Polda Jatim Ungkap Kasus Hak Cipta Lagu, Didukung Belasan Artis


SURABAYA, suryaindonesianews.com
Ditreskrimsus Polda Jatim merilis Kasus Pelanggaran Hak Cipta yang dilakukan beberapa tempat Karaoke di Surabaya. Musisi yang juga mantan Anggota DPR RI Anang Hermansyah turut hadir dalam Rilis Pengungkapan tersebut. Penindakan ini terkait Pelanggaran UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta yang dilaporkan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).

Kabid Humas Polda Jatim KOMBES Pol Frans Barung Mangera, S.I.K bersama Dirreskrimsus Polda Jatim KOMBES Pol Ahmad Yusep Gunawan, S H, S I.K, M.H melakukan Gelar Perkara Pelanggaran Hak Cipta dengan tersangka ada 4 (Empat) tempat Karaoke dan Bosnya yang dilaporkan LMKN ke Polda Jatim. Namun masih satu yang ditindak yakni tempat Karaoke Rasa Sayang di Jalan Mayjen Sungkono Surabaya.

Hak Cipta itu konsepnya harus Minta Izin ke LMKN itu sudah diatur dalam UU. Saya berharap penegakan yang dilakukan Polda Jatim bisa dicontoh Polda Lainnya,"Kata mantan Anggota DPR RI Anang Hermansyah.

Direskrimsus Polda Jatim KOMBES Pol Ahmad Yusep Gunawan, S H, S I.K, M.H mengungkapkan, Pihaknya telah menangani kasus Pelanggaran Hak Cipta ini Sejak Lama dan saat ini telah memasuki Tahap Kedua, yakni Pelimpahan Tersangka dan Barang Bukti ke Kejaksaan.

“Polda Jatim saat ini merilis Penanganan Pelanggaran Hak Cipta yang masuk tahap dua atau Pelimpahan Barang Bukti dan Pelaku. Ini ada salah Satu Badan Hukum Pengelola Karaoke yang Melanggar Hak Cipta di Depan Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Jalan Jend Ahmad Yani Bo. 116 Surabaya,”kata KOMBES Pol Ahmad Yusep Gunawan, S H, S I.K, M.H, hari Selasa siang (22/10/2019), pukul 13.00 WIB.

Bos tempat Karaoke di Jalan Mayjen Sungkono dengan inisial IK yang ditetapkan sebagai Tersangka. IK diduga tidak membayar Royalti, sebagaimana yang sudah diatur dalam UU Hak Cipta. "Penindakannya sesuai Undang-Undang Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta,"ujar KOMBES Pol Ahmad Yusep Gunawan, S H, S I.K, M.H.

Selain tidak membayar Royalti, Pemilik Usaha Karaoke juga dilaporkan melakukan Praktek Penggandaan Lagu yaitu memperbanyak Lagu Ciptaan dari Satu Server ke Server lain di Beberapa Ruang Karaoke. "Sehingga bisa diakses oleh Publik dan Pengusaha ini, dan memanfaatkannya untuk Komersial alias mencari Keuntungan,"tutur Direskrimsus Polda Jatim.

KOMBES Pol Ahmad Yusep Gunawan, S H, S I.K, M.H menyebut, pengungkapan Tindak Pidana Hak Cipta ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Polda Jatim juga sedang menangani 4 (Empat) Perkara yang sama, sementara Baru Satu yang telah Selesai.

“Polda Jatim telah menangani 4 (Empat) Perkara dan ini sudah dilimpahkan salah satunya. Ini bentuk Kepedulian Polda Jatim pada Perlindungan Hak Cipta,” ujar Direskrimsus Polda Jatim

Direskrimsus Polda Jatim KOMBES Pol Ahmad Yusep Gunawan, S H, S I.K, M.H menyebutkan, Perbuatan Pemilik Rumah Karaoke tersebut dilakukan sejak tahun 2016. Pihak LMKN sudah pernah melakukan Somasi sebanyak Dua Kali, tapi tidak pernah diindahkan oleh Pengelola Karaoke.

Selain Anang Hermansyah, lanjut
KOMBES Pol Ahmad Yusep Gunawan, S H, S I.K, M.H, ada 17 Artis yang datang ke Mapolda Jatim guna memberi Fukungan kepada Polisi untuk terus Menindak Kasus ini. Para Artis itu antara lain Rian Ekky d’masiv, Adi Adrian Kla Project yang juga Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), hingga Trio Macan.

“Ada 17 Artis sebagai bentuk Dukungan dan kesungguhan atas Penegakan Hukum ini,”ujar Direskrimsus Polda Jatim.

Musisi Anang Hermansyah menyebut penindakan ini Bisa Menjadi Contoh bagi Polda Lainnya agar Tegas terhadap Kasus Pelanggaran Hak Cipta.

“Saya mau mengucapkan terima kasih kepada Polda Jatim yang sudah membuktikan Usaha yang Luar Biasa dan harapannya Semoga ini bisa Ditiru oleh Polda-Polda yang lain agar bisa menjalankan hal sama,”kata Anang Hermansyah.

Sementara itu, Adi Adrian dari KLa Project menyebut pengungkapan ini penting buat Praktisi dan orang-orang yang berkecimpung di Hak Cipta. Pemain keyboard KLa Project, ini juga berterima kasih kepada Polda Jatim atas Pindakan tersebut.

“Ini terobosan baru dan belum pernah dilakukan. Ini meyakinkan bahwa hukum diterapkan, bahwa Hak Cipta adalah sebuah Properti, ada Pemiliknya. Konsep ini yang masyarakat Belum Paham,”ujarnya.

Adi Adrian Pemain keyboard dari KLa Project menambahkan dengan adanya Pengungkapan Kasus ini, dia ingin masyarakat semakin Paham jika ada Royalti yang harus dibayarkan ketika menggunakan Lagu milik orang lain untuk Mencari Keuntungan.

“Hak Cipta itu seperti Mobil, kalau mau dipakai harus Minta Izin. Saya sebagai Komisioner di LMKN yang ditugaskan Negara untuk Mengelola Royalti, saya percaya ini akan jadi Trigger dan masyarakat Akan Paham,”kata Adi Adrian Pemain keyboard dari KLa Project.

Tersangka dijerat Pasal 117 UU No. 28 Tahun 2014. Dengan Ancaman Pidana 4 (Empat) tahun Penjara dan Fenda paling banyak Rp 1 Miliar.

Meski demikian, Polisi tidak melakukan Penahanan terhadap Pengelola Usaha Karaoke, yang sudah ditetapkan Tersangka. Alasannya, IK bersikap Kooperatif selama Proses Penyidikan.

Dalam perkara ini, Tim Penyidik Polda Jatim menyita sejumlah Barang Bukti, antara lain : Server Rumah Karaoke, Layar Monitor, Sound System, Metadata lagu-lagu dalam Daftar Putar yang belum Berijin. (Sam)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar