Satlantas Polres Gresik Akan Menilang Motor Pakai Knalpot Brong

GRESIK, suryaindonesianews.com
Salah satu Modifikasi umum yang dilakukan pemilik sepeda motor yaitu mengganti knalpot standar dengan model racing. Meskipun modifikasi adalah Hak setiap pengendara, ada beberapa aturan main yang perlu jadi perhatian. Nah, masalahnya belum semua orang tahu ada konsekuensi kalau mengganti knalpot standar bawaan pabrik bisa kena tilang di jalan.

Menurut Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Wikha Adilestanto SH, SIK melalui Kanit Dikyasa Satlantas Polres Gresik IPDA Darwoyo, SH, setiap pengendara kendaraan, khususnya roda dua, harus memiliki kelayakan jalan. Termasuk memenuhi persyaratan teknis yang sesuai dengan ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek),”ujarnya ketika dihubungi Sinar Pos, hari Rabu (26/12/2018)


Lebih lanjut, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Gresik IPDA Darwoyo, SH, pun menekankan tiap pengendara mestinya menerapkan toleransi terhadap pengendara lain. Artinya bila menggunakan knalpot racing, bisa berpotensi mengganggu konsentrasi pengguna jalan.

"Knalpot yang bising kan sangat bisa memecah konsentrasi orang lain untuk berkendara. Takutnya berdampak fatal bagi pengendara lainnya akibat pecah konsentrasi,”jelasnya

Sementara itu Pihak Kepolisian pun bisa menindak para pemotor yang nekat menggunakan knalpot yang tidak sesuai peruntukan. Landasan
hukumnya ada pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Termasuk dalam hal kebisingan suara yang termaktub dalam Pasal 48 ayat 3b. Pada Pasal 285 disebutkan knalpot laik jalan merupakan salah satu persyaratan teknis kendaraan dikemudikan di jalan.


Bunyi Pasal 285 Ayat (1) setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (Satu) Bulan atau Denda paling banyak Rp. 250.000,00 (Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).

"Sejauh ini untuk masalah knalpot yang bising, anggota kepolisian masih sering memberikan teguran dan tidak jarang juga yang menindaknya dengan melakukan tilang jika dianggap kebisingannya sudah benar-benar mengganggu pengendara lain,”kata IPDA Darwoyo, SH.

Atas pasal itu, Pihak Kepolisian bisa menilang pengendara motor yang menggunakan knalpot tidak memenuhi syarat laik jalan. Bahkan, bila tanpa menggunakan alat pengukur kebisingan suara.

Standar tingkat kebisingan knalpot sudah ditentukan di Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2009 Tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru. Buat motor 80cc – 175cc maksimal bising 83 dB dan di atas 175cc maksimal bising 80 dB. (Sp)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar