Kapolda Jatim Tetapkan Tersangka Baru Vetonica Koman Dalam Insiden Di Asrama Mahasiswa Papua Kalasan Surabaya


SURABAYA, suryaindonesianews.com
Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Luki Hermawan, M.Si didampingi Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol H. Sandi Nugroho, SIK, SH, M.Hum dan Wadirkrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara Syarifuddin, SH, SIK, MH telah menetapkan tersangka terkait Kasus Penyebaran Informasi Hoaks dan Provokasi dalam Insiden Warga Papua di Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan No. 10 Pacar Keling, Kec. Tambaksari Surabaya Jawa Timur dan Provinsi Jayapura Papua, Tersangkanya Vetonica Koman (VK), hari Rabu (04/09/2019), pukul 12.30 WIB dalam Jumpa Pers di Lobby Gedung Tribrata Mapolda Jatim, Jalan. Jenderal Ahmad Yani, No. 116, Gayungan, Kec. Wonocolo, Kota Surabaya

“Saudara Vetonica Koman (VK), yang sebelumnya Kami panggil sebagai saksi untuk tersangka Tri Susanti tetapi ia tidak datang memenuhi panggilan tersebut. Dari Hasil Analisa, setiap kejadian unjuk rasa atau kerusuhan yang menyangkut Warga Papua, Vetonica Koman (VK) diketahui selalu berada di tempat kejadian walaupun pada saat kejadian yang kemarin VK tidak berada di tempat kejadian namun VK sangat Proaktif lakukan Provokasi. Bahkan peristiwa Unjuk Rasa atau Kerusuhan yang Menyangkut Papua yaitu pada bulan Desember 2018, VK juga berada di tempat kejadian dan membawa 2 Wartawan Asing,”ungkap Kapolda Jatim.

Hasil Gelar tadi malam berdasarkan Bukti Permulaan yang Cukup yaitu dari Foto dari HP dan Keterangan Warga Masyarakat bahwa Veronica Koman (VK) sangat Proaktif saat berada di Peristiwa atau Kejadian yang berkaitan dengan Mahasiswa Papua, karena itu Veronica Koman (VK) kami tetapkan sebagai Tersangka baru dalam Kasus ini. Pada saat ini
Veronica Koman (VK) sudah berada di Luar Negeri,"sambung Irjen Pol Drs. Luki Hermawan, M.Si.

Lebih lanjut Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Luki Hermawan, M.Si mengatakan, Veronica Koman (VK) juga sangat Pro Aktif melakukan Provokasi baik di Dalam Negeri maupun Luar Negeri melalui Media Sosial Twitter dengan Akun @veronicakoman. Pada saat kejadian kemarin, yang bersangkutan tidak ada di tempat, namun melalui Twitter sangat Aktif Memberitakan, Mengajak, Memprovokasi, dimana VK mengatakan ada seruan Mobilisasi Aksi Monyet turun ke jalan untuk besok di Jayapura ini pada Tanggal 18 Agustus 2019. Cuitan di Akun inilah Veronica Koman (VK) ditetapkan menjadi tersangka dalam Kasus Terkait Warga Papua,"tutur Irjen Pol Drs. Luki Hermawan, M.Si.

Tersangka Veronica Koman (VK), kelahiran Medan dan berKTP WNI (Warga Negara Indonesia), banyak mempunyai Keluarga berdomisili Luar Negeri. Serta menempuh Pendidikan di Kampus Swasta ternama di Jakarta dan meraih Gelar Sarjana Hukum dan sebagai Pengacara Hak Asasi Manusia (HAM). Sosoknya memang Aktuf dalan dunia Aktivis.

Ada juga tulisan Momen Polisi mulai menembaki ke dalam Asrama Mahasiswa Papua total tembakan sebanyak 23 Tembakan termasuk Tembakan Gas Air Mata, 23 (Dua Puluh Tiga) orang Mahasiswa ditangkap dengan Alasan yang Tidak Jelas, 5 (Lima) Terluka dan 1 Kena Tembakan Gas Air Mata, Anak-anak tidak makan selama 24 Jam Haus dan terkurung disuruh keluar ke Lautan Massa. "Semua Kalimat menggunakan Bahasa Inggris,”jelas Kapolda Jatim.

Karena dianggap sangat Aktif melakukan Provokasi Tersangka Veronica Koman (VK), dijerat dengan Pasal berlapis yaitu UU ITE, KUHP Pasal 160 UU No. 1 tahun 1946 dan UU No. 40 tahun 2008. "Jadi ada Empat Undang-Undang yang Kita lapis,"ujar Irjen Pol Drs. Luki Hermawan, M.Si.

Kami akan melakukan kerja sama dengan BIN dan Interpol untuk Menindak Lanjuti Kasus ini. (Sam)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar