Citra SMP Lab School Unesa Surabaya Tercoreng Akibat Ulah Bejat Oknum Kepsek


SURABAYA, suryaindonesianews.com
Ulah bejat Kepala Sekolah SMP Laboratorium School Unesa Surabaya,  berinisial AS, S.Pd.I, MPd (40 Tahun), Warga Trosobo Kec. Taman Sidoarjo. Patut mendapat Ganjaran Setimpal secara Hukum karena melakukan Tindak Penganiayaan dan Pencabulan terhadap 6 (enam) orang Siswa (Korban) yang Notabene usianya masih dibawah umur (rata-rata usia 15 tahun).

Hal ini terungkap saat Pihak Unit 1 Renakta Subdit IV Ditreskrimum Polda Jawa Timur melakukan Konferensi Pers terkait Tindak Pindana Penganiayaan dan atau Pencabulan terhadap anak dibawah umur dengan tersangka AS bertempat di Halaman Ditreskrimum Polda Jatim, hari Jumat Siang (05/07/2019), pukul 14.00 WIB kepada Awak Media berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LPB/282/IV/2019/UM/JATIM tanggal 8 April 2019.

Menurut Kasubdit IV/Tipid Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Festo Ari Permana, SIK didampingi oleh Kanit I Renakta Ditreskrimum Polda Jatim Kompol Sintamau
mengatakan Kasus Tindak Pidana Penganiayaan dan Pencabulan terhadap Enam orang Siswa SMP Lab. School Unesa Surabaya dilakukan oleh tersangka AS, S.Pd.I, MPd selaku Kepala Sekolah SMP Lab School Unesa.

"Jadi ada Dua Kasus yang disangkakan kepada tersangka AS, S.Pd.I, MPd. Pertama, terkait Kasus Penganiayaan di mana AS, S.Pd.I, MPd memukul punggung korban dengan pipa paralon di Ruang Kelas (TKP 1) dan Kedua Kasus Pencabulan di mana menurut laporan AS, S.Pd.I, MPd Memegang dan Meremas Kemaluan Siswa (Korban) saat sedang Wudhu dan Dzikir di Mushola SMP Lab. Shcool Unesa (TKP 2),"jelas AKBP Festo Ari Permana, SIK.

Terkait Ancaman Pasal yang dikenakan pada Tersangka AS, S.Pd.I, MPd,"ungkap AKBP Festo Ari Permana, SIK yaitu Pasal 80 dan atau Pasal 82 Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Dengan Ancaman Hukuman Penjara maksimal 15 Tahun.

Adapun Kronologinya,  pada tanggal 3 April 2019 Pelapor mengadakan Pertemuan dengan Wali Murid untuk membahas Nilai Anak-Anak mereka yang turun. Pada saat pertemuan tersebut salah Satu Wali Murid mengatakan bahwa anaknya telah menjadi Korban Pencabulan oleh tersangka AS, S.Pd.I, MPd

"5elanjutnya, setelah Pertemuan tersebut masing-masing Wali Murid menanyakan kepada anaknya. Dan memang benar ada yang menjadi Korban Pencabulan dengan Tersangka AS, S.Pd.I, MPd. Kemudian pada tanggal 8 April 2019, Pelapor dan Wali Murid lainnya melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polda Jatim,"ujar Kasubdit IV/Tipid Renakta Ditreskrimum Polda Jatim.

Dengan Barang Bukti laporan dari Korban berupa 8 (Delapan) Lembar Foto Copi KSK Legalisir. (Sam)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar