Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19, Serta Tingkatkan Operasi Yustisi Di Jawa Timur.

SURABAYA, Suryaindonesianews.com

Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si, Pangdam V Brawijaya MAYJEN TNI Suharyanto, S.Sos, M.M, serta Kapolda Jatim IRJEN Pol Dr. Nico Afinta, S.I.K, S.H, M.H didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim serta Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K, hari Senin malam (14/12/2020), menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 di Jawa Timur. Bertempat di Hotel Wyndham Surabya, Jalan Basuki Rahmat No. 67 - 73, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Kota Surabaya.

Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si, Gubernur Jawa Timur dalam sambutannya  menyebutkan, bahwa di Jawa Timur Tingkat Kesadaran masyarakat sudah mulai Rendah atau Turun dalam menerapkan Protokol Kesehatan. Sehingga kedepan Walikota, Bupati serta Kapolda dan Pangdam melalui Kapolres dan Dandim untuk melakukan Analisis bersama dalam Penangan Covid-19 ini.

Sehingga Update Konsolidasi Satgas dikuatkan, Update Operasi Yustisi kalau Punishment tidak ada atau tidak menjerakan masyarakat, sehingga bisa menjadi longgar.(Penerapan Protokol Kesehatan). Gubernur Jatim meminta pada seluruh Pemkot dan Pemkab di Jawa Timur yang dulu sudah punya Ruang-Ruang Karantina dihidupkan kembali. Selain itu Penerapan Kampung Tangguh bisa di Revitalisasi kembali.

"Perkuatan Koordinasi antara Jajaran Forkopimda Daerah, dan Perkuatan juga di Operasi Yustisi serta Tingkatkan Analisa dan membuka kembali Ruang-Ruang Karantina serta Revitalisasi kampung tangguh,"tegas Gubernur Jatim, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si.

Senada dengan Gubernur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si, Kapolda Jatim IRJEN Pol Dr. Nico Afinta, S.I.K, S.H, M.H juga setuju Operasi Yustisi perlu ditingkatkan lagi sebagai salah satu cara untuk Memerangi Covid-19 di Jawa Timur. "Operasi Yustisi yang sudah dilakukan, kerja sama antara Pemerintah Daerah, TNI dan Polri harus ditingkatkan. Apalagi saat ini Pilkada Serentak sudah selesai, sehingga kita semua bisa kembali Konsentrasi melaksanakan Kegiatan Penanganan Covid-19,"tutur Kapolda Jatim.

Menurutnya, apabila disiplin masyarakat dalam menerapkan Protokol Kesehatan kembali membaik maka Penyebaran Covid-19 bisa berkurang. "Kami di Intern Polda Jatim sendiri hampir setiap hari melaksanakan Anev bersama Kapolres Jajaran Polda Jatim. Sehingga kita mengetahui Daerah Mana saja daerah yang tingkat Penyebaran Covid-19 Tertinggi maupun daerah yang tingkat penyebarannya rendah,"ungkap IRJEN Pol Dr. Nico Afinta, S.I.K, S.H, M.H.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri, baik TNI maupun Polri dan Pemerintah Daerah harus bekerja sama. Sehingga Forkopimda Jawa Timur bekerja sama walaupun mempunyai Tugas dan Wewenang berbeda. Sehingga jika kita bekerja sama dan menjadi satu maka ke depan akan bisa mengatasi persoalan di Jawa Timur, terutama mencurangi penyebaran Covid-19,"tegas Jendral Asal Kota Surabaya ini.

Kapolda Jatim IRJEN Pol Dr. Nico Afinta, S.I.K, S.H, M.H juga menegaskan, Tugas Tim Covid Hunter untuk Memindahkan Pasien Perawatan Isolasi Mandiri ke tempat Karantina Terpadu Kembali diefektifkan. Berikutnya yakni, Penerapan dan Pengawasan Protokol kesehatan dengan ketat di tempat-tempat keramaian (Rumah Makan dan Tempat Wisata).

"Patroli bersama Tim Satgas dengan sasaran tempat dan kegiatan, serta pengaturan terkait liburan Natal dan Tahun Baru. Untuk Penanganan Covid-19 ini, kita harus Meningkatkan Komunikasi, Koordinasi dan Kolaborasi,"pungkas Kapolda Jatim IRJEN Pol Dr. Nico Afinta, S.I.K, S.H, M.H. (Sam)

Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar