Pendapatan Sektor Bea Cukai Tembus Rp. 2.41 Triliun, Pemda Gresik Sumbang Negara Rp. 689,33 Miliar

GRESIK, Suryaindonesianews.com

Penerimaan Bea dan Cukai Kabupaten Gresik, Jatim dalam tahun 2019 menjadi salah satu penyumbang pendapatan terbesar bagi Pendapatan Negara, dengan total pendapatan dari sektor ini mencapai sebesar Rp. 689,33 Miliar melebihi Target hingga 105,83 Persen.


Bupati Gresik Dr. H. Sambari Halim Radianto, M.Si menyampaikan dari total penerimaan Pendapatan Negara dari sektor cukai di Kabupaten Gresik sebesar Rp. 597 Miliar atau melebihi Target yang telah ditetapkan setiap tahunnya sebesar Rp. 444 Miliar atau terealisasi 134 Persen, serta mampu menyumbang Pendapatan Negara.


"Pendapatan Pajak Cukai secara rinci berdasarkan Catatan Kantor Bea Cukai Kabupaten Gresik, berasal dari hasil Tembakau (Rokok) sebesar Rp. 592 Miliar, dari hasil Etil Alkohol sebesar Rp. 3,9 Miliar, dan hasil dari barang lain sebesar Rp. 142 Juta. Sehingga Penerimaan total Rp. 597 Miliar,"kata Bupati Sambari, hari Senin (07/09/2020).

"Sementara untuk pendapatan sektor Bea Keluar (Ekspor) Kantor Bea Cukai Kabupaten Gresik berhasil mendapat pendapatan sebesar Rp. 3,73 Miliar, dari Target Rp. 3,75 atau Terealisasi 99,6 Persen. Sedangkan dari Sektor Bea Masuk (Impor), berhasil mendapatkan pendapatan sebesar Rp. 88,5 Miliar,"ujarnya.


Selain itu, lanjut Dr. H. Sambari Halim Radianto, M.Si, mengatakan bahwa pendapatan lain dari Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) pada tahun 2019 mencapai angka Fantantis sebesar Rp. 2,41Triliun, yaitu dari sektor Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Impor sebesar Rp. 1,9 Triliun dan Pajak Penghasilan (PPh) Impor sebesar Rp. 433 Miliar.


“Semua Transaksi impor dikenakan Bea Masuk dan juga ada PDRI, sehingga Kabupaten Gresik menjadi salah satu Penopang Pendapatan Negara yang Relatif Besar,"imbuh Bupati Sambari


Sementara, Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik A M Reza Pahlevi, A.P menambahkan, tingginya Pendapatan Sektor Cukai Ekspor dan Impor menjadi Indikator bahwa Perekonomian maupun Aktivitas Usaha di Kabupaten Gresik tumbuh dengan Subur, serta merupakan salah satu Penopang Pendapatan Negara.


"Dengan tingginya Pendapatan Negara melalui Sektor Bea Cukai, tentunya berdampak Positif bagi Pemkab Gresik untuk menciptakan suasana yang Kondusif bagi Investor dalam melakukan Investasi di Wilayah Kabupaten Gresik,"ujarnya.


"Itu semua terbukti dengan Perkembangan Industri di Kabupaten Gresik yang terus mengalami Peningkatan (Bertambah), sehingga bisa menambah Pendapatan Negara, serta mampu menciptakan Lapangan Kerja dan tentunya bisa menekan Angka Pengangguran,"pungkas A M Reza Pahlevi, A.P.


"Potensi Industri di Kabupaten Gresik untuk menghasilkan Devisa bagi Negara Cukup Besar. Untuk itu pemerintah wajib menciptakan Iklim Investasi yang sehat. Salah satunya dengan meningkatkan Daya Saing industri melalui Kebijakan Daerah yang tidak membebani dunia usaha,"tutur Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik A M Reza Pahlevi, A.P. (Adv.Sp)

Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar