Polda Jatim Amankan Komplotan Pelaku Curat Pengganda Uang


SURABAYA, suryaindonesianews.com
Subdit Jatanras, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, mengungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan (Curat) berkedok Penggandaan Uang.

Korban melapor ke Polda Jatim pada 9 Nopember 2019, tentang Dugaan Penipuan dan Penggelapan. Laporan itu kemudian ditangani Subdit Jatanras Polda Jatim. Sedangkan dari peristiwa itu yang terjadi di sebuah Rumah di Desa Sumber Jati Kecamatan Sempolan Kabupaten Jember Jawa Timur, sementara Polisi mengidentifikasi jika Pelaku bekerja secara berkomplot, diperkirakan berjumlah 4 (Empat) Orang. Ada yang dari Sumatera, Ada Juga dari Jember dan ada dari Ambon serta Korbanya sementara satu orang."Berkaitan dengan Kejahatan Penggandaan Uang,"ungkap Kabid Humas Polda Jatim KOMBES Pol Frans Barung Mangera, S.I.K, di Halaman Gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Jalan Jend Ahmad Yani No. 116 Surabaya, hari Rabu (27/11/2019)

Dalam aksinya, salah satu dari Pelaku mengaku sebagai Kyai Alias Kyai Gadungan yang bisa menggadakan uang menjadi 10 Kali lipat, misalnya saja uang sebesar Rp. 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah) bisa digandakan menjadi Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah).


Keempat Pelaku yakni Rudy Rahmat Neggolan Alias Rudi Alias RRN Warga Sibolga, Sumatra utara, Andriono Alias FA Alias DARM Alias Ustadz IBR Warga Seram Ambon, Ahmad Firman Alias GI dan Qodri atau Toni Warga Jember. Keempatnya memiliki peran berbeda-beda. "Mereka ditangkap dibeberapa tempat mulai dari Jakarta, Medan, Surabaya, dan Jember,"jelas KOMBES Pol Frans Barung Mangera, S.I.K.

Kemungkinan besar korban kasus ini lebih dari satu orang. Hingga kini Kami masih melakukan pendalaman  Kami juga meminta jika ada masyarakat yang merasa tertipu komplotan ini untuk segera melaporkan. Dari laporan yang saya terina ini sudah Profesional mereka melakukan,"ujar Kabid Humas Polda Jatim.

Dirrekrimum Polda Jatim KOMBES Pol R. Pitra Andrias Ratulange, S.S, S.I.K menjelaskan pada tanggal 9 November 2019 tersangka Rudi Alias RRN bertemu dengan korban berinisial AL di rumahnya di Sibolga, Sumatra Utara.

Tersangka Rudi menunjukkan Video penggandaan uang sebanyak 10 kali lipat kepada korban. Pengganda uang dalam Video itu diperankan tersangka Ahmad Firman. Melihat video itu, Korban mulai tergiur dan meminta dipertemukan dengan Ahmad Firman. Video tersebut berisi Kesaktian para Pelaku saat menggandakan Uang. Namun Video tersebut yakni Video Editan atau Rekayasa.

Pada 10 November 2019 korban mengajak putranya dan seorang rekannya ke Kabupaten Jember. Sampai di sana, korban dijemput tersangka Toni. Selama perjalanan, korban dimintai uang Rp. 6.000.000,- (Enam Juta Rupiah) dengan dalih untuk membeli Peralatan Ibadah sebagai Persyaratan Ritual Penggandaan Uang.

Di rumah tersangka Ahmad Firman di Jember, korban dimintai uang lagi sebesar Rp. 7.100.000,- (Tujuh Juta Seratus Ribu Rupiah) yang akan digandakan. Namun, anak korban masih belum percaya, sehingga tersangka Ahmad Firman mengajak tersangka yang berperan sebagai Kyai yaitu Andriono untuk meyakinkan korban.

Korban yang mulai tergiur uangnya jadi 10 kali lipat, akhirnya mengambil Uang Tunai di Bank sebesar Rp. 650.000.000,- (Enam Ratus Lima Puluh Juta Rupiah)

Pada 13 November 2019, korban menyerahkan uang tersebut kepada Andriono, sang Kyai Gadungan. Uang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam Koper warna Hitam yang telah disiapkan oleh tersangka Ahmad Firman.

Tanpa disadari oleh korban, Tas Koper itu berisi uang yang sudah diganti oleh Kyai Gadungan dengan koper warna yang sama. Koper tersebut berisi sebuah Bantal, Tiga Keramik dan sebuah Kardus Bekas.

Korban dilarang menyentuh atau membuka koper dan hanya boleh dibuka oleh tersangka Rudi. Koper tersebut lalu dibawa ke ke Hotel di Wilayah Sidoarjo dan Korban menunggu kedatangan Sang Kyai Gadungan.

Setelah ditunggu beberapa hari di Hotel, Kyai Gadungan itu tidak kunjung datang. Telepon para pelaku yang disimpan korban juga sudah tidak dapat dihubungi. Korban yang mulai Curiga, akhirnya membuka koper tersebut. Ternyata di dalam koper hanya berisi Bantal, Keramik dan Kardus Bekas. Pasca Kejadian itu, korban melaporkan ke Polda Jatim dengan Kerugian mencapai Rp. 671.000.000,- (Enam Ratus Tujuh Puluh Satu Juta Rupiah),"ujar KOMBES Pol R. Pitra Andrias Ratulange, S.S, S.I.K

Tersangka Ahmad Firman Alias GI mengaku, Praktik Penggandaan Uang yang direkam dalam bentuk Video dan dipertontonkan kepada korban hanya lah Trik Sulap. Ahmad Firman Alias GI mengakui tidak bisa Menggandakan Uang.

Dia hanya menguasai Trik Sulap, yang dipelajarinya secara Otodidak dari Media Sosial Youtube. "Cara untuk meyakinkan korban saya Demo dulu dengan uang Rp 2.000,- (Dua Ribu Rupiah) yang menjadi Rp. 102.000,- (Seratus Dua Ribu Rupiah), Kita pakai Rupiah. Itu sebuah Trik Sulap, untuk meyakinkan Korban. Itu saya belajar dari Youtube,"ujar tersangka Ahmad Firman Alias GI.

"Para tersangka mencari korban yang terlilit utang dengan iming-iming bisa menggandakan uang berlipat ganda dengan dasar keahlian Trik Sulap yang dimiliki para tersangka,"tandas Dirrekrimum Polda Jatim

"Kita mengimbau kepada masyarakat agar berpikir logis, yang sekarang ini tidak ada orang yang bisa menggandakan uang. Kita bisa banyak uang apabila kita bekerja. Jadi jangan lagi ada yang tertipu atau percaya dengan orang-orang yang punya kemampuan menggandakan uang. Karena itu hanya Tuhan yang bisa, kalau manusia tidak akan bisa jadi jangan percaya. Yang seperti ini biarlah ini menjadi pelajaran bagi kita semua,"pungkasnya.

Dalam kasus ini, Keempat Pelaku disangkakan melanggar Pasal 378 KUHP junto 55 KUHP dan Pasal 372 junto 55 KUHP dengan Ancaman Pidana selama Empat tahun Penjara.

Polisi juga mengamankan beberapa Barang Bukti, misalnya Uang Tunai sebesar Rp 82.941.000,- (Delapan Puluh Dua Juta Sembilan Ratus Empat Puluh Satu Ribu Rupiah), 8 (Delapan) Handphone, 3 (Tiga) buah Kartu ATM (Bank Britama, Bank BNI dan Bank BRI), 3 (Tiga) buah KTP, 1 (Satu) buah Jam Merk Seiko warna Kuning Keemasan, 2 (Dua) buah Paspor, 4 (Empat) Unit Mobil (3 Honda Brio dan 1 Daihatsu Xenia), 1 (Satu) buah BPKB beserta STNK, 1 (Satu) Set Perhiasan. 1 (Satu).buah Minyak Gaharu, 2 (Dua) buah Pusaka Rantai Babi, hingga Tas dan Koper yang digunakan untuk menggandakan uang. (Sam)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar