Komisi II DPRD Gresik Sidak Ke Pasar Baru Gresik


 GRESIK, suryaindonesianews.com
Masalah yang menjadi Topik bahasan dan Sidak Komisi II DPRD Gresik kali ini, yakni terkait Pemotongan Luas Stand (Kios) Pasar Baru Gresik, Keberadaan Stand (Kios) Bungkus dan Keamanan Pasar Baru kata Ketua Komisi II DPRD Gresik membidangi Perekonomian dan Keuangan sebagai Ketua Komisi H. Sholihuddin, SHI, MH, saat Sidak bertempat di Ruang Pertemuan UPTD Pasar Baru Gresik, hari Selasa (02/04/2019).


Pada acara Sidak di Pasar Baru Gresik, juga dihadiri H. Mustaqim (Sekretaris Komisi II) DPRD Gresik, Hj. Komsatun, S.Sos (Anggota Komisi II) DPRD Gresik, Subatriyah, SH, M.Kn (Kasie Peredaran Barang dan Perlindungan Konsumen) Diskoperindag Gresik, Agung Yuswantoro, SE ( Kasie Usaha Perdagangan Kecil dan Non Formal) Diskoperindag Gresik, Zaini Sa'dan, SE Kepala UPTD Pasar Baru Gresik,
Chumaidi, ST Ketua Paguyuban Pasar Baru, Samsul Bahri, SH Sekretaris Paguyuban Pasar Baru dan Pegawai PKH Sosial, serta Hj. Kamisih dan Koderi (kedua Perwakilan Padagang Pasar Baru).


Tiga Orang Legislator dari Komisi II yang hadir menerima masukan dan Keluhan baik dari Pedagang Pasar dan Paguyuban Pedagang Pasar Baru. Seperti Pemotongan Stand (Kios) yang dialami 26 Pemilik stand (Kios). Beberapa diantaranya Koderi yang mengaku memiliki Luas Stand (Kios) Awal Luas 12,5 M x 8 M Sekarang Luas 8,5 M x 8 M dipotong 4 M, lalu ada lagi Hj. Kamisih (45 th) selaku Pedagang Ayam Potong serta Pedagang Kebutuhan Pangan lainnya (Peracangan) merasa telah kehilangan Stand (Kios) miliknya yang sudah digeluti selama 25 tahun, merasa Kehilangan Stand (Kios).

Hj. Kamisih yang merasa telah memiliki Stand (Kios) Atas No. Los Kelas 1 dengan Luas 30 Meter, sesuai Surat Ijin Menempati (SIM), sekarang Luasnya tinggal 13 Meter di Potong 17 Meter. Dari 26 orang Pedagang pemilik Stand (Kios) yang luas Lahan di Potong Bervariasi.


Dari Kasus Pemotongan Luas Stand (Kios), masuk ke Meja Hijau (PN Gresik) dimana Pihak
Hj. Kamisih selaku Pedagang Pasar Baru  menggugat Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Dan Perindag (Diskoperindag) Gresik. Saat ini masuk Proses Persidangan.


Sementara Perwakilan
Dinas Koperasi, Usaha Mikro Dan Perindag (Diskoperindag) Gresik Subatriyah, SH, M Kn selaku Kasie Peredaran Barang dan Perlindungan Konsumen menegaskan Pihaknya sudah memberi masukan kepada Para Pedagang tersebut, saat itu bila ada Pedagang pasar baru yang terkena Dampak Potongan Luas Stand (Kios), agar mengajukan Gugatan ke Ranah Hukum.

“Karena jalan keluarnya tidak ada lagi yang bisa hanya ditempuh Jalur Hukum. Saat ini kami tidak bisa berkomentar menunggu Hasil Putusan Pengadilan Negeri Gresik,”katanya

Terkait Pemotongan Luas Stand Pasar Baru Gresik, H. Sholihuddin, SHI, MH, sependapat dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Dan Perindag (Diskoperindag)
Gresik, menunggu Putusan Hukum Pengadilan Negeri Gresik.

Untuk masalah keberadaan Stand Pasar Bungkus yang dikeluhkan Para pedagang Pasar Baru karena mengurangi Rezeki dan Pembeli Berkurang di Pasar Baru, diduga Pasar Stand Bungkus tidak pernah memberikan masukan PAD ke Pemkab Gresik.

Kembali Ketua Komisi II
DPRD Gresik H. Sholihuddin, SHI, MH ini minta waktu untuk mengundang Pihak Diskoperindag Gresik datang ke Dewan terkait masalah ini.

Sedangkan masalah Kerawanan Keamanan di Pasar Baru Gresik, para Pedagang meminta pihak UPTD Pasar Baru untuk lebih Sigap Memantau dan Patroli ke stand-stand.

Dan mereka Merasa Peran Keamanan Pasar Baru kurang bekerja dengan Maksimal karena di lapangan terjadi Pencurian Bumbu Micin dan ada salah Satu stand Ayam yang mengalami Kerugian banyak, karena ayamnya membusuk tak bisa dijual. Sebabnya,setelah ditelisik ternyata Kabel Freser Pendingin ayam dilepas dari Stop Kontak jaringan listrik.

Menanggapi hal tersebut Kepala UPTD Pasar Baru Gresik, Zaini Sa'dan, SE mengakui bahwa Pihaknya memang kekurangan jumlah Personel Security, Idealnya 9 Personil, tapi saat ini baru 7 Personel. Selain itu, ada 16 Buah CCTV yang dirasa kurang di mana Idealnya 30 buah CCTV". Pihaknya akan mengajukan tambahan Personel Keamanan (Security) 2 Personel dan 14 CCTV lagi ke Dinas Koperasi, Usaha Mikro Dan Perindag (Diskoperindag) Gresik.

Kita akan Perbaiki Kekurangan saat ini dan ke depannya. Tingkat Keamanan di Pasar Baru Gresik akan terjamin,”ujarnya di depan Komisi II DPRD Gresik dan Paguyuban Pedagang Pasar Baru.

Ketua Komisi II DPRD Gresik H. Sholihuddin, SHI, MH, diakhir Sidaknya mengatakan masukan ini akan menjadi Referensi Kami memberikan Solusi terbaik agar masalah ini bisa terselesaikan dan tidak berlarut. “Kami akan menemui Pihak terkait akan masalah ini untuk menemukan Solusi Penyelesaian. Terkait Kasus Hukum, kami tunggu putusan PN Gresik,”tutupnya.(Sp)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar