Dua Anggota Komplotan Polisi Gadungan Ditangkap Polres Gresik, Usai Tipu dan Memeras Warga


GRESIK, suryaindonesianews.com
Unit Reskrim Polsek Menganti Polres Gresik berhasil mengamankan Dua Pelaku yang nekat mengaku sebagai Anggota Kepolisian dari Anggota Reserse Kriminal Polda Jawa Timur demi melakukan Pemerasan terhadap Tri Kurniawati Perempuan (38 thn) Pemilik Toko Azzahra Jaya di Jalan Kedung Sumber Kidul RT. 02 RW. 02 Desa Kedung Sumber, Kec. Balongpanggang, Kab. Gresik (Tigal di Jalan Raya Dusun Gantang Desa Boboh Kec. Menganti, Kab. Gresik)

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, S.H, S.I.K, M.H yang didampingi Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno, S.H, Kasubag Humas Polres Gresik AKP Hasyim Ashari, S.H, Paur Subag Humas IPDA Sri Maryani, S.Sos, menerangkan bahwa Kedua Pelaku yang berhasil di tangkap pada hari Minggu (08/12/2019) itu yakni Agus Widodo (45 thn), laki-laki, Jalan Banyu Urip Kidul 2B No. 36 RT. 007 RW  006 Kel. Banyu Urip, Jec. Sawahan Kota Surabaya dan Musrizal (53 thn), Laki-laki, Jalan Sikatan XI No. 18 RT. 005 RW. 001 Kel. Manukan Wetan, Kec. Tandes Kota Surabaya. Adapun modus yang digunakan Kedua Pelaku berpura-pura membeli obat penghilang rasa nyeri (Ponstan) tanpa Resep dokter di toko Kelontong Korban. Selanjutnya mereka yang mengaku sebagai Personel Polda Jatim menangkap pemilik Toko Azzahra Jaya (Kelontong), karena memperdagangkan Obat Tanpa Resep Dokter.

"Pasalnya kedua Pelaku terbukti melakukan Tindak Pemerasan dengan Modus menjadi Polisi Gadungan. Kedua Pelaku mengaku sebagai Anggota Polda Jatim kepada Korban dan memaksa Korban agar memberikan Uang Rp. 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah) kepada Kedua Pelaku".

“Korbannya lalu dibawa masuk dan diajak berkeliling-keliling. Di tengah jalan, kedua pelaku lalu meminta korban menyerahkan uang sebesar Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah) untuk bisa dibebaskan dari kasus itu. Nah, perbuatan ini sudah masuk ke dalam Pemerasan. Kalau tidak mau membayar, maka akan dibawa ke Polda Jatim,”kata Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, S.H, S.I.K, M.H saat menggelar Konferensi Pers Kasus Pemerasan yang dilakukab Polisi Gadungan, di Halaman Mapolres Gresik, Jl. Basuki Rahmat No. 22, Bedilan, Kec. Gresik, Kab.Gresik, hari Kamis (12/12/2019).

Korban yang merasa terancam saat itu mengaku di dompetnya hanya ada uang Rp. 2.000.000,- (Dua Juta Rupiah). Namun, Kedua Pelaku menolak dan bersikeras agar Korban menyerahkan Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah). Setelah tawar-menawar, Pelaku sepakat hanya meminta uang sebesar Rp. 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah). Karena tidak membawa uang sebesar itu, korban akhirnya menelepon suaminya Alam Budi Wijaya (42 thn), Swasta untuk menyediakan uang sejumlah Rp. 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah).

Untungnya, pada saat korban Tri Kurniawan masuk ke mobil tersangka Agus Widodo dan Musrizal, Xenia warna Hitam dengan No Pol L 1178 XF yang diganti dengan No.Pol L 1260 IP, Anak Korban bernama Amelia Anggaresi (17 thn), Pelajar melihat Ibunya lalu menginformasikan Mobil Daihatsun Xenia tersebut kepada Pihak Polsek Menganti. Akhirnya Reskrim Polsek Menganti dipimpin Aiptu Agus Setyo Margono berhasil menangkap basah Kawanan Tersangka saat bertransaksi menerima uang dari Alam Budi Wijaya (Suami Korban Tri Kurniawan) di pinggir Jalan Raya Desa Boboh, Kec. Menganti, Kab. Gresik.

“Anggota Reskrim Polsek Menganti langsung melakukan Pengejaran, Penyisiran, langsung dipotong di tengah jalan. Anggota Reskrim Polsek Menganti dipimpin Aiptu Agus Setyo Margono langsung mengamankan tersangka Agus Widodo dan Musrizal serta menyelamatkan korban Tri Kurniawan,"kata AKBP Kusworo Wibowo, S.H, S.I.K, M.H.

“Berdasarkan Laporan Korban, Anggota Kami langsung turun ke TKP dan melakukan penyelidikan kepada para pelaku, dan Alhamdulillah Kedua Pelaku dapat kami tangkap berikut Barang Bukti yang berhasil kita amankan berupa satu Unit Mobil Daihatsu Xenia 1.3 X MT, warna Hitam tahun 2017 Plat No.Pol 1178 XF, STNK, Plat Nomor Palsu dengan No.Pol L 1260 IP, Kunci Kontak, Satu unit Hand Phone merk Samsung Type SM ABOSF/ DS, SIM Card 089681537314,  Uang Tunai sebesar Rp. 2.000.000,- (Dua Juta Rupiah), dan 1 (Satu) Strip Pil Ponstan. Kita amankan di Mapolsek Menganti untuk penyidikan lebih lanjut,”imbuh Kapolres Gresik.

Untuk mempertanggung Jawabkan akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal  berlapis antara lain Pasal 368 KUHP tentang  Pemerasan dengan Ancaman Hukuman 8 (Delapan) tahun Penjara. Juncto Pasal 333 KUHP tentang Merapas Hak Orang lain (Kemerdekaan orang lain dan Menahan seseorang) dengan Ancaman Hukuman 8 (Delapan) tahun Penjara dan 335 KHUP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan dengan Ancaman Hukuman 1 (Satu) tahun Penjara.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, S.H, S.I.K, M.H mememinta kepada masyarakat senantiasa Meningkatkan Kewaspadaan. Jangan terlalu mudah percaya pada tekanan orang yang mengaku-ngaku sebagai Anggota Polisi, lalu meminta imbalan uang dalam jumlah tertentu untuk membebaskan mereka dalam kasus tertentu.

"Karena bukan Standar Operasional Prosedur (SOP) Polisi seperti itu. Tidak Ada Polisi menangkap dan meminta sejumlah Uang itu. Sehingga jangan mudah Percaya. Kita bersyukur Suami dari Korban yang diperas tidak Langsung Percaya, sehinngga langsung lapor Polisi,"pungkas AKBP Kusworo Wibowo, S.H, S.I.K, M.H. (Sp)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar