Polres Gresik Berhasil Ungkap Kasus Tindak Pidana Kekerasan Terhadap Anak yang mengakibatkan Meninggal Dunia



GRESIK, suryaindonesianews.com

Kepala Kepolisan Resort Gresik AKBP Arief Fitrianto, S.H, S.I.K, M.M Gelar Press Release Ungkap Kasus Tindak Pidana Kekerasan terhadap Anak yang mengakibatkan Meninggal Dunia dan Pembunuhan dan atau Penganiayaan yang mengakibatkan Meninggal Dunia, hari Jum'at siang (06/11/2020), pukul 12.50 WIB, dihalaman Mako Polres Gresik, Jl. Basuki Rahmat No. 22, Bedilan, Kec. Gresik, Kab. Gresik.



Hadir dalam Press Release Ungkap Kasus Tindak Pidana Kekerasan terhadap Anak yaitu Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, S.H, S.I.K, M.M, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayoga, S.H, S.I.K, M.I.K, Kasubbag Humas Polres Gresik AKP Bambang Angkasa, S.H, KBO Reskrim Polres Gresik IPDA Erik Panca, Kasat Tahti Polres Gresik IPDA Soleh, S.H, kasi Propam Polres Gresik IPDA Suharto, S.H, Kasiwas Polres Gresik IPDA Heriyanto, dan Kanit Pidum Polres Gresik IPDA Joko



Dalam Press Release AKBP Arief Fitrianto, S.H, S.I.K, M.M Kapolres Gresik mengatakan Kejadian bermula pada hari Jum'at tanggal 30 Oktober 2020 sekira pukul 16.00 Wlb, telah lerjadi Penemuan Mayat tanpa Identitas (Mr X) dlduga Korban Tindak Pidana Pembunuhan yang ditemukan oleh Saksi SAF, dalam Kondisi Meninggal terapung dengan Kaki terikat Tali Tampar Plastlk Kecil dan Tangan terikat kebelakang dengan Tali Tampar Plastik di bekas Galian PT. Bumi Shakti, Bukit Jamur Ds.Bungah Kec. 8ungah, Kab. Gresik. Selanjutnya Korban dl Evakuasi dan dimintakan VER ke RSU Ibnu Sina Bunder Gresik.



Pada Han‘ Rabu tanggal 28 Oktober 2020. 2 (Due) hari sebelum diketemukannya Mayat Tanpa Identitas (Mr.X),  Bapak AF (43 Th), Iaki-laki, alamat Jalan Sunan Kali Jaga No. 41 Ds. Sido Kumpul Kec. Bungah, Kab. Gresik yang melaporkan terkait dengan hilangnya Anaknya yang bernama AAH (13 thn)



Penyelidikan dimulai dari Informasi Masyarakat bahawa diketemukannya Mr.X di bekas Galian di Bukit Jamur Ds. Bungah, Kec. Bungah, Kab. Gresik yang berhasil di Ungkap Identitasnya berdasarkan Hasil Otopsi yang disamakan dengan Data Susunan Gigi yang tercatat dalam Rekam Medis AAH yang dilaporkan hilang sejak hari Rabu tanggal 28 Oktober 2020. 


Pada hari Jum'at tanggal 30 Oktober 2020 s/d Rabu Tanggal 4 Nopember 2020 sekitar pukul 16.00 Wib Unit Pidum Sat Reskrim Polres Gresik telah berhasil melakukan Ungkap Kasus terhadap ldentitas Mr. X beserta penyebab Kematian Mr. X yang diduga menjadi Korban Pembunuhan yaitu AAH. 


Kemudian setelah mendapatkan kepastian identitas korban adalah AAH, Unit Pidum sat Reskrim Polres Gresik melakukan Pengembangan terhadap beberapa orang yang terlihat oleh Saksi ANM dan Saksi SAF terakhir bersama Korban, sehingga muncul nama MSK (15 thn) alamat Jalan Sunan Kali Jaga Ds. Sido Kumpul kec. Bungah, Kab. Gresik, dari Informasi tersebut team melakukan pencarian terhadap Terduga dan Terduga berhasil diamankan pada saat melarikan Diri ke Jalan Baipas Apollo Nusa Dua Ds. Tawangsai Kel. Japanan Kab. Pasuruan.


Selanjutnya dari Penguasaan MSK berhasil melakukan Penyitaan 1 (Satu) buah Handphone milik Korban AAH. Dari keterangan MSK mengakui bahwa Mr. X yang ditemukan di Bukit Jamur adalah AAH yang telah di bunuh dengan cara memukul bagian belakang kepala dengan menggunakan Batu dan Kayu Balok   bersama sama dengan MSIS (16 thn), alamat Jalan Sunan Drajat No. 04 Ds. Sido Kumpul Kec. Bungah, Kab. Gresik. Kemudian Korban di Ikat pada bagian Kaki dan Tangannya. serta Korban di dorong tercebur dalam kobangan air setinggi 1,5 Meter, Bekas Tambang Galian C di Bukit Jamur.


Pada hari Rabu tanggal 4 November 2020, pukul 14.00 WIB berhasil mengamankan MSIS di rumahnya. Pelaku berikut Barang Bukti diamankan di Polres Gresik guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

 

Dari keterangan MSK dan MSIS menerangkan Motif Melakukan Pembunuhan terhadap korban AAH adalah Sakit Hati dan Dendam yang sering Mengejek (Menghina) Orang Tua MSIS dan korban AAH berusaha merebut Kekasih (pacarnya) MSK,"ungkap AKBP Arief Fitrianto, S.H, S.I.K, M.M.


Adapun Barang Bukti (BB) yang diamankan punya Korban AAH yaitu Kaos Lengan Pendek wama Putih, Celana Pendek wama Biru Muda, Masker Scuba wama Merah Maron, HP merk Oppo A38, Peci. Sarung dan Sandal milik Korban yang dibuang di sekitar TKP, Tali Tampar pengikat kaki dan tangan


Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, S.H, S.I.K,  M.M menjelaskan kedua Tersangka mendekam di Sel Tahanan Mapolres Gresik Khusus Anak dan dikenakan Pasal 76 C Jo. Pasal 80 Ayat 3 Undang -Undang No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 1 Angka 3 Undang-Undang No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan terhadap anak berbunyi setiap orang dilarang Menempatkan, Membiarkan, Melakukan,  Menyuruh Melakukan atau turut serta melakukan Kekerasan terhadap anak yang menyebabkan Meninggal Dunia atau turut serta melakukan pembunuhan berencana, dengan ancaman Pidana Penjara paling lama 15 (Lima Belas tahun),"tutur AKBP Arief Fitrianto, S.H, S.I.K,  M.M. (Sp)

Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar