PERJALANAN KARIER SEORANG CHEF DAULAY

SURABAYA, suryaindonesianews.com
Chef merupakan salah satu pilihan Profesi yang memiliki masa depan cerah. Hal ini diungkapan oleh Chef Dulay (R. Achmad Chotib Daulay) dari Executive Chef Corporate Pesonna Hotel.

"Profesi Chef sekarang Booming. Terbawa oleh acara Televisi Indonesia. Dari luar masuk Indonesia Glamor. Chef dilambangkan dengan Selebritas yang menurut pandangan awam memiliki banyak uang". Suryaindoneianews.com berhasil mewawancara seorang Chef Profesional, yaitu Chef Dulay (R. Achmad Chotib Daulay) dari Executive Chef Corporate Pesonna Hotel, beberapa waktu lalu.


Menurutnya, Profesi Chef sebenarnya harus dimulai dari hal paling dasar. Mulai dari dasar memasak, butuh waktu lama untuk mencapai posisi Executive Chef. Sama dengan yang dialami Chef Dulay, Dia mencapai Executive Chef setelah 16 Tahun berkecimpung di Dunia tersebut.

Perlu Anda ketahui bahwa Executive Chef adalah Jabatan atau Level tertinggi dari Karier seorang Koki Profesional.

Chef Dulay menjelaskan bahwa saya berkarier sebagai Chef memang termasuk tercepat hanya 2 tahun sebagai Cook Helper, mungkin basic saya sejak kecil karena Keluarga Ningrat yang biasa dikenal masyarakat kalau Keluarga Ningrat suka membuat makanan yang unik-unik dan enak pastinya.

Akhirnya R. Achmad Chotib Daulay meneruskan Bakat dan Talentanya. Semuanya didapat dengan cepat karena Ketekunannya serta Kesabaran, dan Dedikasi. Terhadap sesama teman atau sesama bawahan, Chef Daulay memang tercepat.

Tahun 1982 Chef Daulay sebagai Koki Biasa, kemudian Tahun 1985  sudah bisa menciptakan makanan di Fine Dining Restaurant Casablanca Jakarta. Di Restaurant tersebut, Daulay bekerja cukup 2 tahun. Restaurant Casablanca dibawah pimpinan Mr. Indra Darmojo dan Mr. Mereng dari Perancis.


Setelah dari Restaurant Casablanca, Chef Daulay ganti haluan sebagai Manager Iklan Majalah Budaya Wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) selama 1 Tahun. Orang Jakarta yang mengenal Chef Daulay merasa heran, biasanya mengiris bawang, bisa memegang pulpen di salah Satu Perusahaan yang dipimpin oleh Ibu Tien Soeharto dan Bapak Sampurno.

R. Achmad Chotib Daulay (Chef Daulay), kembali dapat tawaran bekerja dibidang Kuliner Makanan di Food Temptation, daerah Kemang Jakarta, tamunya lumayan banyak sekali. Saat itu, Chef Daulay bekerja hanya 3 Tahun saja. Chef Daulay memutuskan berlibur ke Austaralia, setelah bekerja selama 3 Tahun di Food Temptation. Dia berlibur sambil mencari uang. Tapi cuman 6 Bulan bekerja di Australia.

Sekembalinya dari Australia, Chef Daulay mendapatkan tawaran bekerja lagi selama 2 Tahun di Singapore di Pancasari Restaurant Marina Square Singapore. Tamunya juga cukup banyak dan  banyak penggemar makanan.

Tahun 1994 Chef Daulay kembali berkarier ke Luar Negeri, yaitu di Kerajaan Brunei, selama 1 tahun. Dia memasak khusus Permasuri Raja Brunei yaitu Princess Nurhayati. Permasuri Raja Brunei sangat senang sekali hingga beliau tidak menganggap Chef Daulay sebagai Staf Kerajaan, tapi malah menganggap sebagai keluargannya. Chef Daulay disitu sebagai paling utama selalu diajak Visit ke Negara-negara lain mungkin sudah 10 Negara yang di datangi.


Tahun 1995 s/d Tahun 1996 Chef Daulay bekerja Rancamaya Golf Dan Country Club, Bogor. Tempat tersebut yang terbagus di Indonesia. Banyak para Menteri dan Kepala Negara yang Golf disana. Chef Daulay, di Rancamaya Golf Dan County Club ciptakan salah satu makanan khusus yaitu Ikan Barita. Disitu pun semuanya banyak orang yang suka.

Tahun 1997 s/d Tahun 1998, Chef Daulay, ada tawaran di Hotel Mulia Senayan, dengan Jabatan Chef The Party karena posisi Jabatan disitu sudah tidak ada. Setiap 6 Bulan sekali Jabatan naik hingga menjadi Sous Chef.

Chef Daulay dapat tawaran lagi ke Luar Negeri yaitu Belanda. Selama 3,5 Tahun bekerja di Belanda, lalu kembali ke Indonesia. Di Indonesia Chef Daulay dengan jabatan General Manager di Instaput selama 6 Bulan. Perusahaan tersebut kepunyaan Keluarga Yudistira. Yudistira, adalah sebuah Perusahaan Percetakan Buku, disamping percetakan Yudistira juga mempunyai Perusahaan Catering yang sangat besar yang per harinya bisa 6 Ribu hingga 8 Ribu Pack. Yudistira merupakan Perusahaan besar antara lain Yamaha, Peruri pun mengambil dari Instraput.

Setelah bekerja di Keluarga Yudistira, Chef Daulay berkarya kembali di Hotel Mulia. Alasan ibu Suryati memberi hadiah The Cafe di Hotel Mulia untuk membuat Renovasi baru. Di Tahun 2004 Chef Daulay bekerja The Cafe di Hotel Mulia kurang lebih 7 Tahun, Dia membawahi beberapa Chef Asia. Chef Daulay
bisa mendapat gaji sesuai dengan keinginannya karena dengan kemampuannya. Hotel Mulia sudah berani membayar gajinya besar.


Chef Daulay mendapat tawaran di Pesonna Hotel yang memiliki Konsep Halal. Perusahaan tersebut  dibawah naungan Pegadaian. Dia dengan jabatan Executive Chef Corporate Pesonna Hotel. Disini Chef Daulay membawahi 9 Pesonna Hotel yaitu Surabaya, Makasar, Pekanbaru, Semarang, Tegal, Pekalongan, Yogyakarta Malioboro, Yogyakarta Tugu, dan Gresik

Diharapan kedepannya lebih banyak lagi menambahan Pesonna Hotel dan bisa merambah ke daerah-daerah dan akan menambah Aset Indonesia ataupun Pegadaian.

Di Pesonnna Hotel, Chef Dulay sudah memiliki Planing Bisnis untuk 3 Bulan kedepan. Contohnya dalam bulan Puasa, Push terus dengan Staf di Kitchen,  dan salesnya selalu dipush cepat supaya punya persiapan 3 bulan kedepan. Karena bila tidak begitu saingan-saingan Perhotelan di Yogyakarta maupun Surabaya kota besar itu sangat banyak sekali. Apalagi kedepannya Pesonna Hotel Gresik akan banyak saingan-saingan Hotel di Gresik. Tapi kami sudah mempersiapkan dan memberikan arahan-arahan kepada Staf tidak usah gentar terus saja Berkarier dan Konsisten dengan Produknya.

Orang boleh membuat Hotel Besar tapi Pesonna Hotel kecil mengenai Produknya harus bisa dibanggakan Konsumen. Ada beberapa penemuan
-penemuan dan ide-ide, semua Produk bekerja sama dengan beberapa Perusahaan Bumbu di Daerah Cikarang Jawa Barat. Dari situ mempersamakan dan Konsistennya Rasa, semuanya yang ada masih labelnya sendiri. Beberapa menu temuan-temuan baru karena seorang Chef harus Inovatif, Energik, Jujur, dan Eksis. Selalu mendorong Staf di Kitchen maupun yang ada di Pesonna Hotel untuk semangat harus terus berjuang. Kita jangan puas dengan semua pendapatan.

Chef Dulay (R. Achmad Chotib Daulay), selalu Konsisten selalu menjaga Konsep Halalnya. Selain itu juga menjaga kebersihannya karena dalam Agama Konsep Halal dan Kebersihan diwajibkan dan diutamakan. Adanya MUI kita sudah ke MUI. MUI menyarankan kita untuk berlabel Halal, karena Konsep Halal adalah konsep Pesonna Hotel. Kami mewakili Pihak Pesonna Hotel dan Ibu Renny Soviahani sebagai Direktur Utama. Beliau selalu memberi Support di Pesonna Hotel.

Chef Dulay sangat berterima kasih kepada ibu Renny Soviahani atas Supportnya yang benar-benar buat semua Pesonna Hotel yang menginginkan Konsep Halal. Dia sendiri juga sangat berterima kasih dan sangat senang bekerja di Pesonna Hotel. Teman-teman selalu Konsisten selalu Semangat.

Ada beberapa menu dari Pesonna Hotel dan hampir semua menunya sama di 9 Pesonna ini. Semua menunya beraneka ragam makanan, kedepannya Chef Dulay juga akan menciptakan berbagai makanan sampai saat ini. Konsep-konsep dari Angkringan juga sudah mulai dibuat di Gresik dan di Surabaya. Alhamdulillah sudah mulai bagus dengan adanya Angkringan ini, orang dari luar sudah banyak yang tahu bahwa di Pesonna Hotel ini mempunyai Khas Angkringan. Dengan adanya Angkringan tersebut sebagai  Nongkrongnya anak-anak muda di depan,  walaupun dengan Konsep Halal dan tanpa alkohol. Hal tersebut untuk menarik anak-anak muda untuk Nongkrong hanya meminum Kopi dan Teh, kami memang tidak ada sedikitpun yang menjual Alkohol atau makanan yang tidak ada Label Halalnya.

Chef Dulay mau menciptakan beberapa menu ciptaannya. Rencananya akan dibuat di Personna Hotel Gresik, salah satu Restoran yang Bagus atau Kopitiam adalah kedai kopi dan sarapan tradisional di Gresik. Karena di Gresik untuk Restoran sangat-minim. kami akan bicara dengan para Donator atau para Owner yang mau Investasi ke daerah Gresik itu sangat baik sekali untuk membuat Restoran Fine Dining adalah perpaduan terbaik antara Rasa masakan, Teknik Masak, Detail Kecil yang menyeluruh dan juga Atmosfer.


Chef Dulay dan Ibu Renny Soviahani bersama Bupati Gresik, Dr. H. Sambari Halim Radianto, M.Si, merencanakan membuat kopitiam yang ada di Pesonna Hotel. Hal tersebut sesuai dengan permintaan Bupati Sambari untuk dibuatkan Kopitiam atau Restoran yang unik, enak dan bagus. Semua Layoutnya sudah siap tinggal pelaksanaanya saja. Semua permodalan dan hal lainnya sudah siap, cuma menunggu waktu Operasionalnya saja.

Diakhir dari Wawancara Chef Dulay mengatakan Insya Allah Tahun 2018 ini Kopi tiamnya di Pesonna Hotel Gresik siap dilaunching. (Sam)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar