Satreskrim Polres Gresik Berhasil Membekuk Tersangka Pembunuh Perempuan Yang Membusuk Di Kamar Indekos Sidomoro Gresik


GRESIK, suryaindonesianews.com
Satreskrim Polres Gresik berhasil menangkap Pria bernama Untung (53 thn) Warga Dusun Kedunglo RT. 06 RW. 05 Kelurahan Karanglo, Kec  Mojowarno, Kab. Jombang, Pembunuh perempuan bernama Kasniti (49 thn), warga Kramat Langon Gg. IV Nomor 8D RT. 02 RW.07 Kelurahan Sidokumpul, Kec. Gresik, Kab. Gresik dibunuh dengan cara dibekap bantal. Serta Ditemukan Meninggal dan Membusuk dalam Kamar Kos di Jalan Panglima Sudirman, Gang XVI, Kelurahan Sidomoro, Kec. kebomas, Kab. Gresik.

Seorang pria itu sehari-hari bekerja sebagai Tukang Penyembelih Hewan ditangkap (Jagal Sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), Jalan Kramat Langon Kelurahan Sidokumpul, Kec. Gresik, Kab. Gresik,

Kabar Pembunuhan itu disampaikan Kapolres Gresik AKBP Kusworo
Wibowo, S.H, S.I.K, M.H, didamping Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Panji Wijaya, S.H, S.I.K, Kasubag Humas Polres Gresik AKP Hasyim Ashary, S.H, Kanit Pidum IPDA Daniel Darusman, Paur Subag Humas IPDA Sri Maryani, S.Sos, Kasat Tahti IPDA Sholeh dalam Konferensi Pers Tindak Pidana Pembunuhan di Halaman Mapolres Gresik, Jalan Basuki Rahmat No.22, Bedilan, Kec. Gresik, Kab. Gresik, Jawa Timur, hari minggu siang (08/12/2019), 12.00 WiB

"Pelaku Untung kesal karena korban Kasniti sering meminta uang, dalam seminggu minta uang dua kali sebesar Rp. 500.000,- (Lima Ratus) s/d Rp. 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah). Pelaku Untung dan korban Kasniti sudah menjalin Hubungan Asmara terjalin selama 7 (Tujuh) tahun, meski korban Kasniti dan pelaku Untung sudah sama-sama memiliki keluarga. Sebab, pelaku bekerja sebagai seorang jagal sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kramat Langon, Gresik, yang tidak jauh dari rumah korban,"terang Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo, S.H, S.I.K, M.H.

Selama berhubungan asmara, lanjut AKBP Kusworo Wibowo, S.H, S.I.K, M.H, Pelaku Untung seringkali meminta Pijit kepada korban Kasniti dan setelahnya melakukan hubungan badan di kamar kos yang disewa pelaku, di Jalan Panglima Sudirman, Gang XVI, Kelurahan Sidomoro, Kec. kebomas, Kab. Gresik.

"Pembunuhan itu dilakukan sekitar pukul 15.00 WiB, hari Selasa tanggal 3 Juni 2019, dengan cara korban Kasniti dibekap dengan bantal sekitar 5 (Lima) Menit,"beber Kapolres Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, S.H, S.I.K, M.H, ini menyebut, sebelum ditemukan tewas membusuk pada sekitar pukul 14.00 WIB,Korban Kasniti sempat memijit pelaku Untung dan setelah dipijit melakukan hubungan badan sekali. Saat pelaku hendak pergi ke tempat kerjanya, korban tidak mau pulang masih ingin rebahan diatas ranjang, serta diduga ingin meminta uang kepada Pelaku.

"Jadi sebelum dibunuh, korban ingin tidur-tiduran di kamar kos pelaku. Indikasinya, korban masih ingin menunggu pemberian uang dari pelaku. Sehingga pelaku dengan spontan membunuh korban. Tidak ada yang mengarah pada perencanaan tersebut," tambah AKBP Kusworo Wibowo, S.H, S.I.K, M.H.

Setelah mengetahui korban tewas, pelaku kemudian keluar kamar kos dan mengunci kamar kos itu dari luar. Tidak hanya itu, pelaku juga membeli gembok baru agar kamar kos itu tidak bisa dibuka. Dan benar, pemilik kos sudah mencoba 22 anak kunci tidak ada yang cocok. Sehingga mayat korban baru ditemukan setelah tewas sekitar 6 bulan.

Setelah memastikan kamar kos terkunci dan tergembok dari luar, pelaku langsung pergi ke Serang, Banten untuk menjemput istrinya, lalu diajak kabur ke Berau, Kalimantan Timur. Di sana, pelaku Untung menjadi Kuli Bangunan.

"Tim kami, Satreskrim Polres Gresik dibantu Satreskrim Polres Berau Kalimantan Timur menangkap Pelaku Untung di tempat pelariannya,"jelas AKBP Kusworo Wibowo, S.H, S.I.K, M.H.

Sedangkan Kasniti meninggalkan Mat Hamda, suaminya dan enam orang anaknya.

Barang Bukti yang diamankan Satreskrim Polres Gresik antara lain Bantal, 2 (Dua) bungkus Hemaviton Jenis Tablet, Gembok, 1 (Satu) Potong Baju warna Hijau Motif Bunga, Celana warna Hitam

Atas perbuatannya, pelaku Untung dijerat Pasal 338 KUHP tentang
Barang siapa dengan sengaja merampas Nyawa Orang Lain. Dengan Ancaman Hukuman 15 tahun Penjara. (Sp)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar