Polda Jatim Berhasil Mengungkap Kasus Tindak Pidana Curanmor, Penggelapan, Pemalsuan Dan Penadahan Kendaraan bermotor.



SURABAYA, suryaindonesianews.com
Anggota Subdit III Jatanras, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim berhasil mengungkap Kasus Tindak Pidana Curanmor, Penggelapan, Pemalsuan dan Penadahan Kendaraan bermotor, digelar di Lapangan Upacara Mapolda Jatim, Jl. Jend. Ahmad Yani No. 116 Surabaya. Pada hari Selasa (24/09/2019).

Berdasarkan Data Kepolisian, setidaknya Komplotan Tersangka ini tercatat sebanyak 8 (Delapan) Laporan Polisi (LP), Yaitu Nomor : LP.A/92/IX/2019/UM/JATIM tanggal 11 September 2019, Nomor : LP.A/95/IX/2019/UM/JATIM tanggal 20 September 2019, Nomor : LP/15/IV/2019/JATIM/RES.SEK PANDAAN tanggal 17 April 2019, Nomor : LP/140/V/JATIM/RES.PAS KOTA tanggal 14 April 2019, Nomor : LP/18/III/JATIM/RES.PAS/SEK BGL tanggal 14 Maret 2019, Nomor : LP/09/III/JATIM/RES.PAS/SEK BGL tanggal 18 Maret 2019, Nomor : LP/23/IX/JATIM/RES.PAS/SEK Beji tanggal 18 September 2019, Nomor : LP. B/223/IX/JTM/BWI tanggal 20 September 2019,

Dari kasus ini, Polisi mengamankan 6 Orang Tersangka. Masing-masing S (40 thn) Warga Desa Lempeni Kec.Tempeh, Kab. Lumajang, M H (33 thn) Warga Dusun JatiWangi Desa Jatirejo, kec. Kunir, Kab. Lumajang, M (40 thn) Warga Dusun Sumberejo Desa Kaliwungu Kec.Tempeh Kab. Lumajang, A M (58 thn) Warga Jl. Cut Mutiah Desa Rogotrunan Kec.Lumajang Kab Lumajang, M N (43 thn) Warga Dusun Pesanggrahan Desa Gempeng, Kec.Bangil Kab. Pasuruan dan Z (32 thn) Warga Perum Andika Graha Kel.Banjar Anyar Kec. Kediri Kab.Tabanan Bali.

Kapolda Jatim Irjen. Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si didamping Waka Polda Jatim Brigjen Drs. Toni Harmanto, MH Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, SIK, SH, M.Hum, Kabid Humas Polda Kombes Pol Frans Barung Mangera, SIK, Kapolrestabes Surabaya Kombes. Pol. H. Sandi Nugroho, SIK, SH M.Hum dan Kasubdit Jatanras AKBP Leonard M Sinambela, SH, SIK, MH menjelaskan, Modus Operandi Komplotan ini menurutnya cukup menarik. Dimana Tersangka menyewa Mobil di Rental selama beberapa hari, kemudian dijual kepada Penadah. Dalam menyewa Mobil Tersangka membawa GPS, dan membuat Kunci Duplikat. Kemudian memasang GPS pada Mobil yang Disewa. "Pada saat dikembalikan, GPS ini disimpan di Mobil tersebut. Sehingga Pelaku ini bisa memantau kendaraan ini ada dimana,"ujar Irjen Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si.

Tujuan pemasangam GPS oleh Komplotan ini adalah, agar bisa memantau keberadaan mobil yang menjadi sasaran kejahatannya tersebut. Dengan demikian, mereka akan mudah Mencuri atau Membawa Kabur Mobil incarannya tersebut. "Setelah itu, barulah dilakukan pencuriannya. Jadi dia dengan alat GPS ini,"imbuhnya.

Tersangka juga menerima Gadai Mobil tanpa di lengkapi surat-surat, kemudian dibuatkan STNK dengan cara menggosok dengan Alat Silet No.Pol yang tertera di STNK Asli. Setelah itu ditempeli dengam No.Pol Baru. Serta Tersangka berpura-pura bertamu ke Rumah Korban dan saat Korban masuk ke dalam Rumah kemudian Mobil dibawa Kabur.

"Tersangka Curanmor dengan membawa GPS kayaknya di Jawa Timur masih baru, dan TKPnya di Banyuwangi tertangkapnya di Malang. Kalau yang lainnya, ini Sindikat. Ini tidak menutup kemungkinan di wilayah-wilayah lain. "Khusus para penyewa--penyewa Mobil,  kalau ada Mobil habis disewa, dicek lagi, jangan sampai ada GPS disimpan ditempat tersembunyi, dan ini menjadi Target mereka,"tandas Irjen Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si.

Barang Bukti yang berhasil diamankan oleh Anggota Subdit III Jatanras, Ditreskrimum Polda Jatim antara lain 1 (Satu) Unit mobil Honda Brio wama Hijau No.Pol DK 903 HX; 1 (Satu) Unit mobil Daihatsu Taruna wama Hitam kombinasi Putih No.Pol L 1028 VT, 1 (Satu) Unit mobil Honda CRV wama Silver No.Pol B 2927 SKU, 1 (Satu) Unit mobil Honda Mobilio wama Abu-Abu No.Pol B 2154 BKL, 1 (Satu) Unit mobil Honda Brio wama Putih No.Pol B 1841 BRA; 1 (Satu) Unit mobil Honda Freed wama Putih No.Pol B 315 EAT, 1 (Satu) Unit mobi! Daihatsu Terrios warna Hitam No.Pol B 1226 PFO, 1 (Satu) Unit mobii Daihatsu Xenia wama Silver Metalik No.Pol W 1430 BX, 1 (Satu) Unit mobil Honda Brio wama Silver No.Pol F 1302 JH; 1 (Satu) Unit mobil Toyota lnnova wama Hitam No.Pol W 1564 VD, 1 (Satu) Unit mobil Honda Mobilio warna Putih No.Pol N 1825 VM; 3 (Tiga) lembar STNK diduga Palsu; 17 (Tujuh Belas) lembar Plastik Bungkus STNK, 14 (Empat Belas) lembar STNK dan Bukti Pembayaran Pajak; 6 (Enam) lembar Bukti Pembayaran Pajak yang sudah tidak berlaku; 4 (Empat) lembar STNK yang sudah tidak beriaku, 1 (Satu) lembar STNK No 1245161 0 yang telah tergunting {Ago Hologramnya, 2 (Dua) lembar Bukti Pembayaran Pajak Daerah yang te1ah tergunting, 1 (Satu) buah Gunting; 2 (Dua) buah Lem Merk Glucol, 1 (Satu) buah Si|et merk Gillette Goal; 2 (Dua) buah isi Pensii merk G‘cyko, 1 (Satu) buah Pensii merk Joyko; 1 Buah STNK No.Poi N 1825 VM, 1 Buah Kunci Serep, Bendel Berkas Kredit Mobil; 1 (Satu) lembar Fc BPKB, 1(Satu) HP.

Atas perbuatannya para Tersangka terjerat Pasal 363 KUHP dengan Ancaman Hukuman Penjara selama 7 Tahun.
Tersangka dengan Tindak Pidana Pemalsuan pasal 263 KUHP dengan Ancaman Hukuman Penjara selama 6 Tahun.
Tersangka dengan Tindak pidana penggelapan Pasal 372 KUHP dengan Ancaman Hukuman Penjara selama 4 Tahun.
Sedangkan Tersangka dengan Tindak Pidana Penadahan dikenakan Pasal 480 KUHP dengan Ancaman Hukuman Penjara selama 4 Tahun. (Sam)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar