Kapolres Gresik Melalui Satuan Reskrim Unit Pidek Berhasil Mengamankan 13 Satwa Langka Akan Diperjual Belikan,


GRESIK, suryaindonesianews.com
Kepolisian Resort Gresik melalui Satuan Reskrim Unit Pidek berhasil mengamankan sebanyak 13 Satwa Langka yang diduga akan diperjual belikan dipasar secara Illegal. Hal itu di Ungkapkan dalam  Konferensi Pers yang digelar di Halaman Mapolres Gresik, Jl. Basuki Rahmat No. 22 Bedilan, Kabupaten Gresik, hari Selasa pagi (08/10/2019), pukul 10.00 WIB.

Dihadapan Awak Media Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo, S.H, S.I.K, M.H didampingi Kepala BKSDA Wil II Jawa Timur R.M. Wiwied Widodo, S.Hut, Kanit Pidek Sat Reskrim Polres Gresik IPDA. Moch. Suparlan, S.H, dan Paurmin Subbaghumas Polres Gresik IPDA Sri Maryani, S.Sos menjelaskan bahwa Hewan Satwa Langka yang diamankan adalah Hewan yang hampir Punah dan dilindungi.

“Kami mengamankan  Tersangka berinisial DA (31 thn) Warga Kabupaten Gresik yang memiliki 5 Ekor Burung Merak Hijau (Pavo Muticus) karena tidak Memiliki Ijin. Merak Hijau merupakan Satwa Langka yang dilindungi karena Hampir Punah. Dan Tersangka berinisial D yang masih dalam Pencarian yang memperdagangkan 6 Ekor Burung Takur Api dan 2 Ekor Burung Takur Uli Sumatra,"ungkap AKBP Kusworo Wibowo, S.H, S.I.K, M.H.

Dipasaran Burung Merak Hijau (Pavo Muticus) harganya mencapai Rp 25.000.000,-(Dua Puluh Lima Juta Rupiah) per Ekor, Burung Tangkar Uli sekitar Rp. 1.500.000,- (Satu Juta Lima Ratus Rupiah) per Ekor dan Burung Takur Api kisaran harga Rp. 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah) per Ekor.

Semua Burung yang diamankan merupakan Satwa Langka yang dilindungi oleh Pasal 40 Ayat (2) Jo. Pasal 21 Ayat (2) Huruf a UU RI No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya. “Setiap orang dilarang untuk Menangkap, Melukai, Membunuh, Menyimpan, Memiliki, Memelihara, Mengangkut dan Memperniagakan Satwa yang dilindungi dalam Keadaan Hidup”.

Untuk menjaga burung-burung tersebut Tetap Sehat, Polres Gresik berkoordinasi dengan Balai Konservasi  dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur dan menitipkan burung-burung tersebut sebelum dilepas ke Habitatnya semula.

“Kami berkoordinasi dengan BKSDA agar selama ini masih Proses Hukum, burung-burung tersebut jangan sampai Stress apalagi Mati. Setelah ini Satwa tersebut akan diperiksa oleh Dokter Hewan dan Pemeriksaan Perilaku,"ujar Kapolres Gresik.

Atas tindakan Perdagangan dan pemeliharaan Satwa Langka secara Illegal  tersebut, Tersangka  diancam dengan Hukuman Penjara paling lama 5 (lima) Tahun dan Denda paling banyak Rp. 100.000.000 (5eratus Juta Rupiah). (Sp)

Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar