Pelajar di Sidoarjo Layani Threesome, Diberi Imbalan Rp. 300 Ribu Sekali Kencan

SURABAYA, suryaindonesianews.com

Unit IV Siber Ditreskrimsus Polda Jatim mengungkap Prostitusi Online yang melibatkan seorang Pria Dewasa dan Wanita di bawah umur.


Korban sebut saja 'Mawar' Pelajar berusia 16 tahun asal Sidoarjo.

Tersangka yang dikenal korban kenal sejak bulan November 2020 lalu, menawarkan 'Mawar' (Korban) kepada Pria Hidung Belang dengan Penawaran Main Bersama (Threesome).



AKBP Zulham Effendy, S.I.K, M.H Wadir Krimsus Polda Jatim menyebutkan, Tersangka menawarkan Korban dengan cara Main Bersama (Threesome). Jika sudah terjadi kesepakatan dengan Pria Hidung Belang, maka Korban diberi Imbalan Tarif sebesar Rp. 300.000,- (Tiga Ribu Rupiah), untuk sekali Kencan.



Tersangka sendiri saat menawarkan Korban ke Pria Hidung Belang mengaku bahwa Korban adalah Istrinya. Sehingga, Tersangka juga ikut Bermain Bersama (Threesome), dengan Pria Hidung Belang saat menjajakkan Korban.


"Tersangka menjajakkan  Korban hingga saat ini. Serta menawarkan Korban ke Pria Hidung Belang dengan tarif Rp. 300.000,- (Tiga Ratus Ribu Rupiah), untuk sekali kencan,"jelas AKBP Zulham Effendy, S.I.K, M.H Wadir Krimsus Polda Jatim usai Rilis di Mapolda Jatim, hari Rabu (10/03/20201).



Ditambahkan, Tersangka menawarkan Korban dengan melalui Media Sosial (WhatsApp). Saat menawarkan Korban, tersangka mengirim Foto Korban terlebih dahulu kepada Pria Hidung Belang.


Selain itu, si Tersangka juga meminta kepada Pria Hidung Belang untuk mengirim Fotonya terlebih dahulu untuk diberitahukan kepada Korban. Jika korban mau dan deal, tersangka bersama korban menuju ke hotel yang sudah disepakati bersama.


"Untuk menarik peminat Pria Hidung Belang, Tersangka mengirim foto korban. Jika deal, tersangka menentukan lokasinya,"tambah AKBP Zulham Effendy, S.I.K, M.H.


Sementara itu Cita, salah satu Psikolog Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim yang melakukan pendampingan terhadap Korban menyebutkan, bahwa Korban mengaku mau melalukan hal tersebut karena Faktor Ekonomi.


"Saat kami bertanya kepada Korban, bahwa Ia mau melakukan hubungan terlarang itu karena Faktor Ekonomi,"ungkap Cita.


Namun sampai saat ini Pihaknya masih mendalami Alasan dari Korban, mungkin ada alasan lain yang melatar belakangi Motif Korban mau melakukan hal tersebut. Sampai saat ini korban juga masih Membutuhkan Pendampingan Serius.


"Sampai saat ini saya masih bertanya kepada Korban apa yang melatar belakangi Dia melakukan hal itu. Dan korban saat ini juga masih membutuhkan pendampingan serius,"pungkas AKBP Zulham Effendy, S.I.K, M.H Wadir Krimsus Polda Jatim. (Sam)

Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar