mis-Komunikasi. Kita sudah bertemu dengan MUI Gresik bersama Jajarannya, kita sudah Berdamai, dinyatakan sudah tidak Murtad, dan menyimpang dari agama Islam,”kata Arif Saifullah.


“Bukan berarti saya menggurui atau saya yang paling benar. Apa yang kita tampilkan wujud Domba (Kambing) itu Suatu Isyarat. Bagaimana kita ini menunjukkan ke Publik kalau Domba (Kambing) ini kita ganti Ayam, gak mengena materinya. Tujuan kami biar kita bisa membaca simbol simbol di alam semesta ini. Jangan ditelan mentah-mentah,”tambah Arif Saifullah.


Ketua MUI Kabupaten Gresik Drs. KH. M. Mansoer Shodiq, M.Ag menyatakan, Pihaknya tetap Konsisten dengan Sikap dan Pandangan Keagamaan yang telah disampaikan ke Publik beberapa waktu lalu.


“MUI Gresik tetap konsisten dengan Sikap dan Pandangan Keagamaan yang sudah disampaikan,”ujar Drs. KH. M. Mansoer Shodiq, M.Ag, hari Kamis (16/6/2022)


Drs. KH. M. Mansoer Shodiq, M.Ag mengemukakan, yang di Klaim ‘Damai’ oleh para pelaku ialah Kemurtadannya, karena mereka yang terlibat sudah melakukan Taubatan Nasuha dan meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Gresik dan Umat Islam di kantor MUI Gresik, hari Kamis (9/6/2022) lalu.


“Karena mereka sudah melakukan Taubatan Nasuha dan meminta maaf kepada Umat Islam, maka mereka dinyatakan tidak Murtad lagi,”jelasnya.


Namun, Drs. KH. M. Mansoer Shodiq, M.Ag menegaskan, bahwa Keputusan Damai itu tidak mengubah Keputusan MUI Kabupaten Gresik tentang Pernyataan Sikap Penodaan atau Penistaan Agama. Dengan demikian, katanya, MUI Gresik masih tetap Konsisten dengan Sikap dan Pandangan Keagamaannya sejak awal.


“Keputusan Penodaan Agama tetap tegak lurus sesuai Keputusan Awal yang kami sampaikan ke Publik. Karena itu, damai yang diklaim mereka hanya sebatas Status Murtadnya,”tegas Ketua MUI Kabupaten Gresik. (Sp)

Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar