ASN Di lingkungan Pemkab Gresik Terlambat Terancam Dikurangi Tunjangannya


GRESIK, suryaindonesianews.com
Untuk Efektifitas Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik. Selama Tiga hari ini, Bupati Gresik Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto, M.Si, ikut turun kelapangan memantau Kedatangan Pegawai.

Bupati Gresik Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto, M.Si, beserta Pejabat yang lain ikut berdiri di Pintu Gerbang dan sesekali ikut menanyakan kepada
Aparatur Sipil Negara (ASN), yang Datang Terlambat dan Alasan Keterlambatannya.

Pada hari ini, Rabu (05/08/2020) tepatnya hari ke 3 (Tiga), Pemantauan Disiplin ANS dimasa Pandemi Covid-19 ini. Masih saja ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlambat datang. Sampai Jam 08.00 WIB dihitung sejak Jam 07.31 WIB sudah ada 21 (Dua Puluh Satu) Aparatur Sipil Negara (ASN) terlambat datang.

Jumlah ini menurun dibanding 2 (Dua) hari sebelumnya, pada hari Pertama Senin, tanggal 3 Agustus 2020 ada 179 (Seratus Tujuh Puluh Sembilan) Aparatur Sipil Negara (ASN) terlambat datang dan pada hari ke 2 (Dua) Selasa tanggal 4 Agustus 2020 ada 62 (Enam Puluh Dua) Aparatur Sipil Negara (ASN) terlambat datang. 

“Setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlambat datang akan di Kumpulkan di Depan Kantor Bupati Gresik untuk diberi Pembinaan. Seperti 2 (Dua) hari sebelumnya. Mereka diharuskan mengikuti Apel Khusus. Sedang untuk Apel yang ke 3 (Tiga) ini mereka akan diapelkan pada Siang Hari,"tandas Kepala Inspektorat Kabupaten Gresik Edi Hadi Siswoyo, S.H, M.M.

Mengutip yang disampaikan Bupati Gresik Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto, M.Si, Sanksi untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlambat tidak hanya diapelkan di Halaman Kantor Bupati, namun juga diikuti Sanksi yang lain yaitu Pengurangan Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) ASN.

“Untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang punya Eselon, Catatan Keterlambatan ini akan dijadikan bahan Rapat Baperjakat untuk penempatan seseorang dalam Menduduki Jabatan Eselon di Pemkab Gresik,"kata Edi Hadi Siswoyo, S.H, M.M.

Menurutnya, penertiban ini akan terus dilakukan oleh Bupati Gresik Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto, M.Si, serta Jajaran Penegak Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Gresik.

“Di Masa New Normal ini, kita tetap harus memberikan Layanan Maksimal kepada masyarakat. Kita harus mengaktifkan Kembali pelayanan seperti Keadaan Normal. Tentunya harus mengikuti Protocol Kesehatan dan Peraturan Bupati Nomer 22 tahun 2020,"papar Kepala Inspektorat Kabupaten Gresik.

Sementara Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik A. M. Reza Pahlevi, A.P mengatakan, sesuai yang disampaikan Bupati Gresik Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto, M.Si untuk Pengaturan Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diserahkan kepada Kepala OPD masing-masing.

“Silahkan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut mengatur anak buahnya sesuai Efektifitas Kinerjanya, yang penting pelayanan masyarakat harus tetap berjalan. Sambil kita menunggu Keputusan lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat,"jelas A.M. Reza Pahlevi, A.P. (Sp)         
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar