Polda Jatim berhasil Membongkar Kasus Peredaran Benih Hortikultura Tak Bersertifikat


SURABAYA, suryaindonesianews.com
Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil Membongkar Kasus Peredaran Benih Hortikultura tak Bersertifikat (Ilegal). Hasil Ungkap ini diperoleh Penyidik Unit I Subdit Tipidter di Wilayah Kabupaten Gresik dan Kabupaten Blitar.

Kompol Wahyudi, S.I.K, M.H Kasubdit IV /Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim menyatakan bahwa setiap Benih Tanaman Pertanian yang diproduksi harus mengantongi Sertifikat Standard Mutu dari Kementerian Pertanian maupun Balai Pengawasan Sertifikat Benih (BPSB). Tujuannya agar Benih yang diproduksi berkualitas bagus

Dari Hasil Ungkap ini Petugas Kepolisian mengamankan Dua Tersangka, yaitu Inisial K (56 thn) selaku Pemilik Gudang yang bergerak di Bidang Produsen Benih. Dalam Praktiknya, tersangka mengedarkan Benih Kangkung di Kabupaten Gresik. Kemudian tersangka berinisial SM (48 thn) Pemilik Usaha Benih Hortikultura bermerk ‘Cap Candi’. "Benih Hortikultura ini diedarkan di Wilayah Jatim, seperti di Kabupaten Gresik, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Kediri,”kata Kasubdit IV /Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim Kompol Wahyudi, S.I.K, M.H berada di Depan Gedung Ditreskrimsus Polda Jatim, hari Rabu pagi (30/10/2019), pukul 11.00 WIB.

Kasubdit IV /Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim Kompol Wahyudi, S.I.K, M.H menjelaskan, Penindakan tersebut berdasar Undang-Undang Nomor 13 tahun 2010 tentang Hortikultura. Disebutkan bahwa setiap Benih Tanaman Pertanian yang diproduksi, harus mengantongi Sertifikat Standard Mutu dari Kementerian Pertanian maupun Balai Pengawasan Sertifikasi Benih (BPSB). Tujuannya, agar benih yang diproduksi berkualifikasi bagus,"ujarnya

Jika tidak, sudah dipastikan bahwa benih tak bersertifikat yang diproduksi tersebut, tidak memiliki Kualitas sebagai Benih yang Bermutu. "Sehingga sangat Merugikan sekali bagi Masyarakat maupun Konsumen,"tuturnya

“Apalagi benih ini untuk dikonsumsi dan diedarkan di Wilayah Jatim. Benih Kangkung dari tersangka K, sudah diedarkan sejak tahun 2011. Alhamdulillah bisa kita Bongkar dan kita Amankan semua barang buktinya,”jelasnya.

Tersangka K, lanjut Kompol Wahyudi, S.I.K, M.H menjelaskan selama kurang lebih 8 (Delapan) tahun para tersangka memproduksi Benih-Benih itu Omzet pertahunnya bisa mencapai Rp, 3 Miliar. Dengan keuntungan bersih yang didapat mencapai Rp. 300 Juta dalam setahun. “Tersangka sudah menjalankan Aksinya dan Mengedarkan Benih Ilegal ini sejak tahun 2011 silam,”ucapnya.

Selain merugikan Masyarakat dan Konsumen, Kompol Wahyudi, S.I.K, M.H mengaku, benih yang tidak sesuai standar ini juga merugikan para Petani di Jawa Timur. Sebab untuk menciptakan bibit yang berkualitas.

Kompol Wahyudi, S.I.K, M.H Kasubdit IV /Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim menambahkan Pihak Polda Jatim perlu membongkar Kasus ini. Serta mengamankan berbagai macam Benih tak bersertifikat yang telah diproduksi, berupa Benih Kedelai, Buncis, Jagung hingga Benih Kangkung. Benih-benih itu harus tersertifikasi sesuai Standar Mutu. Dan juga harus Terdaftar di Kementan dan mendapatkan label dari Balai Pengawasan Sertifikasi Benih. "Benih-Benih yang dihasilkan oleh Dua Tersangka ini tidak ada sertifikasi dari BPSB. Sehingga dipastikan bahwa benih ini Ilegal dan Kualitasnya dipastikan tidak sesuai seperti benih yang bersertifikat,”tegasnya.

Kendati Usaha Melanggar Hukum tersebut sudah dihentikan. Pihak Kepolisian menilai masih banyak kegiatan serupa yang hingga kini masih beroperasi. Maka dari itu, ia menegaskan jajarannya akan terus merazia. “Akan tetap kita cari lagi, tidak menutup kemungkinan ada lagi,”pungkas Kasubdit IV / Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim.

Adapun barang bukti yang disita dari Tersangka K, diantaranya 15 Ton Benih Kangkung dalam Kemasan Bekas Pupuk ukuran 50 (Lima Puluh) Kilogram; 1(Satu)  Bendel Nota Pembelian dan 1(Satu) Bendel Surat Jalan. Sedangkan dari Tersangka SM, Polisi menyita diantaranya 1,7 (Satu Koma Tujuh) Ton Curah Benih Buncis dalam karung; 15 (Lima Belas) Kilogram Benih Cabe dan 27 (Dua Puluh Tujuh) Sachet Benih Terong Super.

Benih Illegal adalah benih yang tidak melalui Proses yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah bisa dikatakan benih harus melalui tahapan-tahapan yang dilalui yaitu Pemeriksaan di Lapangan, Pelaku Usahanya harus Legal, di pertamanan harus ada Pemeriksaan, Pengujian di laboratorium, ada Sertifikat dan label yang legal yang menyertai benih,”kata Darlina Yuni Astuti Kepala UPT Pengawasan Benih Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim

“Untuk pengawasan kami selalu melakukan Pengawasan tapi tidak seluruh di Pelosok Jawa Timur biasanya pelaku memanfaatkan tempat-tempat yang tidak terjangkau dari pengawasan petugas,”tambah Kepala UPT Pengawasan Benih Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim.

Akibat perbuatannya, Tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 13 tahun 2010 tentang Hortikultura dan Pasal 126 serta Pasal 35 dengan Ancaman Hukuman 2 Tahun Penjara juga Denda Sebesar Rp. 2 Milliar. (Sam)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar