H. Sueb Abdullah Mengadukan Zainul Arifin Ke Polres Gresik, Diduga Melakukan Penggelapan Jual Beli Tanah Di Manyar Rejo



GRESIK, suryaindonesianews.com
Jual beli tanah di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Ports Estate (KEK JIIPE), Manyar Gresik masih ada masalah (menyisakan masalah). Sebab H. Sueb Abdullah (59 thn) Pengusaha asal dari Kabupaten Gresik selaku Pembeli melaporkan Zainul Arifin (46 thn) sebagai Penjual yang diduga melakukan penggelapan atas Jual Beli Tanah. ke Polres Gresik. hari Kamis pagi (02/09/2021), pukul 10.00 WIB.



H. Sueb Abdullah didampingi oleh kedua Penasehat hukumnya yakni Abdullah, S.H., M.H dan Moh Sholieh, S.H., M.H menjelaskan, kedatangan kami ke Polres Gresik untuk melaporkan Zainul Arifin(46 thn) Wiraswasta, warga Salafiyah Ds. Tanjung Widoro RT. 005 RW. 002 Mengare Bungah Gresik, tentang Pasal 372 KUHP yang berbunyi Barang siapa dengan sengaja memiliki dengan melawan hak suatu benda yang sama sekali atau sebagiannya termasuk kepunyaan orang lain dan benda itu ada dalam tangannya bukan karena kejahatan. Sebab saya sudah beli dan sudah bayar lunas, akan tetapi tidak diakui,"jelas H. Sueb Abdullah.



"Surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dan Akta Jual Beli (AJB) sudah ditanda tangani dihadapan Notaris. Namun Ironisnya Pembayaran Beli Tanah seluas 2,68 Hektar. Tanahnya berada di Desa Manyar Rejo Manyar Gresik, tepatnya tanah dengan Persil 35, DT4 atas nama  Nasikah yang punya Ahli Waris bernama Zainul Arifin,"ujar H. Sueb Abdullah.



Menurut H. Sueb Abdullah, bahwa Zainul Arifin itu hanyalah Ahli Waris. Sesuai Petok D atas nama Nasikah. Yang saya sangat sayangkan bahwa ada seseorang yang mengaku-ngaku Pengacara dari Zainul Arifin. Dia mengajukan Pemblokiran Pengurusan Sertifikat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gresik.

"Kabupaten Gresik saat ini sudah Kondusif jangan sampai ada Adu Domba dan Mencari Sentilan-Sentilan yang tidak masuk akal. Saya yakin dalam Permasalahan ini ditungangi oleh oknum-oknum yang mencari kesempatan. Tapi saya akan maju terus saya tidak akan mundur. Sebab Harga Tanah yang saya beli itu banyak uang yang kami keluarkan. Jadi jangan mencari dalam kesempatan,"tegas H. Sueb Abdullah.

Sementara Totok Santoso, yang mendapat Kuasa Kepengurusan Sertifikat Tanah milik Zainul Arifin, di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Ports Estate (KEK JIIPE), Kecamatan Manyar, mengatakan, Hasil Mediasi dengan pegawai di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gresik, telah terlihat terang. Yaitu, ada Pemohon Sertifikat tanah atas nama orang lain di objek yang sama.  

Lebih lanjut menurut Totok Santoso mengatakan, dari Mediasi tersebut, Lahan Tambak di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Ports Estate (KEK JIIPE), atas nama Zainul Arifin telah dimiliki orang lain. Sehingga, dari mediasi tersebut disarankan membuat Surat Permohonan Pemberhentian Proses Sertifikat.

Dengan munculnya Dokumen Peta Bidang di Lahan Zainul Arifin karena telah terjadi Jual Beli Tanah dengan orang lain. Namun, belum dilunasi. Anehnya, sudah muncul Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dan Akta Jual Beli (AJB) telah lunas. "Sehingga, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gresik meminta kita membuat Surat Permohonan Pemberhentian Proses Sertifikat,"kata Totok Santoso pada berita sebelumnya.

Totok Santoso menambahkan, munculnya Peta Bidang Ganda sudah direvisi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gresik, sebab ada kesalahan. "Dokumen Peta Bidang Ganda yang salah sudah direvisi dan sehingga tidak salah kalau sempat muncul Dokumen Peta Bidang Ganda,"kata Totok Santoso.

Masih kata Totok Santoso bahawa Zainul Arifin mengakui bahwa sudah terjadi Jual Beli Tanah, akan tetapi Kwitansi tidak dibacakan oleh H. Sueb Abdullah.  Waktu itu diberi DP Rp. 200.000 000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) dari harga Rp. 3.500.000.000 (Tiga Miliar Lima Ratus Ribu Rupiah). Kemudian Zainul Arifin minta uang lagi sebesar Rp. 70.000.000,- (Tujuh Puluh Juta Rupiah), namun tidak diberi Kwitansi,"katanya.

Menurut Kasi Pengukuran dan Pemetaan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gresik Kuntarto, mengatakan, ada Pemohon Baru dan kita proses karena syaratnya lengkap, ada
Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dan Akta Jual Beli (AJB) telah lunas.

"Jika pemohon  yang lama atas nama Zainul Arifin faktanya belum dilunasi, ya kita tidak tahu dan silahkan saja Pihak Zainul Arifin Mengajukan Surat Permohonan Pemberhentian Proses Sertifikat pemohon baru atas nama H. Sueb Abdullah,"kata Kuntarto, didampingi Muslim, Kasi Penetapan Hak dan Pendaftaran. (Sp)

Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar