Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw Tidak Pernah Memberi Izin Perkebunan Kelapa Sawit

Bupati Tambrauw Gabriel Asem, SE. M.Si.
Sorong - suryaindonesianews.com 
Pemerintah Kabupaten Tambrauw dalam hal ini Bupati Tambrauw Gabriel Asem, SE. M.Si. mengatakan serta menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw tidak pernah mengeluarkan Izin Perkebunan Kelapa Sawit masuk ke Kabupaten Tambrauw, namun yang di izinkan hanyalah komoditi jangka pendek seperti perkebunan jagung tetapi dengan status percobaan selama tiga tahun.

Lanjut Bupati, kami tidak pernah mengizinkan Kelapa Sawit masuk ke Tambrauw karna itu nantinya akan merusak lingkungan untuk anak cucu kami ke depan dan untuk perkebunan jagung itupun juga hanya dalam ujicoba selama 36 bulan dan izin itu sampai pada tanggal 11 november 2018 besok telah berakhir” tegas Bupati ketika di temui di kediamanya jln pendidikan kota sorong jumat (31/08/2018) sore pukul 17.00 Wit.

Beliau juga menambahkan, perlu di ketahui untuk izin perkebunan jagung milik PT. BAPP (Bintuni Agro Prima Perkasa) tersebut, awalnya di keluarkan oleh Bupati Manokwari pada tahun 2007 dan izin tersebut di restui oleh Gubernur Papau Barat untuk di jadikan Izin Kelapa Sawit, lalu di usulkan ke Kementerian Kehutanan dan keluarlah Izin sawit tersebut dengan lahan seluas 19.366.077 hektar.

Izin perkebunan jagung itu yang keluarkan Bupati Manokwari pada tahun 2007 dan di setujui oleh Gubernur menjadi lahan Sawit lalu di usulkan ke Kementerian Kehutanan dengan lahan 19 ribu sekian hektar tersebut, saya merasa 19 ribu sekian hektar sangat luas, mereka mengambil alih lahan Masyarakat Tambrauw yang nantinya bisa di manfaatkan masyarakat sebagai nilai ekonomi dan sebenarnya lahan yang realnya itu hanya sekitar 2000 hektar saja.

Menurutnya, Rekomendasi yang di keluarkan Pemda Kabupaten Tambrauw juga tidak sepihak, karna sebelumnya ada kesepakatan melalui Surat Pesetujuan dari pemilik Hak Ulayat, Tokoh Masyarakat dan Kepala Suku maka kami Pemda bisa mengeluarkan rekomendasinya"jelasnya.

Sebelumnya Aksi penyegelan pabrik jagung milik PT. BAPP (Bintuni Agro Prima Perkasa) di lakukan Oleh Masyarakat pemilik Hak Ulayat bersama LMA, DPRPB, MRPB, PGGP dan Sinode GKI di Tanah Papua di kampung Arumi Distrik Kebar Timur. pada hari Kamis (30/8) sore sekitar pukul 15.00 Wit. (Sam'mad/SIN).
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar