Bupati Gresik Gus Yani Temui Menko Perekonomian R.I Airlangga Hartarto, Berharap JIIPE Menyerap Tenaga Kerja Bagi Masyarakat Gresik

GRESIK, suryaindonesianewscom

Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, S.E yang akrab disapa Gus Yani terus melakukan langkah Inovatif, sebagai tindak lanjutnya mendorong Pemulihan Ekonomi di Daerahnya Kabupaten Gresik. Bupati Milenial itu bertemu dengan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Republik Indonesia Dr. (H.C) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A, M.M.T untuk Memacu Pengembangan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). Terlebih lagi Kawasan Industri yang berdiri di Kebupaten Gresik Utara itu, yang telah disetujui sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada bulan Februari 2021 lalu.


“Alhamdulillah, hari Jumat sore kemarin (12/03/2021), Saya sowan serta diterima Bapak Dr. (H.C) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A, M.M.T. Tujuannya Cuma satu, ingin Ekonomi Rakyat Kabupaten Gresik segera pulih, salah satunya dengan Akselerasi dan Optimalisasi Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). Golnya segera buka Lapangan Kerja seluas-luasnya, bagi Masyarakat Kabupaten Gresik,”ujar Gus Yani, pada hari Sabtu (13/03/2021).



Lebih Lanjut Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, S.E yang akrab disapa Gus Yani menuturkan Akibat adanya Pandemi Covid-19, Kabupaten Gresik menghadapi sejumlah tantangan semua Sektor termasuk Ekonomi dan Industri pertumbuhannya melambat. Dampak dari ini Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Gresik meningkat pada tahun 2020 menjadi 8,21%, jauh di atas rata-rata Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur sebesar 5,84% 


“Teori ekonominya ketika Industri terdampak Pandemi Covid-19 baik secara Pasar maupun Operasional, pasti ada PHK atau Layoff. Maka Saya Berikhtiar Cepat Cari Solusi untuk memulihkan Ekonomi Masyarakat Kabupaten Gresik,”tutur Bupati Gresik Gus Yani.


Dengan Akselerasi dan Optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gus Yani ingin Banyak Lapangan Kerja Baru tercipta. Berdasarkan Kajian, Empiris saat Beroperasi Penuh, Kawasan tersebut bisa menyerap Tenaga Kerja mencapai hampir 200.000 orang.


“Saya minta warga Gresik dilibatkan. Jangan Khawatir, Sumber daya manusia (SDM) Warga Gresik berkualitas. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kami termasuk tertinggi di Jawa Timur. Saya juga akan menggeber Program Sertifikasi Keahlian Gratis untuk anak-anak Muda Gresik, sehingga bisa terserap ke Kebutuhan Industri,”terang Gus Yani.


Adapun dari Sisi Kemiskinan, pada tahun 2020, angka Kemiskinan Kabupaten Gresik mencapai 12,40% di atas rata-rata Jawa Timur sebesar 11,09%. “Langkah terpadu Kita Percepat, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), ini yang ujungnya harus bisa Menurunkan Kemiskinan,”tegas Bupati Gresik Gus Yani.


Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) papar Gus Yani, bakal dipacu pengembangannya untuk Industri Teknologi, Metal, Kimia, Energi dan Logistik. Berdasarkan hasil kajian, diproyeksi mampu mendatangkan Investasi sekitar US$ 16,9 Miliar atau Setara Rp. 236,6 Triliun. Jumlah itu terdiri dari Pembangunan Kawasan US$ 218 Miliar, Pembangunan Pelabuham US$ 1,45 Miliar dan Investasi tenant US$ 13.36 Miliar


Seperti diberitakan Pasca ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) oleh Dewan Nasional Produksi Pelaku Usaha di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), diharapkan akan mampu memberikan Kontribusi Ekspor sebesar US$ 10,17 Miliar atau setara Rp 14,1 Triliun per tahun ketika beroperasi penuh.


“Saya juga sudah baca Kajiannya dari berbagai Sisi, dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), nanti Neraca Devisa Negara juga bisa dihemat karena Industri di dalamnya menghasilkan Produk Substitusi Impor untuk Industri Metal dan Kimia,”ungkap Gus Yani


“Jadi kita Kerja Keras menjadikan Kabupaten Gresik sebagai andalan Penghasil Devisa Negara melalui Kegiatan Ekspor, sekaligus Penyelamat Devisa melalui Dubstitusi Impor. Alhamdulillah, Pak Dr. (H.C) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A, M.M.T sangat Mendukung Pengembangan Ekonomi Kabupaten Gresik ini,”beber Gus Yani


Tak hanya membahas tentang Investasi Industri Berskala Besar yang bakal masuk Kabupaten Gresik, Gus Yani juga menekankan pentingnya Tautan dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).


“Saya ingin Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM), Gresik masuk dalam rantai pasok Industri, baik mendukung dari sisi Operasional Utama Pabrik maupun Penunjangnya. Konsep ini akan memperluas Nilai Tambah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), sehingga manfaatnya untuk rakyat juga kian besar. Pak Dr. (H.C) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A, M.M.T ingin konsep Kerakyatan Perpaduan Investasi Besar dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM), ini dikembangkan,”ujar Gus Yani.


Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, S.E yang akrab disapa Gus Yani Optimistis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), bisa menjadi salah satu Instrumen Pemulihan Ekonomi Kabupaten Gresik. “Growth Kita tahun 2019 hanya 4,3%  Karena Pandemi Covid-19 tambah menurun. Pemulihan Ekonomi harus Cepat dan Tepat kita lakukan,”ujar Gus Yani


Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) sendiri berdiri di atas Lahan seluas 3.000 Hektar, yang terdiri atas Kawasan Industri, Pelabuhan Umum Multifungsi, dan Hunian Kota Mandiri. Kawasan yang dikembangkan bersama oleh PT. Pelindo III dan PT. AKR Corporindo. Tbk tersebut memiliki Pelabuhan Laut terdalam di Jawa Timur dengan kedalaman-16 LWS. Sehingga kapal-kapal besar dengan muatan lebih dari 100.000 DWT bisa Sandar di Kawasan Industri tersebut untuk Memudahkan Proses Distribusi. (Sp)

Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar