Polda Jatim menggelar Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Semeru 2019 Dan Persiapan Pengaman Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum




SURABAYA, suryaindonesianews.com
Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Semeru 2019 Dan Persiapan Pengaman Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum digelar di Lapangan Depan Mapolda Jatim, Jalan Jend Ahmad Yani No. 116 Surabaya, hari Kamis (13/06/2019), pukul 08.00 WIB. Sebagai Komadan Upacara AKBP Eko Hengky Prayitno, SIK.

Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Semeru 2019 digelar dalam rangka Persiapan Pengamanan Sidang Sengketa Pemilihan Presiden dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Luki Hermawan, M.Si didampingi Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI R. Wisnoe Prasetja Boediana dan Wakil Gubernur Jatim Dr. H. Emil Elestianto Dardak M.Sc, saat Memimpin Apel mengatakan, apel kali ini berbeda dengan Apel-Apel Operasi Ketupat biasanya. Sebab, Apel Konsolidasi ini berkaitan dengan Kegiatan Sidang yang ada di Jakarta.

Dalam amanatnya Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Luki Hermawan, M.Si menyampaikan bahwa Operasi Ketupat Semeru 2019 berlangsung dengan lancar dan dinilai bahwa Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2019 lebih baik daripada Tahun sebelumnya dengan berdasarkan data dari Anev Ops Ketupat 2019 yang menunjukkan bahwa menurunnya Angka Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas cukup Signifikan yaitu Menurun sebesar 20%.

"Baru tahun ini ada Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Semeru 2019 karena dilanjutkan ada Kegiatan Sidang yang nanti akan dilakukan tanggal 22 Juni sampai tanggal 28 Juni 2019. Pada tanggal 14 Juni 2019, sudah dimulai. Kita akan meningkatkan Pengamanan terkait dengan Sidang dari Putusan MK,"ungkap Irjen Pol Drs. Luki Hermawan, M.Si.

Dalam Pengamanan tersebut, lanjut Irjen Pol Drs. Luki Hermawan, M.Si, Pasukan yang dikirim untuk Bantuan Kendali Operasi (BKO) ke Jakarta dalam mengamankan Sidang, yaitu 1200 Personel. Sementara untuk Pengamanan di Jatim, Polri telah meminta bantuan TNI.

"Pasukan kami yang ada di sana sudah ada 1200 Orang sampai sekarang, sebelum dari tanggal 17 April 2019 kemarin, dan dari 21-22 Mei 2019 sudah ada di Jakarta. Sehingga di sini kita minta bantuan TNI,"jelasnya.

Dalam Pengamanan di Jatim, selain TNI, Polda Jatim juga dibantu Stakeholder lainnya dari Forkopimda Jatim beserta para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

"Dalam Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Semeru 2019, Kami dibantu oleh Stakeholder, oleh TNI, dengan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat. Serta dari Gubernur Jatim Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si, juga sangat Perhatian sekali dengan Masalah Keamanan di Jawa Timur dan Siap mengamankan jalannya Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum, sehingga akan terwujud Situasi Kamtibmas di Wilayah Jawa Timur yang Aman dan Kondusif. Karena terkait dengan Jawa Timur, kami selalu Koordinasi dengan Forkopimda Jatim,"ungkapnya.

Dalam pengamanan di Jawa Timur, disiagakan sebanyak 6331 Personel, dari TNI sebanyak 2980 Personel. Ribuan Personel tersebut disiapkan sesuai Perkembangan Situasi Kamtibmas Pasca Pemilu 2019.

Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Luki Hermawan, M.Si, menyebutkan salah satu Imbas Pasca Pemilu 2019 yaitu Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura beberapa waktu lalu. Kasus tersebut menurutnya sebagai bentuk bahwa Jatim menjadi salah Satu Target untuk menciptakan Gangguan Kambtibmas.

"Bahwa Jawa Timur membuktikan menjadi salah satu Target untuk menciptakan Gangguan Kamtibmas, bagi beberapa Pihak yang tidak bertanggung jawab, yang menginginkan adanya ketidak Stabilan Kamtibmas Pasca Pemilu,"ujar Irjen Pol Drs. Luki Hermawan, M.Si.

Ribuan Personel Gabungan itu akan disebar untuk melakukan Pengamanan di Kantor KPU, Bawaslu, Gudang Logistik dan Obyek Vital yang berada di Jawa Timur. Pola Pengamanan dilakukan Preventif, Represif yang didukung Intelejen.

Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Luki Hermawan, M.Si, berpesan kepada Seluruh Pasukan yang bertugas agar selalu Menyiapkan Diri dan Meningkatkan Kewaspadaannya. Senantiasa melakukan Deteksi dini terhadap kemungkinan munculnya Konflik serta Menjalin Komunikasi dengan Para Tokoh Agama maupun Masyarakat.

Dalam Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Semeru 2019 Dan Persiapan Pengaman Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum, tampak hadir Kasgartap III/Surabaya, Para Pejabat Utama Polda Jatim, Para Pejabat Utama Kodam V Brawijaya serta Unsur Pimpinan terkait, Para Personil Polri dan TNI serta Instansi terkait yang terlibat dalam Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2019.

Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Semeru 2019 Dan Persiapan Pengaman Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum, Kapolda Jatim, Wakil Gubernur Jatim dan Pangdam V Brawijaya memberikan Penghargaan Pos Pengamanan terbaik Ops Ketupat Semeru 2019 kepada Polres Gresik, Polres Tulungagung dan Polres Bojonegoro, serta Pos Pelayanan terbaik Ops Ketupat Semeru 2019 antara lain diraih oleh Polres Gresik, Polres Tuban serta Polres Bangkalan.

Dalam kegiatan kali ini yang berhasil meraih Juara Umum POS PAM POS YAN yaini Polres Gresik diterima AKP Wikha Adilestanto SH, SIK Kasat Lantas Polres Gresik dan AKP Ricky Tri Dharma, SH, SIK Kasat Lantas Polres Tuban Sekaligus memberikan Penghargaan kepada Kapten Inf. Imam Su'udi Danramil 0817/01 Gresik dan Sertu Solikin Babinsa Desa Klegen Koramil 0803/15 Madiun yang telah membantu Polri dalam kejadian Laka Lantas selama Operasi Ketupat Semeru 2019. (Sam)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar