Warga Sidorukun Merasa Dirugikan Koperasi Sumber Hidup Maju Mengadu Kepada DPRD Gresik


GRESIK, suryaindonesianews.com
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik menerima Pengaduan masyarakat yang Bingung soal masalah Hutang Piutang yang telah dirugikan oleh Koperasi Sumber Hidup Maju (SHM) GKB Gresik.

Masyarakat yang merasa dirugikan oleh Koperasi Sumber Hidup Maju (SHM) GKB Gresik yaitu 2 (Dua) Orang Warga Jalan Kapten Dulasim Timur No, 5 Kelurahan Sidorukun, Kec. Gresik Kab. Gresik yakni seorang Ibu Renta berinisial DB (72 thn) bersama anaknya inisial DR (31 thn) yang menggendong seorang Balita dengan Raut Muka Sedih menemui salah satu Anggota Dewan di kantor DPRD Kabupaten Gresik, Jalan KH. Wakhid Hasyim Gg. 5 No. 5, Bedilan, Kebungson, Kec. Gresik, Kab. Gresik, hari Senin pagi (15/06/2020), pukul 10.00 WIB

Mereka ditemui salah satu Anggota Dewan dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), yaitu Musa di Ruang Fraksi. DR (31 thn) anak Korban DB (72 thn) kepada Musa dan Awak Media menceritakan Asal Mula soal Masalah Hutang di Koperasi Sumber Hidup Maju (SHM) GKB Gresik.

”Orang Tuan saya pada tahun 2004 Meminjam  Uang di Koperasi Sumber Hidup Maju (SHM) GKB Gresik sebesar Rp. 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah) dengan sebuah Jaminan Sertifikat Tanah yang mana Luas Bangunan 131 Meter Persegi. Serta Pelunasan Hutang dengan cara mengangsur,”kata DR.

Terkait pembayaran Angsuran, Wanita yang beralamat di Jalan Kapten Dulasim Timur No. 5 Kelurahan Sidorukun kec Gresik, Kab. Gresik menjelaskan bahwa dirinya selalu Membayar Angsuran Rutin tiap Bulannya kepada Petugas Koperasi (Kolektor) di Rumah bukan di kantor koperasi Sumber Hidup Maju (SHM) GKB Gresik.

Selama pembayaran angsuran, sambung DR Pihak Petugas Koperasi tidak pernah Memberikan Kwitansi atau Surat Tanda Bukti telah Bayar berupa Secarik Kertaspun. ”Petugas Koperasi Sumber Hidup Maju (SHM) GKB Gresik tersebut bernama Diana dan Dicky,”ujarnya sambil mengingat-ingat.

Akhirnya suatu hari Pihak Koperasi Sumber Hidup Maju (SHM) GKB Gresik, menyurati Kami (DR) untuk Melunasi Hutangnya. Pada waktu itu Kami (DR) pun langsung mendatangi Kantor Koperasi Sumber Hidup Maju (SHM) GKB Gresik yang berada di Jalan Jawa GKB Gresik. Namun kantor Koperasi Sumber Hidup Maju (SHM) GKB Gresik.  namun tutup dan ternyata Kantor Koperasi pindah ke Jalan Sulawesi GKB Gresik untuk Klarifikasi masalah tersebut.

Saat ditemui, Pimpinan Koperasi Sumber Hidup Maju (SHM) GKB Gresik, pada hari Minggu, tanggal 1 Maret 2020 mengatakan, Korban belum pernah Membayar Angsuran Sepeser pun. Pimpinan Koperasi Sumber Hidup Maju (SHM) GKB Gresik meminta Kami Melunasi Hutang (Pinjaman Pokok Plus Bunga) jumlah total menjadi Rp. 158.000.000,- (Seratus Lima Puluh Delapan Juta Rupiah). Kemudian pada hari Senin, tanggal 8 Juni 2020 Pihak Koperasi Sumber Hidup Maju (SHM) GKB Gresik, Mentop Up Hutang menjadi Rp. 180.000.000,- (Seratus Delapan Puluh Juta Rupiah) dengan Batas waktu Pelunasan bulan Nopember 2020. Hal itu pun membuat Korban Terkejut dan Tidak Terima karena selama ini selalu Membayar Angsuran lewat Petugas Koperasi Sumber Hidup Maju (SHM) GKB Gresik tersebut,"papar DR

”Kemudian untuk membuktikan, mereka meminta Saya untuk membawa Tanda Bukti telah Bayar Angsuran. Di sini, Saya merasa dikerjai Pihak Koperasi Sumber Hidup Maju (SHM) GKB Gresik. Kenapa saya tidak diberi Kwitansi Pelunasan Angsuran setelah membayar saat itu. Untuk mencari Bukti Kwitansi, saya sampai pernah mencari Petugas Koperasi Sumber Hidup Maju (SHM) GKB Gresik tersebut namun tidak pernah ketemu Batang Hidungnya,”tegas DR.

“Dan yang membuat saya Sedih dan Kecewa ketika Pihak Koperasi
Sumber Hidup Maju (SHM) GKB Gresik juga mengatakan kalau Permufakatan (Akad) Hutang Piutang di tanda tangani dan diambil oleh Almarhum ayah berinisial AA. Saya pun sempat berdebat dengan Pihak Koperasi Sumber Hidup Maju (SHM) GKB Gresik terkait hal ini,”imbuhnya.

”Padahal Akad Hutang Piutang ditanda tangani dan Uangnya diambil oleh Ibu dan Saya, bukan Ayah. Saat Akad Hutang Piutang tahun 2014, Ayah saya sudah Meninggal Dunia tahun 2004 Silam. Di situ tertera jelas tanda tangan Ayah saya, jelas ini ada Unsur Pemalsuan tanda tangan. Dan siapa yang membuat saya tidak tahu,”terang DR.

“Kami mohon kepada Bapak DPRD Gresik bisa membantu menyelesaikan masalah ini. Karena kami warga Tidak Mampu dan Mencari Keadilan agar Rumah Kami satu-satunya tempat berteduh tidak disita pihak Koperasi Sumber Hidup Maju (SHM) GKB Gresik,"pintanya.

Sementara terkait laporan yang disampaikan Ibu dan Anaknya Warga Jalan Kapten Dulasim Timur No. 5 Kelurahan Sidorukun, Kec. Gresik Kab. Gresik tersebut, Anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Gresik Musa mengatakan Pihaknya akan Menampung Aspirasi dan segera akan Menindak Lanjuti.

”Data dan Informasi saat ini Kami Kantongi. Tindak lanjutnya tunggu akan kami musyawarahkan dulu mencari Jalan Keluarnya,”ujar Musa Anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Gresik. (Sp)4r4
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar