Antisipasi Datangnya Musim Hujan, Polres Gresik Mendirikan Posko Tanggap Bencana Banjir Dan Pendirian Tenda Pengungsian


GRESIK, suryaindonesianews.com
Menyambut Musim Hujan yang diperkirakan jatuh pada bulan Desember 2019 dan Antisipasi Banjir akibat meluapnya Kali Lamong, Polres Gresik bersama Kodim 0817/Gresik, BPBD Gresik, Dinkes Gresik, satpol PP Gresik mendirikan Posko Tanggap Bencana Banjir dan Pendirian Tenda Pengungsian di Jalan Raya Morowudi Desa Moro, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

Polres Gresik dalam acara mendirikan Posko Tanggap Bencana Banjir dan Pendirian Tenda Pengungsian turut dihadiri oleh AKBP Kusworo Wibowo, S.H, S.I.K, M.H Kapolres Gresik, LETKOL INF Budi Handoko, S.Sos Dandim 0817/Gresik, KOMPOL Dhyno Indra Setyadi, S.I.K, M.Si Waka Polres Gresik, PJU Polres Gresik, Kapolsek Jajaran Polres Gresik, Para Danramil.


Posko Tanggap Bencana Banjir ini sengaja berada di Jalan Raya Morowudi, lantaran titik lokasinya berada di perbatasan Daerah Wilayah Kecamatan Cerme, Kecamatan Benjeng dan Kecamatan Menganti yang selama ini dianggap kerap terjadi Banjir.

Posko Tanggap Bencana Banjir dan Pendirian Tenda Pengungsian tersebut sebagai upaya mengatasi bencana alam mengenai Banjir yang potensi terjadi di Wilayah Kabupaten Gresik dan Sekitarnya. Sebanyak Lima Belas sampai Dua Puluh Personel akan berjaga setiap harinya. Selain itu Pihaknya juga melengkapi Tenaga Medis, Obat-Obatan, tempat tidur darurat, Pakaian, Selimut, Sembako dan P3K, serta Peralatan Penanganan banjir seperti Senter, Perahu Karet, dan peralatan selam di Posko untuk mengevakuasi saat terjadi Banjir.


AKBP Kusworo Wibowo, S.H, S.I.K, M.H menjelaskan keberadaan Posko ini sebagai upaya Penanggulangan Bencana Banjir. Sehingga warga masyarakat tidak panik saat terjadi banjir. Jika sewaktu-waktu hujan Deras (Lebat) dan banjir warga masyarakat bisa langsung menyelamatkan diri ke Tenda Pengungsian. Pemasangan Tenda di Posko ini bersifat Antisiapatif dengan curah hujan yang tinggi dan terjadi bencana banjir, warga masyarakat tidak sulit mencari perlindungan,"kata Kapolres Gresik

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, S.H, S.I.K, M.H bersama Dandim 0817/Gresik LETKOL INF Budi Handoko, S.Sos menyampaikan kegiatan Polri yang dilakukan bersama TNI merupakan arahan Kapolri Jenderal Pol Drs. Idham Azis, M.Si untuk tanggap bencana, sekaligus antisipasi saat terjadi bencana alam. Baik itu Tanah Longsor, Banjir, Angin Kencang (Angin Puting Beliung).

Posko Pengungsian ini Kami Sosialisasikan ke Warga Masyarakat yang daerahnya terkena dampang banjir. Warga Masyarakat bisa segera membawa Putra-Putrinya ke Tenda Posko Pengungsian saat Banjir datang serta membagian Peluit kepada warga masyarakat, gunanya sebagai penanda. Warga Masyarakat bisa meniup Peluit untuk kondisi darurat agar segera bisa dievakuasi petugas,"ujar AKBP Kusworo Wibowo, S.H, S.I.K, M.H. pada hari Minggu (15/12/2019).

Peluit tanda Bencana Banjir dibagikan kepada 10 Warga secara Simbolis. Peluit itu bisa digunakan apabila Warga Masyarakat membutuhkan Pertolongan. Sehingga petugas tidak kesulitan mencari,"ungkap Kapolres Gresik.

Tim Gabungan yang berada di Posko antara lain Polri, TNI, Satpol PP, Dinkes, Dishub, BPBD dan Tim DVI. Semua unsur atau Instansi dilibatkan bentuk upaya Tanggap Bencana Banjir jaga secara bergilir.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, S.H, S.I.K, M.H mengharapkan Pertama, jangan sampai ada korban jiwa terkait bencana banjir, Kedua jangan sampai masyarakat kebingungan kemana mereka akan menyelamatkan diri jika terjadi bencana banjir, maka kita siapkan tenda-tenda, Ketiga kita akan siap menjaga keamanan baik jiwa maupun harta yang berharga milik masyarakat,”tutupnya. (Sp)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar