Dua Orang Asal Jember Sebagai Produsen Dan Pengedar Uang Palsu Diringkus Ditreskrimum Polda Jatim


SURABAYA, suryaindonesianews com
UD Warga Kabupaten Jember sebagai membuat dan mencetak Uang Palsu, SK Warga Kabupaten Jember sebagai mencari Perdana untuk Pembuatan Uang Palsu dan mengedarkan Uang Palsu, terpaksa diamankan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim antaran kedapatan mengedarkan Uang Palsu bentuk Rupiah, juga hendak mencetak dalam bentuk Dollar Amerika Serikat.

Sekitar bulan September 2019 Pelaku UD bertemu dengan Pelaku SK, bahwa UD mengatakan dapat mencetak Uang Palsu dan ditunjukan contohnya Pecahan Rp. 100.000,- (Seratus Ribu Rupiah) dan SK mengatakn Uang Palsu tersebut Bagus dan sanggup untuk memgedarkan.

Modus yang dilakukan Kedua Pelaku adalah setelah Pelaku SK mengatakan kepada UD sanggup untuk mengedarkan maka Pelaku UD mengatakan butuh modal untuk membelikan Pelatan yang dibutuhkan membuat Uang Palsu atau mencetaknya. Oleh karena itu Pelaku SK menghubungi temannya bernama Sutan Warga Sumatra Utara (sampai saat ini belum tertangkap) meminta modal dan akhirnya memberi uang Rp. 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah), serta Pelaku SK sendiri memberikan Rp. 11.400.000,- (Sebelas Juta Empat Ratus Ribu Rupiah). Sehingga modal  yang diberikan Pelaku UD sebesar Rp. 16.400.000,- (Enam Belas Juta Empat Ratus Ribu Rupiah). Kemudian modal terkumpul, Pelaku UD sanggup membuatkan Uang Palsu dan setelah uang palsu pesanan seorang yang bernama SUTAN tersebut selesai namun tidak diambil. Maka uang palsu disimpan dan akan dledarkan oleh Pelaku SK dengan perbandingan 1 : 3 (Satu banding Tiga).

Kapolda Jatim IRJEN Pol Drs. Luki Hermawan, M.Si didampingi Dirrekrimum Polda Jatim KOMBES Pol R. Pitra Andrias Ratulange, S.S, S.I.K, Kabid Humas Polda Jatim KOMBES Pol Frans Barung Mangera, S.I.K mengatakan Pengungkapan dan Penangkapan Kedua Pelaku berawal dari Informasi Masyarakat bahwa di Wilayah Jember ada semacam pembuatan Uang Palsu yang dilakukan Saudara UD sebagai pembuat, sedang sebagai mengedarkan Saudara SK, kepada Awak Media, di Halaman Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Jalan Jend. Ahmad Yani No. 116 Surabaya, hari Kamis (5/12/2019).

Hal ini berawal dari laporan masyarakat bahwa ada yang mencurigakan dengan menawarkan dengan cara menggandakan atau menukarkan Uang Asli menjadi 3 Kali Lipat. Semisal ada orang menukar Uang Asli Rp. 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah), maka akan ditukar dengan Uang Palsu senilai Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta.Rupiah). Jadi dalam Perbandingannya 1 : 3, kemudian ada salah seorang warga curiga hingga melakukan pelaporan terhadap aparat yang berwenang. Setelah mendapatkan laporan Tim Unit Jatanras polda jatim pun langsung sigap menyikapi laporan warga Adapun uang palsu tersebut berupa Rp. 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah) dan Rp. 100.000,- (Seratus Ribu Rupiah),"ucap IRJEN Pol Drs. Luki Hermawan, M.Si.

Dari laporan tersebut, anggota kepolisian melakukan penyamaran hingga akhirnya bisa mengungkap tempat pembuatan uang palsu yang dilakukan tersangka UD.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim KOMBES Pol R. Pitra Andrias Ratulange, S.S, S.I.K, menambahkan sebelumnya tersangka UD menawarkan kepada tersangka SK untuk membuat uang palsu. Kemudian SK tergiur dan mengirimkan uang sebanyak Rp. 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah).

Setelah menerima Usng Palsu dari UD, lalu SK menawarkan ke Masyarakat, bahwa jika dirinya diberi uang senilai Rp. 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah), Maka digandakan menjadi Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah).

"Masyarakat yang curiga itu dengan uang palsu kemudian memberi informasi kepada kami. Kami melakukan penyidikan dan menemuka tempat serta pembuatan alat-alatnya. Pertama UD membuat d
Desain dan Mencetak Uang Palsu itu. Kemudian Uang-Uang Palsu dibuat kasar seolah-olah Uang Asli,"terang Dirreskrimum Polda Jatim.

KOMBES Pol R. Pitra Andrias Ratulange, S.S, S.I.K menjelaskan, dari pengakuannya tersangka telah melakukan Tindak kejahatan itu selama Dua Bulan dan mengedarkannya di Tempat Pijatnya dan di sekitar Kota Jember.

"Pengakuan tersangka dia mengedarkan uang itu di tempat pijatnya. Adapun uang yang telah diedarkan sekitar Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta),"ujar Dirreskrimum Polda Jatim.

"Ini memang hasil lidik Kita sudah lama dari Informasi Masyarakat, Kita perdalam dan beberapa bulan memang sudah Kita Incar. Setelah diselidiki Tim Subdit Jatanras yang dipimpin Kompol Oki Ahadian Purwono, S.I.K, M.H menangkap Pelaku SK dirumahnya. Dari Penangkapan itu dikembangkan sampai UD tertangkap.

Sementara Penyidik, akan mengembangkan Perkara Tindak Pidana Penyebaran Uang Palsu itu dan dalam waktu dekat akan menangkap beberapa tersangka yang saat ini buron, di mana mereka merupakan Komplotan Pembuatan Uang Palsu alam jumlah banyak.

”Jadi kami sangat berterima kasih kepada masyarakat khusunya Jawa Timur telah berperan aktif dan peka dalam ikut melaporkan atas pelaku pelaku kejahatan".

Dari tangan Kedua Pelaku, Ditreskrimum Polda Jatim berhasil mengamankan Uang Palsu Pecahan Rp. 100.000,- (Seratus Ribu Rupiah) sejumlah Rp. 633.700.000,- (Enam Ratus Tiga Puluh Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah), Uang Palsu Pecahan Rp. 50.000,- (Lima Puluh Rupiah) sejumlah Rp. 28.350.000,- (Dua Puluh Delapan Juta Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah), Seperangkat Alat Komputer, CPU, Monitor dan Mose, 2 (Dua) buah Printer, 1 (Satu) Obat Screen, 3 (Tiga) Botol Pengecer, 1 (Satu) Lembar Kaca Film, 1 (Satu) Kaleng Tinta Plastic, 2 (Dua) buah Papan Sablon, 3 (Tiga) Biji Stempel, 3 (Tiga) Rim Kertas HVS, 11 (Sebelas) Rim Kertas Sirsat, 1 (Satu) Lem Boyko, 1 (Satu) buah Carter, 1 (Satu) buah Alat Pendeteksi Uang (Ultra Violet), 14 (Empat Belas) buah botol Tinta Epson.

Atas perbuatannya, tersangka UD disangkakan dengan Pasal 36 Ayat 1 Jo Pasal 26 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan Ancaman Pidana Penjara Paling lama 10 (Sepuluh) Tahun Penjara dan Pidana Denda Rp. 10.000.000.000,- (Sepuluh Miliar Rupiah).

Atas perbuatannya, tersangka SK disangkakan dengan Pasal 36 Ayat 3 Jo Pasal 26 Ayat 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan Ancaman Pidana Penjara Paling lama 15 (Lima Belas) Tahun Penjara dan Pidana Denda Rp. 50.000.000.000,- (Lima Puluh Miliar Rupiah). (Sam)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar