Rapat Kordinasi Teknis (RAKORNIS) Perhubungan Se Papua Barat

Ketua Panitia Pelaksana
Rakornis Perhubungan
Se Papua Barat,
Agustius D. Ihalauw, ST
Sorong - suryaindonesianews.com
Ketua Panitia Pelaksana Rakornis Perhubungan Se Prov Papua Barat Agustinus D. Ihalauw, ST menyampaikan kepada para awak media kamis 5 april 2018 bertempat di Belagri Hotel Kota Sorong, bahwamana program program kerja Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten Dan Kota adalah merupakan suatu hubungan kerjasama yang baik sehingga terciptanya apa yang diinginkan masyarakat itu tercapai.

Salah satu contoh misalanya berbagai kewenangan yang ada didaerah itu banyak tumpang tindih dengan Pemerintah Pusat Sehingga program program itu tidak dapat berjalan dengan baik karen dengan adanya kewenangan kewenangan, menurutnya banyak juga permasalahan daerah khususnya Perhubungan Baik Laut, maupun Udara dan Kereta Api yg hingga saat ini belum bisa jalan dan yang paling utama adalah masalah hakulayat masyarakat, pentelesaian hakulayat itu diserahkan ke Pemerintah Daerah untuk diselesaikan agar program program Pemerintah Pusat dapat berjalan.

Pemerintah Pusat menunggu action dari Pemda setempat untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut, kita disini Pemerintah Pusat tidak dapat melaksanakan kegiatan yang bersifat nasional itu disini apabilah Pemda belum dapat memberikan kepastian tentang daerah atau lokasi yang akan dibangun, misalnya seperti Bandara Bandara yang akan dibangun disini banyak permasalahan karena hakulayat masyarakat disini, bukannya Pemerintah tidak mau membayar hakulayat cuma banyak terjadi bahwa setelah uang dari Pemerintah Pusat utu ada masalah masalah itu tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah daerah disini hingga dengan sendirinya Pemerintah Pusat akan menunda sementara program program yang akan dilaksanakan.

Kendala kendala masalah hakulayat disini bukannya Pemda membiarkan itu tidak diselesaikan hanya saja banyak dasar hukum yang digunakan untuk pembayaran itu sendiri kayaknya belum ada, sebenarnya harus dibuat sesuatu ada regulasinya atau peraturan peraturan daerah khusus terkait penyelesaian hakulayat utu sendiri, seperti Bandara Deo Sorong Pemerintah membangun itu karena dia membuka akses untuk daerah Papua Barat dan Pemerintah Sorong sudah menyelesaikan sebagian daripada hakulayat sy kira itu yang dapat kami sampaikan.

Ketika ditanyai tentang Pelaksanaan Rakornis dilaksanakan di Sorong Ketua Panitia Pelaksana mengatakan ada beberapa hal yang menjadi alasan Sorong Terpilih untuk pelaksanan kegiatan ini karena Kota Sorong adalah akses yang paling cepat tepat dan mudah terjangkau, terutama masalah jarak jangkauan bagi teman teman yang berada di Kabupaten Kota se Prov Papua Barat, Kita pilih Sorong supaya teman teman yang ada di utara dan selatan tidak terlalu jauh, daerah selatan dapat terjangkau dan aksesnya mudah untuk menjangkaunya demikian pula yang dari utara akan mudah untuk menjangkaunya,"Pungkasnya.(S.SIN)

Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar