POLDA JATIM, BONGKAR PRAKTEK PENIPUAN BBM OPLOSAN

SURABAYA,suryaindonesianews.com
Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter), Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim), mengungkap (membongkar) Kasus Penipuan (kecurangan) pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)  54.601.92 di Jalan Tegalsari No.43-45 Kecamatan Tegalsari, Surabaya. Dari Tindak Pidana ini, Polisi mengamankan dan menetapkan Dua Orang sebagai tersangka,  berinisial EP (Edi Prayitno), 39 tahun, warga Nganjuk selaku Sopir Truk BBM, dan IH (Indra Hermawan), 33 tahun, selaku pengawas (Assisten Supervisor) SPBU, sebagai Penerima BBM.


Menurut Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, SIK, menjelaskan Kejahatan yang dilakukan kedua tersangka sudah lama. Bahkan, perbuatan keduanya telah diincar Pihak Kepolisian. Namun pada hari Rabu (21/02/2018) baru bisa diungkap. "Kejahatan tersebut sudah Tiga Tahun dan dilakukan dengan Total BBM 1,8 Ton per Hari. BBM dijual tidak sesuai peruntukannya,"ujar Frans Barung Mangera.


Kombes Pol Frans Barung Mangera, SIK, menambahkan tersangka membohongi masyarakat dengan cara menjual Produk BBM tak sesuai harganya. "Bio Solar yang harganya Rp. 5.150,- per Liter dijual sebagai Dexlite dengan harga Rp. 8.100,- per Liter dan harga Premium Rp. 6.550,-per Liter/harga Pertalite Rp. 7.600,- per Liter dijual sebagai Pertamax dengan harga Rp. 8.900,- pet Liter,"ujarnya didampingi Kasubdit IV AKBP Rofiq Ripto Himawan, hari Selasa (27/02/2018).


Pengungkapan Kasus itu bermula dari banyaknya Keluhan Masyarakat yang membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU 54.601.92. Mereka yang membeli Pertamax di SPBU 54.601.92 merasakan Mesin Kendaraannya tidak Senyaman seperti bila mengisi Pertamax di SPBU lain.

Hati-Hati bila membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di Srasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pastikan BBM yang dituangkan dalam Tangki Kendaraan sesuai dengan yang di beli. Sebab SPBU bisa saja mengelabui pembeli. Caranya mengganti isi BBM dengan jenis lain atau tidak sesuai yang tertera.

Berdasarkan Hasil Penyelidikan akhirnya terungkap bahwa Tandon SPBU 54.601.92 di Jalan Tegalsari, Tangki yang berisi Bio Solar itu dicampur Dexlite dan Tangki Premium dicampur Pertamax. Praktek curang ini Berpotensi Merusak Mesin Kendaraan milik Konsumen.


Dalam aksinya, tersangka Edy yang mengendarai tangki Pertamina L 9911 UX bermuatan bio solar itu seharusnya mengantar barang tersebut ke SPBU 54.651.63 Jalan Raden Panji Suroso, Kota Malang. Tapi pelaku membawa tangki itu ke SPBU 54.601.92, Jalan Tegalsari Surabaya untuk mengurangi isi tangki sebanyak 40 liter.

Selanjutnya, hasil curian BBM bersubsidi di jenis Bio Solar itu dibeli oleh tersangka Indra Setiawan dan dimasukkan ke dalam tandon penimbunan BBM jenis Dexlite. Dari hasil manipulasi itu, tersangka Indra mendapat keuntungan Rp18 juta per bulan dan Edy hanya mendapat keuntungan Rp 500 ribu untuk setiap kali mengantar BBM.


Dari kejadian ini, akhirnya penyidik memeriksa dan mengungkap Praktek Penjualan BBM Oplosan di SPBU Tegalsari. Sesuai keterangan Indra Hermawan ke penyidik Tipidter, sudah berjalan selama 3 tahun lalu.

"Mereka mengambil Spread dari Harga BBM itu. Sudah berapa uang yang dikantongi karena ada selisih sampai 2.000 lebih,”jelasnya. Dalam sehari SPBU tersebut mampu menjual sebanyak 1,8 Ton/Hari. Sesuai keterangan Indra, masing-masing pengawas mendapat keuntungan Rp.15 Juta/Bulan.

Dari lokasi penangkapan, petugas mengamankan sejumlah Barang Bukti berupa Dua Buah Ember Bekas Cat 20 Liter, sebuah Sekrup untuk Alat Bongkar sebuah Pembukuan BBM Jenis Dexlite, sebuah Truk Pertamina dengan Kapasitas 32.000 Liter Nopol L 9911 UX, Dua Buah Anak Kunci Gembok Nozle, selembar STNK, sebuah Segel Kran BBM Truk Tangki, sebuah CPU Perekam CCTV dan sebuah Remote Mesin Dispenser/Pompa BBM.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, alat untuk mengisi BBM jenis Dexlite yang ada di tengah dipasang Police Line. Sementara jenis BBM lain masih buka seperti biasa. Namun konsumen yang tengah mengisi BBM di SPBU itu sempat bertanya ada apa.

Pengoplosan dan pembelian BBM secara illegal dI SPBU Jalan Tegalsari dinilai Rofiq terstruktur. Karena begitu Truk Tangki masuk dan akan memasukkan BBM ke Tandon CCTVnya dimatikan. “Nah kenapa dimatikan. Makanya CPU dan Rekaman CCTV kami amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,”tegas AKBP Rofik Ripto Himawan

Kedua tersangka dijerat Pasal 55 UU No. 22/2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi Juncto Perpres No.191/2004, dengan Ancaman Hukuman Penjara maksimal 6 Tahun dan Denda paling tinggi Rp. 60 Milliar. (Sam)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar