Dukung Kesuksesan Pemilu 2019, Polda Jatim Menggelar Simulasi Sispamkota


SURABAYA, suryaindonesianews.com
Polda Jatim menggelar Simulasi Sistem Pengaman Kota (Sispamkota) di Lapangan Kodam V/ Brawijaya Surabaya, Gunung Sari Dukuh Pakis, Jalan Pulosari III No. 87 Sawunggaling, Wonokromo, Surabaya, Selasa (19/03/2019), pukul 08.00 WIB


Simulasi Sispamkota dalam Rangka Pengamanan Pemilu Tahun 2019 yaitu tanggal 17 April mendatang di Provinsi Jawa Timur


Hadir dalam Simulasi Sistem Pengaman Kota (Sispamkota) yaitu Kapolda Jawa Timur IRJEN Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si, Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si, dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi,  serta Tim Sukses Calon Presiden.


Simulasi Sistem Pengaman Kota (Sispamkota) ini dipimpin dan dibuka langsung oleh Kapolda Jatim IRJEN Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si 


Kapolda Jatim IRJEN Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si menyatakan Simulasi yang digelar menunjukkan kesiapan Polda Jatim dalam mengamankan dan memastikan Pesta Demokrasi di wilayah itu berjalan lancar.

"Untuk Pemilu tahun ini semua tahapan kami waspadai karena Pemilu tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Ada Tiga Pola yang Satu Pola Rawan dan Sangat Rawan. Di TPS (Tempat Pemungutan Suara) akan ada Satu Anggota dan dibagi bagi semua yang sesuai dengan daerah mana yang rawan,"katanya 

Dalam Simulasi Sispamkota ditunjukan Sistem Pengamanan yang dilakukan TNI/Polri saat Pemilu 2019. Seperti Mengamankan waktu pengiriman Surat dan Kotak Suara dan Perhitungan Surat Suara

"Dengan seperti ini TNI/Polri dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur Mantap menciptakan Pesta Demokrasi Pemilu 2019 memjadi Aman,"kata Kapolda Jatim.

Tanggal 22 Maret kami gelar pasukan secara nasional. Pelaksanaan Pilkada serentak 2018 kemarin, Jatim aman dan mudah-mudahan untuk Pemilu 2019 aman dan lancar,"ujar IRJEN Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si. 

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi, juga mengungkapkan semua Kekuatan TNI juga siap untuk mendukung Pengamanan Pemilu 2019.

Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi, menjelaskan, adapun Kekuatan yang Diterjunkan TNI adalah 2/3 Personil kekuatan Polisi yakni 17 Ribu Personil. Sebagai Rincian 14 Ribu Personil dari TNI AD, 2.500 Personil dari TNI AL dan 1.000 Personil dari TNI AU.

Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si, menyatakan jika Provinsi Jawa Timur yang dipimpinnya butuh Pengamanan Berlapis dan Berjenjang, termasuk Kesiapsiagaan Masyarakat.

"Jadi kalau ada 130.010 TPS, bisa membayangkan kalau kemudian Proses Penghitungannya bisa sampai Dini Hari. Tentu dari seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota, terutama juga Pemprov harus mengkoordinasikan Detail dengan PLN untuk memastikan tidak ada Mati Lampu, sehingga harus melakukan Kesiapsiagaan,"ucapnya.

Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si mengingatkan Pemilu 2019 kali ini berbeda dengan Pilkada 2018, karena akan melibatkan banyak orang. Itu tidak terlepas dari digelarnya Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden secara bersamaan.

"Saya ingin mengajak adalah bagaimana dalam Pengamanan masyarakat tim dari Polda dan TNI bekerja sama. Selain itu juga seluruh Partai Pengusung harus ikut untuk menjamin Keamanan dan Kelancaran Pemilu di Jatim,"jelas Gubernur Jawa Timur. (Sam)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar