Ditlantas Polda Jawa Timur menganalisa Dan Mengevaluasi Gelaran Operasi Patuh Semeru 2019



SURABAYA, suryaindonesianews com
Ditlantas Polda Jawa Timur mengungkapkan Hasil Operasi Patuh Semeru 2019 yang digelar selama 14 hari, Mulai 29 Agustus 2019 sampai dengan 11 September 2019 berdasarkan Analisa dan Evaluasi hasilnya Pelanggaran Lalu Lintas di Jawa Timur mengalami Kenaikan 16.50 Persen dibanding Tahun Sebelumnya.

Sebagai mendominasi Pelanggaran Lalu Lintas Generasi Milenial. Adapun Jenis Pelanggarannya meliputi melawan Arus, Tidak memakai Helm SNi, Mngunakan HP dan Pengaruh Alkohol.

Pelanggaran yang paling banyak ditindak yaitu Pelanggaran yang dilakukan oleh anak di bawah Umur. Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Budi Indra Dermawan, SIK, MM memaparkan Jumlah Pelanggaran yang dilakukan anak di bawah Umur dan dilakukan Penindakan Selama Operasi Patuh Semeru 2019 sebanyak 56.192 Kasus.Jumlah ini Naik sekitar 50 Persen dibanding tabun sebelumnya yang hanya 37.513 Kasus.

"Memang salah Satu Target kita yaitu melakukan Penindakan pada jam-jam tertentu yang kita lihat, pada jam itu jutru anak-anak di bawah umur mengendarai Kendaraanbya. Padahal belum saatnya mengendarai sendiri,"ungkap Kombes Pol Budi Indra Dermawan, SIK, MM saat menggelar Konferensi Pers di Gedung Ditlantas Polda Jatim, hari Kamis pagi (12/09/2019), pukul. 08.00 WIB.

Selama dijalankannya Operasi Patuh Semeru 2019 yang banyak ditindak adalah terkait Kepatuhan menggunakan Helm berstandar SNI. Menurut Kombes Pol Budi Indra Dermawan, SIK, MM ada sekitar 33.573 Kasus dimana Pengendara Tidak Mengenakan Helm SNI pada 2019. Jumlah ini Naik sekitar Lima Persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 31.940 Kasus.

Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Budi Indra Dermawan, SIK, MM melanjutkan Pelanggaran Melawan Arus juga mengalami Peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Bahkan Peningkatannya mencapai 72 persen. Tahun ini,"katanya. Pelanggaran Melawan Arus sebanyak 27.522 Kasus. Sementara tahun sebelumnya hanya 15.986 Kasus.

Kasus lain yang juga mengalami Peningkatan adalah menggunakan Handphone saat berkendara. Tahun ini ada 2.693 Kasus.  Padahal tahun sebelumnya hanya 2.565 Kasus. Pelanggaran Batas Kecepatan juga meningkat dari 211 Kasus pada tahun 2018, menjadi 1.507 Kasus pada tahun 2019.

Pelanggaran Menggunakan Sabuk Pengaman juga meningkat dari 6.141 Kasus pada tahun 2018, menjadi 6.722 Kasus pada tahun 2019. Kasus Penggunaan Lampu Rotator juga mengalami Peningkatan dari semulahanya Satu Kasus, menjadi 24 Kasus pada tahun 2019. Sementara Kasus Pengendara dalam pengaruh Minuman Keras, menurun dari 74 Kasus pada tahun 2018, menjadi 17 Kasus pada tahun 2019.

Kombes Pol Budi Indra Dermawan, SIK, MM berharap, digelarnya Operasi Patuh Semeru Tahun 2019 ini bisa berdampak pada Kebiasaan Masyarakat dalam berlalu lintas. Diharapkan bisa Meningkatkan Kesadaran Berkendara dan Berlalu Lintas, yang ujungnya bisa berpengaruh pula pada Meningkatnya Tingkat Keselamatan.

"Diharapkan masyarakat itu sudah mulai Tertib Berkendara. Untuk itu kita Laksanakan Kegiatan Operasi Patuh Tahun 2019 ini,"ujar
Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Budi Indra Dermawan, SIK, MM.

Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Budi Indra Dermawan, SIK, MM menambahkan bahwa Jumlah Kejadian Laka Lantas dalam Operasi Patuh Semeru 2019 mengalami Penurunan Cukup Signifikant dibandingkan Tahun 2018. Sementara Penindakan di lapangan mengalami Peningkatan. (Sam)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar