Polres Raja Ampat Bekuk Empat Pelaku Bom Ikan

Waisai, suryaindonesianews.com
 Polres Raja Ampat berhasil menangkap 4 orang pelaku bom ikan saat melakukan aksi di Perairan Pulau Pam, Distrik Waigeo Barat, Kabupaten Raja Ampat pada Minggu (3/6) sekitar pukul 10.00 WIT. Keempat pelaku yakni La Farudin (49), Ferdinand Obinaru (23), Alfandi Samuel (19) dan seorang anak di bawah umur berinisial AY.

Kapolres Raja Ampat, AKBP Edy Setyanto S.IK menjelaskan bahwa keempat pelaku berhasil ditangkap setelah pihaknya memperoleh informasi dari masyarakat setempat bahwa ada aktifitas pengeboman ikan di perairan Pulau Pam.

Setelah menerima informasi tersebut, kata kapolres, pihaknya turun untuk melakukan pengecekan di lokasi tersebut dan mendapati longboat para pelaku. Namun ketika akan didekati, para pelaku berupaya untuk melarikan diri sehingga petugas melakukan pengejaran sambil memberikan tembakan peringatan.

Upaya pengejaran dan peringatan dari petugas tidak membuat para pelaku untuk berhenti. Akhirnya petugas Satpolair Polres Raja Ampat menembak bagian lambung longboat.

“Selama pengejaran, keempat pelaku ini sangat berkeras dan tidak mau menyerah meski posisi longboat sudah tidak dapat berjalan lagi. Akhirnya anggota berupaya untuk melompat ke arah perahu longboat milik para pelaku supaya bisa ditangkap serta digiring menuju kampung yang terdekat di Pulau Pam,”terang kapolres saat press release di Mapolres Raja Ampat, Selasa (5/6).

Sesuai catatan criminal Polres Raja Ampat, lanjut kapolres, pelaku bernama La Farudin merupakan residivis dan pernah diproses hukum dengan kasus yang sama namun masih mengulangi perbuatannya mengebom ikan di perairan Raja Ampat.

Kapolres merincikan, barang bukti (BB) yang diamankan di antaranya 1 unit longboat berwarna biru, 2 mesin temple 40 PK, 1 kompresor merk shark orage, 15 botol bahan peledak bom ikan, 2 roll selang kompresor ukuran kecil dan besar, 3 unit masker selam, 2 unit senter selam dan senter kepala, bahan bakar minyak (BBM) bensin campur kurang lebih 100 liter, 2 pompa selang minyak serta beberapa perlengkapan lainnya.

“Ketiga pelaku dijerat pasal 84 ayat 1 junto (jo) pasal 8 Undang-Undang (UU) No 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Uu No 31 tahun 2004 tentang perikanan yanug ancaman hukumannya maksimal 6 tahun, dan atau pasal 1 ayat 1 UU No 12 tahun 1951 tentang UU Darurat,”papar AKBP Edy.s.sin
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar