26 Karyawan Koperasi Jadi Korban Tanjakan Emen


Jakarta, Suryaindonesianews.com
Tanjakan emen di Subang jawa barat kembali memakan korban, Sebanyak 26 dari 27 korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus pariwisata bernopol F 7959 AA pada Sabtu (10/2) .

Kecelakaan yang mengakibatkan tergulingnya bus tersebut bukanlah yang pertama kalinya.
Tanjakan Emen memang dikenal sebagai daerah yang rawan kecelakaan, dan sudah banyak memakan korban.

Sejak 2014, tercatat paling tidak ada 54 korban tewas kecelakaan di tanjakan tersebut.

"Itu 26 orang meninggal dan luka-luka semuanya dari Koperasi Permata Ciputat, Tangerang Selatan, 1 orang lain pengendara motor," kata staf Kelurahan Pisangan, Kayani kepada wartawan di Kantor Kelurahan Pisangan, Tangerang Selatan, Minggu (11/2).

Awalnya, rombongan itu berjumlah 150 orang akan mengadakan perjalanan ke ciater Jawa barat,
karena koperasi simpan pinjam Permata masih memiliki sisa anggaran saat tutup tahun.Rombongan tersebut tak hanya berasal dari karyawan Koperasi Simpan Permata saja. Selain anggota koperasi, jajaran PKK, anggota posyandu, anggota pengajian dari Kelurahan Pisangan dan Pinjam Permata, Ciputat, Tangerang Selatan juga ikut dalam rombongan tersebut.


Rombongan itu berangkat dari Kelurahan Pisangan sekitar jam 07.00 WIB pagi pada Sabtu (11/2). Terdapat tiga bus yang menampung para rombongan itu untuk menuju destinasi wisata di Lembang dan Ciater.

"Dari sini 3 bus, yang kecelakaan itu bus nomor 1 ya," kata Kayani.


"Jam 17.00 WIB saya dapat kabar, saya kontak langsung ke rombongan, ternyata benar kecelakaan, tapi yang bus nomor 1," katanya.

Menurut data yang diperoleh, jumlah korban tewas bertambah dari semula 26 orang menjadi 27 orang. Sebagian besar korban merupakan perempuan.

Peristiwa itu terjadi pada pukul 17.00 WIB. Sejak sore hingga malam hari, petugas kepolisian dan Basarnas dibantu masyarakat masih melakukan proses evakuasi terhadap korban.



Nenek Dewo, Korban yang selamat mengungkapkan betapa cepat dan ngerinya kejadian tersebut.

"Ada turunan, bus jalannya ngebut aja. Oleng sekali, sudah gitu busnya jungkir balik," ujar Nenek Dewo  di Ruang IGD RSUD Tangerang Selatan, Minggu (11/2/2018).
Sontak para penumpang di dalam bus itu menjerit histetis. Mereka teriak - teriak dalam suasana mencekam.

"Teman saya yang berada di sebelah kursi terpelanting hingga keluar bus,.Saya kejepit bangku kakinya. Saya nangis teriak-teriak minta tolong," kata Nenek Dewo.
Ia semakin ketakutan saat itu. Begitu ada penumpang pria yang berada di dekatnya bersimbah darah.

"Ada lelaki terbaring, darahnya dia ngucur ke saya," ungkapnya.

Nenek Dewo menangis sejadi - jadinya. Ia meraung - raung dan meminta pertolongan.

"Saya sudah lama kejepit di dalam bus. Untungnya ada polisi yang nolongin. Saya diangkat dan dibawa ke rumah sakit," imbuh Nenek Dewo.


Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Royke Lumowa mengatakan, pihaknya mendapatkan fakta baru soal kecelakaan maut di Tanjakan Emen. Menurutnya, kecelakaan tersebut ada dugaan unsur kelalaian dari sopir dan manajemen pengelola bus.

"Mereka sempat berhenti dulu di sekitar Tangkuban Parahu, Sopir sempat berkomunikasi dengan manajemen, memberitahukan bahwa rem tidak berfungsi dengan baik.kemudian sopir memperbaiki sistem rem untuk sementara dan bus tetap jalan."

Berikut Data korban tewas yang telah resmi dirilis oleh Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur:

1. Minah Rahayu (46)
2. Aminah (44)
3. Nasiah bin Nur Badeng (56)
4. Munih (57)
5. Sri Rohayati (49)
6. Mimin Mintarsih (44)
7. Liliana (48)
8. Atifah Siameti (10)
9. Martiningsih (35)
10. Yanuati (60)
11. Julaeha (58)
12. Sopiah (63)
13. Sri Widodo (63)
14. Sugiati (55)
15. Oktikah
16. Siti Muliyamah
17. Hasanah (46)
18. Juminten (60)
19. Teti Sumiati (48)
20. Sri Sulastri (60)
21. Elida (64)
22. Jono (56)
23. Hj Paikem (64)
24. Rusminah (50)
25. Siti Payung Alam (39)
26. Ari Lestari (42)
27. Agus Waluyo (42) yang diduga sebagai pengendara motor
 

(TIM)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar