migrasi Kelas II Sorong Akui Pegawainya Lakukan Penipuan

Sorong- suryaindonesianews.com
 Aditya Nursanto selaku Kasi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kelas II Sorong membenarkan tindak kriminal penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh pegawai Kantor Imigrasi Kelas II Sorong bernama Ferlando Januarqo.

Saat dikonfirmasi wsrtawan, Aditya mengatakan bahwa beberapa waktu yang lalu, pihaknya dan Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Papua Barat telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.

Dari pemeriksaan tersebut, kata Aditya, pelaku mengakui perbuatannya yang telah melakukan penipuan dengan modus penerimaaan pegawai honorer di Kantor Imigrasi Kelas II sorong.

Lanjut Aditya, kepada korban-korbannya, pelaku meminta uang sejumlah 30 juta sebagai pemulus menjadi pegawai honorer.

Padahal, kata Aditya, penerimaan pegawai bukanlah bidangnya pelaku.

Selama ini kalau penerimaan pegawai yang tentukan adalah kantor pusat, jadi kita tidak pernah mengurusi hal tersebut," jelas Aditya yang ditemui wartawan di ruang kerjanya kemarin.

Aditya juga mengakui bahwa sebelum dimutasikan ke Kota Sorong, pelaku pernah melakukan pelanggaran serupa di Kantor Imigrasi Kelas I Ngurah Rai Bali.
Setahu saya atas pelanggaran yang dia lakukan di Denpasar, pelaku dikenai hukuman disiplin dalam hal ini penurunan golongan," tutur Aditya.

Lanjut Aditya, atas pelanggaran yang dilakukan tersangka, maka pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Kanwil Kemenkumham Papua Barat dan Dirjen Kemenkumham terkait pengambilan keputusan untuk memecat yang bersangkutan.

Kita sedang lakukan koordinasi terkait pemecatan pelaku, meskipun saat ini yang bersangkutan sedang berupaya mengganti uang yang telah ia terima dari korban-korbannya," jelas Aditya.

Kapolres Sorong Kota, AKBP Mario Cristy Pancasakti Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Eddwar Panjaitan mengatakan bahwa kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan pelaku, pihaknya tahap duakan ke Kejaksaan Negeri Sorong pada bulan mei lalu.

Eddwar ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/6) menjelaskan bahwa pelaku dipidanakan oleh 3 korbannya karena telah melakukan penipuan dalam hal penerimaan pegawai.

Jadi 3 korbannya ini dijanjikan akan menjadi pegawai di Kantor Imigrasi Kelas II Sorong asalkan memberikan uang sebesar 30 juta rupiah. Namun, setelah memberikan uang, para korban tidak juga menjadi pegawai seperti yang dijanjikan oleh pelaku, di situlah mereka melapor," papar Eddwar.(S.SIN).
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar