Ikrar Panitia Penerimaan anggota Dan Seleksi Dikbang Polri Tahun 2018

SURABAYA, suryaindonesianews.com
Kepolisian Republik Indonesia (Polri), pada tahun 2018, bertekad melaksanakan Rekrutmen dan Seleksi yang bersih dan obyektif. Seluruh Kepala Biro SDM Polda di seluruh Indonesia berkumpul di Tugu Pahlawan Surabaya, Jl. Pahlawan, Alun-alun Contong, Bubutan, Surabaya Jawa Timur. Dalam hal tersebut mengucapkan Ikrar pelaksanaan Penerimaan dan Rekrutmen Polri dengan bersih.

Acara pembacaan Ikrar oleh Kepala Biro SDM Polda se-Indonesia itu dipusatkan di Tugu Pahlawan. Di acara yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB para Kepala Biro Polda Jatim 2018 memakai Rompi dengan berbagai tulisan pesan Moral dipunggungnya.

Irjen Pol Drs. Arief Sulistyanto, M.Si,  mengatakan, pemusatan Pembacaan Ikrar di Tugu Pahlawan bertujuan untuk menghormati Jasa Para Pahlawan. Peserta membawa lilin, dengan posisi mengelilingi Tugu Pahlawan.

Assisten SDM Polri, Irjen Pol Drs. Arief Sulistyanto, M.Si, mengatakan pada tahun 2018 ini Polri telah berkomitmen untuk mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) Polri dengan Profesional dan Kompetitif.

"Tahun ini kami akan berusaha lebih baik dari sebelumnya. Sehingga Sumber Daya Manusia Polri sebagai Unsur Utama Organisasi akan mendorong keberhasilan Organisasi Polri menjadi organisasi yang Modern, Profesional, dan meraih Kepercayaan Publik," kata Irjen Pol Drs. Arief Sulistyanto, M.Si setelah Pembacaan Ikrar di Tugu Pahlawan Surabaya, Kamis malam,  (08/02/2018).

Assisten SDM Polri juga mengatakan, kunci Utama Reformasi Polri adalah Reformasi Kultural, yang mana ada perubahan Mindset dan Culture-set SDM.

"Sehingga SDM merupakan inti dari keberhasilan Reformasi Polri. Ada tiga sasaran reformasi yakni Struktural, Intrumental dan Kultural. Kalau Struktural bisa kita buat, Intrumental bisa kita beli. Tapi Kultural adalah Reformasi pada Aspek manusianya, sehingga harus dikelola dengan baik, dengan melakukan perbaikan dari kebiasaan tidak baik menjadi baik," kata Arief Sulistyanto.

Irjen Pol Drs. Arief Sulistyanto, M.Si.menegaskan, Pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap berbagai bentuk penyimpangan dan akan memberikan tindakan tegas terhadap penyimpangan yang terjadi, berupa Sanksi. Di dalam Polri, kata Arief Sulistyanto ada tiga sanksi di antaranya Sanksi Disiplin, Kode Etik, dan Hukum Pidana.



"Ketiga sanksi itu, bisa jadi peringatan keras bagi pengelola SDM, jangan main-main soal Rekrutmen !. Kami akan terapkan Kompetisi yang Fair. Kami menginginkan anggota Polri yang berkualitas. Kalau ingin menjadi anggota Polri, persiapkan diri dengan sebaik mungkin. Tidak ada lagi Titipan, Nyogok, Minta Tolong, Sponsorship dan Katabelece,"katanya.

Hal-hal itulah, kata Arief Sulistyanto, yang akan merusak Kualitas Bangsa ini. Beliau menegaskan agar masyarakat tidak percaya dengan Calo yang menjanjikan akan membantu. "Kalau ada, tangkap serahkan ke polisi terdekat. Saya akan menindaklanjuti," ujarnya.

Pada 2018 ini Polri akan merekrut anggota baru. Pembukaan pendaftaran akan berlangsung mulai Maret 2018 dilanjutkan dengan pendidikan anggota baru pada Agustus 2018 mendatang.

Adapun Kuota penerimaan Anggota Polri pada 2018 ini, untuk Tamtama Brimob sebanyak 300 orang, Bintara Polri sebanyak 8400 orang (8000 Pria dan 400 Wanita), Perwira dari Sarjana 50 orang, dan Taruna Akpol 250 orang. (Sam)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar