Pasutri Bobol Belanja Kredit Online, Berbekal Identitas Palsu,

SURABAYA, suryaindonesianews
Subdit Siber Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim melakukan penanganan terhadap Pelaku Tindak Pidana ITE, Manipulasi Penciptaan, Perubahan, Penghilangan, Pengrusakan Informasi Elektronik.

Pelaku penipuan itu pasangan Suami Istri (Pasutri) Dicky Widyanarko (34 th),Warga Kedung Baruk Surabaya. Bersama Istrinya tinggal di Perum Batumas Griya Mukti Blok D5 Beji Kabupaten Pasuruan. Pelaku pembuat Identitas Palsu yang dipakai untuk pengajuan Kredit Daring.

Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harissandi
menjelaskan Pelaku membuat sejumlah dokumen palsu seperti KTP, SIM, NPWP, dan Kartu Keluarga (KK). Dengan menggunakan Aplikasi yang digunakan untuk mengajukan persyaratan pembelian barang seperti telepon selular di situs jual beli daring melalui Home Credit.

"Pelaku melakukan manipulasi Dokumen agar seolah-olah data itu otentik untuk melakukan penipuan,"pungkasnya.

“Selama 10 Bulan melakukan aksinya, Pelaku telah mengajukan sebanyak 30 Pengajuan Pinjaman kepada Pihak “Home Credit” untuk membeli di www.BliBli.com. 12 Pengajuan di antaranya disetujui dan 18 lainnya tidak disetujui,”katanya di Mapolda Jatim, Senin (17/12/2018)

Selain itu, Pelaku membuat beberapa Identitas Palsu secara Otodidak melalui Aplikasi Picsay, PicsArt di Warung Internet di daerah Bangil, Pasuruan dan berpindah-pindah. Pelaku menggunakan Kertas Glossy agar Dokumen buatannya terlihat asli saat difoto.

Aksi yang dilakukan Pelaku akhirnya terbongkar karena Home Credit malaporkan ada Pemalsuan Data yang dilakukan dan sudah terlanjur disetujui oleh korban.Pelaku sendiri ditangkap di Bangil, Pasuruan.

“Total kerugian dari Kejahatan ini sebesar Rp. 200 Juta. Dia telah belanja sebanyak 60 kali dari hasil kejahatan itu,”ujarnya.

Sementara itu Pelaku mengaku mendapat data-data untuk memalsukan identitas dari kerjaannya menjadi Sales Kendaraan Sepeda motor di Wilayah Surabaya.

“Pelaku sendiri melakukan kejahatan itu bersama istriya. Peran istrinya sama yakni berbelanja menggunakan Identitas Palsu, tapi tidak kami tahan karena baru melahirkan dua hari,”ucap AKBP Harissandi.

Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harissandi menambahkan, Pelaku tidak membayar angsuran Tagihan Kredit Handphone. Supaya tidak mudah terlacak, Pelaku menjual Handphone hasil penipuan ke situs Jual Beli Online OLX.

"Pelaku menjual Handphone di bawah Harga Pasaran rata-rata nilainya lebih dari Rp 5 juta,"ujarnya

Barang Bukti disita, Tiga Handphone, 16 Kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) yang dipalsukan, 10 SIM A Palsu, 5 SIM C Palsu, 15 KTP Palsu dan 3 KTP Asli milik Orang Lain, 54 KK (Kartu Keluarga) Palsu, Kartu Member Alfamart, Tiga Buku Catatan, Empat Baju Perempuan, Tiga Baju Laki, 38 Kartu SIM Seluler.

Akibat perbuatannya, Pelaku dijerat Pasal 35 Jo Pasal 51 Ayat (1) UU RI No.19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 378 dengan Ancaman Penjara 4 Tahun. (Sam)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar