PENCABULAN ANAK DI BAWAH UMUR, PEMUDA PENUH ENERGIK DIVONIS 9 TAHUN 

Gresik, suryaindonesianews.com
Yudah Nur Rifai Bin Jaini (21 tahun) seorang Pemuda yang penuh Energik, namun masa mudanya terpaksa dihabiskan di Balik Jeruji, Pasalnya warga dari Desa Sidowungu RT. 02 RW. 01 Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik, ini telah dijatuhi Vonis Pidana Kurungan Penjara Selama 9 Tahun  dan Denda Rp. 50 Juta Rupiah, Subsidlair 4 Bulan Kurungan Penjara oleh Majelis Hakim yang dipimpin oleh Agung Ciptoadi, SH, MH didampingi Hakim Anggota Lia Herawati, SH dan Fitria Ademaya, SH, Kamis (04/01/2018), di
Ruang Sidang Candra Pengadilan Negeri Gresik, Jalan Permata Selatan No.6 Kecamatan Kembangan Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

"Putusan Majelis Hakim, lebih ringan dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Esti Harjanti Candrarini, SH yang menuntut terdakwa Hukuman Penjara selama 10 tahun dan Denda Rp. 50 Juta Rupiah, Subsidlair 8 Bulan Kurungan Penjara,"jelas Agung Ciptoadi, SH, MH.

Yudah Nur Rifai didakwa melanggar Pasal 81 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan UU RI Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 Ayat 1  KUHPidana.

Dimana terdakwa telah dinyatakan dengan sah terbukti oleh Majelis Hakim bersalah telah memaksa serta mengancam korban R. Fatimah yang masih berusia (14 tahun), yang masih di bawah umur untuk melakukan bersetubuhan dengan terdakwa Yudah Nur Rifai.

Kejadiannya ketika korban R. Fatimah sedang menonton acara televisi bersama terdakwa di rumah terdakwa, tiba-tiba saja terdakwa memaksa korban untuk berhubungan intim, korban berusaha berontak, namun terdakwa memegang tangan korban dengan erat dan tubuh korban ditindih dalam posisi tubuh korban terlentang.

Diketahui sebelumnya Yudah di laporkan oleh Keluarganya ke Polsek Menganti, atas laporan Pencabulan terhadap R. Fatimah (14 tahun) pada bulan Juli 2017 lalu dan Korban di Visum Et Repertum di Rumah Sakit umum Daerah Ibnu Sina Gresik. Terdakwa mencabuli R. Fatimah berkali-kali hingga hamil dan saat ini pun R. Fatimah melahirkan seorang bayi atas kelakuan bejat pelaku.

Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain satu buah kaos oblong warna telur asin, satu buah celana pendek babydoll warna merah muda, satu buah BH warna abu-abu, satu buah celana dalam warna putih.

Pengacara terdakwa dari Posbakum LABH AL BANNA ingin melakukan banding dengan kemungkinan upaya Hukum lebih lanjut masih bisa diupayakan, namun karena terdakwa sudah mengakui kesalahannya dan mau menerima Putusan Majelis Hakim tersebut dan tidak ingin melakukan banding, maka Putusan tersebut di terima oleh pengacara terdakwa,”ungkap Rizal Hariyadi, SH.

Atas putusan tersebut terdakwa hanya bisa tertunduk lesu dan merima putusan tesebut tanpa mengajukan banding. (Sp)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar