Polda Jatim Akhirnya Resmi Menahan Tri Susanti Dan Syamsul Arifin Tersangka Kasus Kerusuhan Di Asrama Mahasiswa Papua Kota Surabaya




SURABAYA, suryaindonesianews.com
Penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim akhirnya menahan Tri Susanti (Alias Susi) Tersangka Ujaran Kebencian dan Penyebaran Berita Bohong (Hoaks), serta Syamsul Arifin (Alias SA) Tersangka Ujaran Rasialisme Di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya, Jalan Kalasan No.10, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Waka Polda Jatim Brigjen Pol Drs. Toni Harmanto, M.Hum didampingi Wadir Krimsus AKBP Arman Asmara Syarifuddin, SH, SIK, MH bertempat di Lobby Gedung Ditreskrimsus Polda Jatim mengatakan bahwa hari ini Kedua tersangka dilakukan Penahanan Resmi, Keduanya akan ditahan hingga 20 hari ke depan, hari Selasa (03/09/2019), pukul 13.45 WIB

Menurut Waka Polda Jatim Brigjen Pol Drs. Toni Harmanto, M.Hum, Polisi memiliki Tiga Alasan untuk menahan Dua Tersangka Tri Susanti (Alias Susi) dan Syamsul Arifin (Alias SA), yaitu untuk mempernudah Penyidikan, Berpotensi mengulangi Tindakan melawan Hukum, dan Para Tersangka dikhawatirkan bisa menghilangkan Barang Bukti

"Tentu ada Tiga di Hukum secara Pidana. Pertama Kekhawatiran akan mengulangi Tindak Pidana. Kedua Kekhawatiran untuk mrnghilangkan Barang Bukti dan Ketiga Berkaitan dengan menghambat Proses Penyidikan,"ujar Brigjen Pol Drs. Toni Harmanto, M.Hum.

Baik Tri Susanti (Alias Susi) dan Syamsul Arifin (Alias SA), sebelumnya telah menjalani Pemeriksaan selama 12 Jam lamanya dan Kedua Tersangka dicecar 37 Pertanyaan yang dilakukan oleh Penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, pada hari Senin (02/09/2019) dan Pemeriksaan tersebut berakhir pada hari Selasa Dini hari (03/09/2019)

Akhirnya Tersangka Tri Susanti (Alias Susi) dijerat Pasal 45 A Ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 160 KUHP, Pasal 14 Ayat (1) Ayat (2) dan Pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sedangkan Tersangka Syamsul Arifin (Alias SA), dijerat Pasal 45 A Ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 160 KUHP, Pasal 14 Ayat (1) Ayat (2) dan Pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Ditambah dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Rasis dan Etnis dengan  Ancaman Pidana Penjara paling lama 5 Tahun dan Denda paling Banyak sebesar Rp. 500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah).

Sebelum Kedua Tersangka dijebloskan dalam Tahanan Polda Jatim, Kedua Tersangka memakai Baju Tahanan berwarna Orange dikawal Penyidik menuju Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya H.S. Samsoeri Mertojoso Jalan. Jenderal Ahmad Yani No.116, Ketintang, Gayungan, Surabaya, akan diperiksa Kesehatannya

Dalam Kasus ini, Tersangka Tri Susanti (Alias Susi) adalah Korlap Ormas saat Aksi Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan No.10, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Kota Surabaya, Jawa Timur, Beberapa Waktu yang Lalu. Tersangka Tri Susanti (Alias Susi) diduga menjadi Oknum Penyebar Ujaran Kebencian, Hasutan, dan Berita Bohong (Hoaks) saat Insiden berlangsung.

Selain itu Tri Susanti (Alias Susi) diketahui juga sebagai Caleg DPRD Kota Surabaya dari Partai Gerindra pada Pemilu tahun 2019 lalu. Susi merupakan Anggota FKPPI yang telah dicabut Keanggotaannya. Tri Susanti (Alias Susi) pernah menjadi Saksi Kubu Prabowo - Sandi dalam Sidang Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu.

Sedangkan Tersangka Syamsul Arifin (Alias SA), diketahui adalah Salah Satu Oknum ASN Pemkot Kota Surabaya yang Berdinas disalah satu Kecamatan di Kota Pahlawan Surabaya. Tersangka Syamsul Arifin (Alias SA), diduga Melontarkan Ujaran Rasialisme dengan sebutan Binatang ke Arah Mahasiswa Papua pada saat Aksi Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan di Jalan Kalasan No.10, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Aksi Tersangka Syamsul Arifin (Alias SA), Terekam dalam Video yang kemudian beredar di Media Sosial. Video tersebut kemudian menjadi Barang Bukti Penyidik Polda Jatim untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai Tersangka. (Sam)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar