Mantan Ketua PSSI Kota Pasuruan, Tersangka Korupsi Dana Hibah


SURABAYA, suryaindonesianews com
Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Jatim mengungkap Kasus Tindak Pidana Korupsi Dana Hibah Pemkot Pasuruan untuk PSSI Kota Pasuruan Periode Tahun 2013- Tahun 2015. Dalam Kasus ini menyeret Satu Orang Tersangka, Mantan Ketua PSSI Cabang Pasuruan, Edi Hari Respati. Dia juga sebagai Mantan Camat Panggungrejo, Kota. Pasuruan.


Praktik Korupsi yang dilakukan Edi Hari Respati, pada Tahun 2013 s/d Tahun 2015, pada saat Perekrutan Pamain Amatir dari Kota Pasuruan U-16 dan U-19 Junior Liga Ramaja.

"Dalam Pendistrubusian Dana Hibah ditemukan Data yang tidak sesuai dengan Anggaran sebenarnya. Contoh uang sebesar Rp. 2.500.000,- (Dua Juta Lima Ratus Rupiah), seharusnya diberikan kepada Pemain, namun hanya diberikan sebesar Rp. 1.700.000,- (Satu Juta Tujuh Ratus Rupiah).

AKBP Arman Asmara Syarifuddin, SH, SIK, MH Wadir Krimsus Polda Jatim menjelaskan bahwa Tersangka Edi Hari Respati mempergunakan Dana Hibah yang diterima Oleh PSSI Kota Pasuruan untuk Kepentingan Pribadi. Tersangka sempat membuat Dokumen Palsu agar bisa mengkorupsi Dana Hibah. "Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ), atas penggunaan Dana Hibah PSSI Kota Pasuruan yang berisi data-data Fiktif dan Mark-Up"

Kerugian tersebut ditemukan berdasarkan hasil penyidikan diperkuat dengan laporan hasil pemeriksaan atau Audit yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, (BPKP) Perwakilan Provinsi Jawa Timur

Masih menurut AKBP Arman Asmara Syarifuddin, SH, SIK, MH mengatakan Dana Hibah yang dikorpusi Tersangka bersumber dari APBD Kota Pasuruan tahun anggaran 2013-2015. Dana Hibah ini digelontorkan oleh Pemkot Pasuruan melalui KONI Kota Pasuruan untuk PSSI Kota Pasuruan sebesar Rp 15,249,970 Miliar.

"Kasus Dana Hibah di tahun 2013 sampai dengan 2015 yang diperuntukkan untuk PSSI Kota Pasuruan. Dana Hibah tersebut dari KONI Pasuruan Kota,  kemudian ditemukan ada sekitar Rp 3,8 Miliar sementara dinilai untuk kerugian di tahun 2015 adalah Kerugian Negara,"ujar AKBP Arman Asmara Syarifuddin, SH, SIK, MH, pada saat Pers Rilis di Ruang Humas Polda Jatim, Jalan Jend Ahmad Yani No. 116 Surabaya, hari Kamis (04/07/2019).

Wadir Krimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara Syarifuddin, SH, SIK, MH menambahkan, saat ini Polisi melakukan Pemeriksaan secara Maraton terhadap Saksi-Saksi. Jumlah Saksi yang dihadirkan sebanyak 82 orang termasuk Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Pasuruan, PSSI, KONI, BPK hingga Bank Jatim.

Polisi selain menahan tersangka Edi Hari Respati, juga mengamankan beberapa Barang Bukti, antara lain Dokumen Proposal Permohonan LPJ, Laptop, Bukti Pencairan Dana Hibah dan Rekening Koran Bank Jatim milik KONI Kota Pasuruan.

Atas perbuatannya, tersangka Edi Hari Respati terjerat Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3. "Ancaman Hukuman Seumur Hidup kemudian Pidana penjara paling singkat 4 tahun dan Denda Rp. 1 Miliar,"ujar AKBP Arman Asmara Syarifuddin, SH, SIK, MH. (Sam)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar