WADIR LANTAS POLDA JATIM MENGGELAR KONFERENSI PERS TERKAIT OPS KETUPAT SEMERU 2020 DI TENGAH WABAH COVID-19


SURABAYA, suryaindonesianews.com
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur, bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur melaksanakan Konferensi Pers Persiapan "Operasi Ketupat Semeru 2020". Kegiatan tersebut turut dihadiri Wadir Lantas Polda Jatim AKBP MB. Pranatal Hutajulu, S.H, S.I.K, M.H mewakili Dirlantas Kombes Pol Budi Indra Dermawan, S.I.K, M.M bersama Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Provinsi Jatim Septantya Asmoro, ATD, M.Si.


Pelaksanaan "Operasi Ketupat Semeru 2020", setidaknya ada perbedaan dibandingkan tahun sebelumnya yang dilakukan pada H-7 dan H+7 selama 14 Hari. Namun, kini dimulai pada tanggal 24 April 2020 hingga 31 Mei 2020.

“Kita laksanakan "Operasi Ketupat Semeru 2020", dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan 1441 H dan Perayaan Hari Raya Idul Fitri (selama 37 Hari) kedepan mulai nanti sekitar pukul 00.00 WIB, Malam atau lebih tepatnya hari Jum’at besok. Terkait dalam rangka mendukung Himbauan Presiden R I,  pelaksanaan "Operasi Ketupat Semeru 2020", kita sarankan masyarakat untuk Tidak Pulang Kampung atau Mudik, untuk mencegah penyebaran Covid-19,”kata Wadir Lantas Polda Jatim AKBP MB. Pranatal Hutajulu, S.H, S.I.K, M.H, pada hari Kamis siang (23/04/2020), pukul 12.00 WIB.


Disampaikan, selama pelaksanaan "Operasi Ketupat Semeru 2020", sebanyak 11.217 Personel yang akan terbagi dan tersebar masing-masing antara lain, sebanyak 185 Personel pada Pos Pengamanan (Pos Pam), dan 52 Personel Pos Pelayanan (Pos Yan), serta sisanya ada 183 Personel Stanby pada Pos Cek Point, maupun Pos Pantau. “Kita juga berlakukan pada Jajaran Polres untuk mendirikan Pos Pam, Pos Yan, Tapi, untuk Pos Cek Point nantinya akan difungsikan pada Tiap Pintu Masuk di Wilayah Provinsi Jatim baik Kabupaten/Kota,”terang AKBP MB. Pranatal Hutajulu, S.H, S.I.K, M.H kepada Awak Media.

Diungkapkan, untuk penyekatan ada beberapa titik di Wilayah Jatim. “Kita lakukan sebanyak 8 Titik Penyekatan masing-masing, pada Perbatasan Wilayah Tuban dengan Rembang, kemudian Perbatasan wilayah Bojonegoro dengan Cepu, dan Perbatasan Wilayah Ngawi dengan Mantingan dan Sragen pada jalur Alteri, hingga Jalur Tol pada Perbatasan Wilayah Ngawi dengan Mantingan Sragen.

Selanjutnya, masih kata AKBP MB. Pranatal Hutajulu, S.H, S.I.K, M.H pada Perbatasan Wilayah Magetan dengan Karanganyar, serta perbatasan Wilayah Ponorogo dengan Wonogiri, bahkan Perbatasan Wilayah Pacitan dengan Wonogiri. Kita juga lakukan Perbatasan pada Jalur Laut di Pintu Masuk Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi,”imbuh mantan Kapolres Ngawi ini.

Selain itu, nantinya akan diberlakukan Pemeriksaan Kendaraan yang akan memasuki Wilayah Jatim selama Ops Ketupat Semeru 2020. “Kita Screening Kendaraan Jenis Barang atau Mengangkut Kebutuhan Pokok dengan Kendaraan Jenis Penumpang. Bagi Golongan Kendaraan Pengangkut Penumpang, Pribadi maupun Umum kita Pisahkan.

Tapi, sambung AKBP MB. Pranatal Hutajulu, S.H, S.I.K, M.H apabila selama Screening tersebut diketahui bukan Masyarakat Jatim, maka kita sarankan untuk Berputar Balik Arah ke daerah asal,”pungkas Wadir Lantas Polda Jatim.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Provinsi Jatim Septantya Asmoro, ATD, M.Si menyatakan bahwa dalam "Operasi Ketupat Semeru 2020", nanti Kami tidak akan melakukan Penutupan Jalan tetapi kami Lakukan Penyekatan dan Pembatasan di 8 (Delapan) Titik. Adapun tindakan yang akan kami lakukan yaitu Pemeriksaan Dokumen Perjalanan, Physical Distancing dan Pengukuran Suhu Tubuh Pengguna Jalan sesuai dengan Protokol Covid 19.

"Ada tindakan Pengecualian diantarannya bagi Perjalanan Kendaraan Pejabat Negara, Kendaraan Operasional Jalan Tol dan sebagainya,"ujar Septantya Asmoro, ATD, M.Si. (Sam)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar