Pelajar Terhambat Mendapatkan Hak Pendidikan

 Akibat Dampak Kasus Pembakaran Sekolah SMA  Negeri 4 Kabupaten Deiyai

Deiyai,suryaindonesianews 
Kasus Pembakaran SMA N 4 Tigi Barat Kabupaten Deiyai yang terjadi pada tanggal 11 Januari 2018 pukul 14.00 WIT beberapa hari yg lalu, mengakibatkan pelajar di sekolah tersebut terhenti proses belajar mengajar.

Kapolsek Tigi Iptu Ferry M. Mehue, prihatin melihat pelajar tersebut tidak mendapatkan hak nya untuk mendapat pengetahuan yang seharusnya diberikan."Ucapnya.

Dalam hal ini pihak Kepolisian tetap akan melaksanakan penyelidikan dan penyidikan terkait kasus tersebut, guna mengetahui alasan sebenernya dan apa yang  terjadi sehingga terjadi pembakaran di sekolah tersebut.

Lanjut Kapolsek Tigi, Iptu Ferry. M. Mehue telah melakukan koordinasi dengan kepala dinas P&P Kabupaten Deiyai Peter Adi, agar para pelajar tetap mendapatkan pengetahuan untuk bekal masa depan.

Dari hasil koordinasi tersebut, bahwa pihak Pemda akan mencarikan gedung lain agar proses belajar tetap dilaksanakan dan akan dipertemukan para orang tua murid dan para pelajar tersebut untuk diberikan sosialisasi mengenai proses belajar mengajar yang akan dilaksanakan.

Iptu Ferry. M. Mehue menambahkan, pendidikan sangatlah penting serta hak bagi kalangan pelajar yang ada di Indonesia harus dipertahankan, dan diberikan kepada pelajar adalah pendidikan nomor satu (1), karena bekal sangat penting bagi masa depan generasi penerus untuk memajukan negara Indonesia yang sama sama kita cintai.Jelasnya.(S.SIN).
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar