Gresik Bisa Berdaya Saing, Apabila Desa-Desa di Gresik menjadi Desa Mandiri

GRESIK, suryaindoneanews.com
Mengembangkan pariwisata di setiap Daerah Kabupaten
adalah usaha untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui pajak hotel dan restoran, dan sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di perkotaan. Pengembangan pariwisata apapun jenis dan namanya memerlukan fungsi pengelolaan yang kreatif dan inovatif berdasarkan atas perencanaan yang matang, pelaksanaan yang konsisten, dan evaluasi yang terukur dan konstruktif. Pembangunan wisata kota adalah pembangunan yang terintegrasi dan holistik yang akan mewujudkan kepuasan semua pihak. Perlunya integrasi aspek-aspek

Menurut Nur Qolib, S.Ag, M.Si, Wakil Ketua DPRD Gresik, mengatakan dalam Potensi untuk Pengembangan Pariwisata, dimaksud dalam Rangka untuk menghadirkan banyak orang dengan Program Potensi untuk Pengembangan Pariwisata. Dengan kegiatan itu maka kemudian akan timbul Multiefek yang banyak misalnya Pengembangan Ekonomi, sehubungan dengan Potensi di kabupaten Gresik. Penjelasannya di Ruang Kerjanya, pada hari Senin (30/04/2018).

Penilaian Nur Qolib, S.Ag, M.Si, Potensi Pariwisata Kabupaten Gresik sangat besar, karena Gresik posisinya di daerah ada Pegunungan, Pesisir, dan Dataran yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Lebih dari itu Kabupaten Gresik daerah yang sangat bersejarah. Kabupaten Gresik diakui tidak hanya Nasional tapi juga Dunia yaitu Tentang Religinya. Di Gresik juga banyak Pegunungan yang kemudian batunya diambil secara material batunya untuk Kepentingan Pembangunan Infrastruktur tapi setelah diambil yang kita lihat disana itu sesuatu yang Indah, karena ada potongan-potongan batu yang seolah-olah seperti bangunan yang sengaja diciptakan itu Potensi.

Kemudian di Pesisir Pantai misalnya kita punya Mercusuar di Daerah Mengare,  Perkebunan diwilayah Pesisir Utara ada Tanaman Jeruk, Tanaman Rambutan.

"Semua itu milik masyarakat, namun terkoondisi ada Tanaman Mangrove secara Material itu Fungsinya untuk menahan air laut supaya tidak abarasi tapi dari sisi lain dapat menjadi Potensi Wisata, yang sudah terkenal,"ujarnya

Dari hal tersebut bisa dikembangakan sampai sekarang, Pantai Delegan misalnya, di sisi selatan kalau dilihat memang seolah-olah itu tanahnya gersang tetapi tidak.Disana ada satu Desa Full yang menanam cabai.

Lebih lanjut di Wilayah agak bergeser keselatan ada tanaman kunir tanaman obat yang selama ini dijual dalam bentuk utuh bagaimana kalau ini di olah dalam bentuk olahan jadi potensi wisata juga, makanan ada di wilayah ngebret juga belum tertata. Sebagai potensi wisata, kuliner di Desa Hendrosari, yang  menyediakan makanan dan minuman belum tertata sementara hanya sebagai tempat untuk orang makan tapi kalau sudah dipola jadi tempat wisata bisa saja. Maka kemudian daerah ini belum bisa menggali potensi ini dan dikembangakan oleh Pemerintah Daerah. Dengan berbagai macam kendala hal ini bisa dikembangkan oleh Desa masing-masing sesuai Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa sangat memberikan kelonggaran, keleluasan kepada desa untuk mengembangkan.

Desa manapun bisa mengelola itu dengan cara Potensi yang ada di Desa harus di gali dulu beberapa Potensinya dan memilih mana yang Berprioritas dan Berpeluang, lalu dikembangkan. Setelah itu kemudian di desain disusun dalam Perencanaan Detail baru. Selanjutnya akan dilaksanakan secara bertahap dan itu Butuh Biaya apabila Desa tidak memiliki Biaya, Kabupaten Gresik mungkin dapat membiayai. Hal itu tetap bisa dilakukan dengan cara kerja sama dengan pihak ketiga dan kerjasama itu harus diatur ada perjanjian misalnya tidak boleh sekian persen saham yang dikuasai pihak ketiga agar sepenuhnya ktidak dikuasai pihak ketiga tersebut.

Kemudian manajemen juga tidak boleh manajemen murni pihak ketiga harus manajemen bersama itu untuk menyelamatkan desa, dan itu tidak mungkin selesai dalam setahun pasti akan bertahap hingga 10 tahun tapi itu tergantung dari Kinerja para pihak yang terlibat dalam Program itu. Jadi rumus bagaimana itu bisa menjadi kenyataan tentang Desa Pariwisata atau Pengelolaan Desa Pariwisata satu harus berangkat dari Mimpi atau Visi seorang pemimpin Kepala Desa karena dia punya kewewenangan, mimpi itu harus dituangkan dalam bentuk perencanaan detail

Kalau dalam Pemerintahan Desa ada istilah ada RPJMDES,RKPDES, APBDES  maka mimpi tentang desa yang diharapakan dengan pengelolahan pariwisatanya maka itu harus masuk dalam RPJMDES kalau RJMDESnya sudah jadi harus ada perubahan RPJMDES karena setelah sudah masuk RPJMDES dia harus menularkan dalam bentuk RKPDES lalu dituangan secara real dalam bentuk anggaran di APBDES apakah mungkin kemudian desa itu Focus mengelola itu saja kalau semua tidak mungkin harus ada Tim Khusus, Badan Khusus, Tenaga Khusus, dan Tim Work. (Sp)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar