Polda Jatim Berhasil Mengamankan Pelaku Tindak Pidana Minerba (Merkuri) Ilegal.

SURABAYA, suryaindonesianews.com
Bertempat Halaman Barak Dalmas Polda Jatim, Jum'at (19/01/2018), Pukul 13.30 WIB, Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Machfud Arifin SH didampingi Dirreskrimsus Kombes Pol Agus Santoso, SIK serta Kabid Humas Kombes Pol Frans Barung Mangera, SIK  melaksanakan Press Release Gakkum Mercuri Ilegal Polda Jawa Timur.

Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Machfud Arifin SH.  dalam kesempatan tersebut mengungkapkan keberhasilan anggota Unit II Subdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan penanganan Tindak Pidana Minerba (Merkuri) Ilegal di Desa Joho, Kec. Wates Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Hari Rabu (17/01/2018). Saat dilakukan penangkapan tersangka sedang melakukan pengolahan Batu Cinabar merupakan bahan baku Merkuri. Di TKP, berhasil mengamankan tersangka Aris. S (33 tahun), warga Dusun Jeblok RT. 011 RW. 001 Desa Brudu Kec. Sumobito, Kab. Jombang Jawa Timur,"ungkap Kapolda Jatim.

Suatu keberhasilan dilakukan Jajaran Krimsus Polda Jatim dalam mengungkap peredaran atau memproduksi Merkuri yang sangat dilarang Undang-Undang No.11 Tahun 2017. Dengan ancamaan Hukumnya sudah jelas. Pada tahun 2017 di Jawa Timur, Pihaknya sudah mengungkap kasus serupa serta dilakukan Penindakan. Namun masih ada orang yang tidak kapok dengan kegiatan ini, bahkan sampai hutang ke Bank sebesar Rp. 2 Milliar digunakan sepenuhnya modal awal usah, guna mendapatkan bahan baku Batu Cinabar hasil dari tambang di Pulau Seram Maluku,"tutur Kapolda Jatim.

Terkait dengan Kasus Ilegal Mining ini Polda Jatim telah melakukan penyitaan barang bukti berupa 65 sak berisi Besi, 44 sak berisi Batu Cinabar sudah dihaluskan, 54 sak Batu Cinabar yang masih Kasar, 35 botol Plastik Kosong, 5 botol dan 5 Plastik Putih kapasitas masing-masing 34 Kilogram dan berisi sekitar 10 Kilogram. 50 bak Plastik Kecil, 13 bak Plastik Besar dan 2 Timbangan, 2 centong Besi, 24 sak Batu Kapur, 1 Mesin Penggiling, 1 Mesin Gelondong, 240 Tabung yang digunakan untuk pembakaran Batu Cinabar, Serbuk Besi dan Batu Kapur, 3 Unit Blower, 2 alat Ayak dan 120 Jerigen sebagai menampung Merkuri.

Tersangka membawa bahan Merkuri dengan Kontainer menggunakan Kapal Dororonda (Kapal Penumpang) perjalanan ditempuh selama 5 hari, sampai di Pelabuhan Jambrud  Surabaya. Selanjutnya dibawa ke Kediri sebagai tempat pengelolahan produksi.Tersangka bisa lolos dari Pelabuhan Ambon dengan mengelabuhi Petugas Pelabuhan,"jelas Kapolda Jatim.

Irjen Pol Drs. Machfud Arifin SH, mengatakan bahwa Kapolda Maluku sudah sangat gencar dalam penindakan terhadap bahan baku Batu Cinabar. Bahkan sudah melakukan operasi tapi masih ada yang curi-curi dan bisa lolos sampai Surabaya kemudian dibawa ke Kediri, namun sial berhasil ditangkap.

Batu Cinabar diolah dengan cara dibakar dan dicampur dengan batu gamping serta serbuk besi, menghasilkan Merkuri (Air Raksa). Selanjutnya Merkuri tersebut dijual ke Jakarta, Kalimantan, dan tempat-tempat produksi emas.

"Dari 5 (Lima) Ton bahan baku tersebut, diolah menjadi 2 (Dua) Ton Merkuri dengan Harga 1(Satu) Kilogram atau 1 (Satu) Liternya Rp. 3 Juta. "Kalau semua bisa diproduksi dengan campuran bahan baku tertentu, bisa bernilai Rp. 6 Miliar,"terang Kapolda Jatim

Dari pengakuan tersangka kepada petugas, dia mengaku baru 2 bulan melakukan. Dirinya telah berhasil memproduksi 5 Kilogram, total Rp. 15 Juta. Saya sudah menjual Rp. 500 Ribu jawab Aris saat ditanya Kapolda.

Tersangka Aris. S dijerat U U nomor 4 Tahun 2009, Tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Pasal 161, setiap orang (pemegang IUP operasi produksi), ataupun IUPK operasi produksi yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan batu bara. Dipidana Penjara 10 tahun dan Denda Rp. 10 Millar (Sam)

video terkait
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar