Polda Jatim Ungkap Kasus Pelaku Kekerasan Seksual Anak Dibawah Umur Di Tulungagung


SURABAYA, suryaindonesianews.com
Kepolisian Daerah Jawa Timur Unit III/Asusila Subdit IV Renakta Ditreskrimum mengungkap adanya Tindak Pidana Kekerasan Seksual terhadap anak di bawah umur yang menimpa pada anak laki-laki dibawah umur. Terjadi sekitar awal tahun 2018 hingga pertengahan tahun 2018. Perilaku bejat ini dilakukan oleh Muanam (50 thn), Pemilik Toko Listrik dan Pemilik Warkop di Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung terhadap Korban IW (17 thn), MWN (17 thn), FYS (16 thn), CL (15 thn) dan RD (17 thn) Warga Tulungagung serta RNA (14 thn) Warga Blitar.

Berdasarkan Press Release di Halaman Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Jalan Jend. Ahmad Yani No. 116 Surabaya, hari Jumat (29/11/2019), pukul 09.00 WIB, dihadiri Dirrekrimum Polda Jatim KOMBES Pol R. Pitra Andrias Ratulange, S.S, S.I.K, Kabid Humas Polda Jatim KOMBES Pol Frans Barung Mangera, S.I.K, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi. Kasus berawal Tersangka Muanam dengan cara meminta nomer telpon WhatsApp (WA) Korban dan sebelumnya telah dihubungi terlebih dahulu. Kemudian mengajak para Korban untuk Ngopi Gratis  di Warkopnya.

Selanjutnya setelah Ngopi, Tersangka Muanam menyuruh Korban untuk masuk kedalam dan ijin dengan karyawan untuk ke kamar mandi. Setelah masuk Korban tersebut ke suatu ruangan dan disuruh oleh Muanam untuk tidur. Kemudian Korban diiming-imingi akan diberikan Uang namun dengan syarat untuk tidur terlebih dahulu. Setelah Korban tidur, Tersangka Muanam melakukan Kekerasan Seksual kepada Korban yaitu dikulum Kemaluannya Korban sampai Keluar Air maninya.

Menurut Dirrekrimum Polda Jatim KOMBES Pol R. Pitra Andrias Ratulange, S.S, S.I.K, Pihaknya masih terus mengembangkan Kasus tersebut. Untuk mengetahui apa masih ada Korban yang lain atau tidak. Ini menjadi bukti bahwa Polda Jatim sangat Concern terhadap Penegakan Hukum Kasus Kekerasan Anak dibawah Umur.

Sejak tahun 2008 Tersangka Muanam sudah memiliki Kebiasaan mempunyai Hasrat kepada anak-anak dibawah umur. Setelah puas melampiaskan Hasrat seksualnya yang menyimpang berupa meraba-raba dan mengulum alat kelamin hingga keluar air mani bahkan ada korban yang disodomi. selanjutnya Tersangka Muanam memberikan uang sebesar Rp. 200.000,- (Dua Ratus Ribu Rupiah),"ucap KOMBES Pol R. Pitra Andrias Ratulange, S.S, S.I.K.

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi sapa akrabnya Kak Seto menegaskan bahwa Pelaku Kekerasan Seksual terhadap anak agar dihukum berat. "Tujuannya agar tidak mengulangi perbuatannya,"ujar Kak Seto.

Seto Mulyadi sapa akrabnya Kak Seto juga mengapresiasi Kinerja
Unit III/Asusila Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim yang selalu menindak Tegas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap anak. Ada unsur lain pada diri Pelaku yang memiliki kelainan,"jelas Kak Seto

Kak Seto setuju dengan adanya Hukuman Berat para Pelaku. Tapi Pelaku juga perlu direhabilitasi, agar selepas menjalani Hukuman Penjara, Pelaku tidak lebih Sadis mengulangi perbuatannya lagi.

Intinya pendekatan Psikologis dulu untuk menyadarkan Pelaku bahwa Libido terlalu tinggi, sehingga Pelaku akan mengulang lagi setelah Keluar dari Penjara,"ungkapnya.

Tersangka Muanam diamankan Anggota Unit III/Asusila Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, hari Kamis (21/11/2019), pukul 13.00 WIB, pada saat sedang menjaga Toko Elektronik di Desa Boyolangu Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya 1 (Satu) lembar Karpet Merah, 1 (Satu)  buah Celana Panjang warna Hitam milik Korban IW, 1 (Satu) buah Kemeja Panjang Motif Kotak milik Korban MWN, 1 (Satu) buah Celana Pendek warna Hitam dan Celana dalam warna Merah milik Korban FYS dan 1 (Satu) buah Celana Panjang warna Hitam dan Celana dalam warna Biru milik Korban RNA. Kini Tersangka diJebloskan dalam Tahanan Mapolda Jatim.

Tersangka pun terancam dijerat Pasal 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 juncto UU RI Nomor 23 tahun 2003. Adapun Ancaman Hukumannya 5 tahun Penjara,"pungkas KOMBES Pol R. Pitra Andrias Ratulange, S.S, S.I.K. (Sp)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar