Dalam Tempo Satu Bulan, Satuan Reserse Narkoba Polres Gresik Berhasil Mengungkap 21 Kasus Narkoba


GRESIK suryaindonesianews.com
Dalam tempo Satu bulan, Satuan Reserse Narkoba Polres Gresik berhasil mengungkap 21 Kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang di Kabupaten Gresik. Dari kasus tersebut, aparat menangkap 24 Orang Tersangka yang terdiri dari Pria, pengguna Narkoba di berbagai Wilayah Polsek Jajaran.

Dalam Press Release di Mapolres Gresik, Jalan Basuki Rahmat No. 22, Bedilan, Kec. Gresik, Kab. Gresik, Jawa Timur, yang digelar hari Selasa siang (19/11/2019), pukul 12.30 WIB, oleh Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, S.H, S.I.K, M.H didamping Kasat Resnarkoba Polres Gresik AKP Hery Kusnanto, S.H, M.H dan Kasubbag Humas Polres Gresik AKP Hasyim Ashari, S.H mengungkapkan Barang Bukti (BB) terbesar dalam pengungkapan berupa Sabu-Sabu seberat 25, 58 Gram dan Pil Koplo 520 Butir Pil LL, serta beberapa Buah Hand Phone.

Sesuai Instruksi dari Presiden RI Ir. H. Joko Widodo. Kita perang terhadap Narkoba serta Peredaran Narkoba harus diberantas karena bisa merusak masa depan Generasi Pwnerus Bangsa

Peredaran Narkoba di Negara RI harus diberantas, apapun bentuk dan jenisnya,"terang AKBP Kusworo Wibowo, S.H, S.I.K, M.H. Mereka berhasil diamankan berasal dari beberapa daerah berbeda yaitu dari Gresik 19 Tersangka, dari Surabaya 2 Tersangka dan dari Sidoarjo 3 Tersangka.

Kita tidak akan main-main khususnya dengan Kasus Narkoba, Kita Gulung sampai ke Akar-akarnya, tidak peduli siapa yang bermain dengan Barang Haram tersebut,"tegas Kapolres.

Tersangka mempertanggung jawabkan perbuatanya, bagi Pengguna dan Kurirnya dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) jo Pasal 122 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan Ancaman Hukuman 4 tahun Penjara maksimal 20 tahun, dengan Denda 1 Milyard paling banyak 10 Milyard.

Sedangkan bagi 4 (Empat) tersangka, MIU, PEP, PFE dan AI dijerat dengan Pasal 196 dan atau Pasal 197 UU RI No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Setiap orang yang dengan sengaja Memproduksi atau Mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan /atau persyaratan Keamanan, Khadiat atau Kemanfaatan, dan Mutu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 Ayat (2) dan Ayat (3) dipidana dengan Penjara paling lama 10 tahun dan Denda Rp. 1 Milyard. Pasal 197 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Setiap orang yang dengan sengaja Memproduksi atau Mengedarkan sediaan Farmasi dan /atau alat Kesehatan yang tidak memiliki Ijin Edar sebagai mana dimaksud dalam Pasal 106 Ayat (1), dengan Ancaman paling lama 10 tahun Penjara dengan Denda Maksimal Rp. 1.5 Milyard. (Sp)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar