Oalah! Sidang Kasus Dugaan Kasus Pemalsuan Surat, Saksi Notaris Sering Bilang Lupa

Gresik, Surya Indo
Pengadilan Negeri (PN) Gresik kembali menggelar Sidang lanjutan dugaan kasus pemalsuan surat keterangan riwayat tanah dengan tersangka kades  Prambangan Fariantono (48 tahun), Ayuni (78 tahun), Suliono (51tahun), Rabu (29/11/2017). Sidang tersebut mengagendakan mendengarkan Keterangan Saksi Notaris yang cukup terkenal di Gresik Agil Suwarto, ST. SH, M.Hum.

Diketahui, Saksi yang di hadirkan yaitu Notaris yang membuat Akta tersebut yakni Agil Suwarto Namun, di dalam Persidangan, Agil kerap lupa dan hafal saat ditanyai mengenai awal pembuatan Akta dalam Kasus ini.

Agil Suwarto, ST. SH, M.Hum, selaku Notaris yang menjadi pilihan dari Pembeli Tanah Felix Soesanto dan Penjual Tanah alm. Kaskan dan Ayuni, wajar saja diminta keterangannya karena kasus ini ada kaitannya dengan Ikatan Jual Beli (IJB), Akta Jual Beli (AJB) yang dilakukan tahun 2012 dan 2013 di tempat Notaris Agil Suwarto, ST, SH, M.Hum. Sedangkan Ahli waris Kaskan menduga ada kecurangan-kecurangan dalam pembuatan Akta-Akta tersebut.

Dalam kesaksiannya Agil menjawab beberapa pertanyaan baik dari JPU (Jaksa Penuntut Umum) Lila Yurifa Prihasti, Novie S, juga dari Penasehat Hukum para terdakwa, Arifin, SH, Agus Setiono, SH, Dwi Istiawan, SH.

Dalam kesaksian nya didepan Majelis Hakim yang diketuai Putu Mahendra, Agil menjelaskan bahwa IJB (Ikatan Jual Beli) tidak harus menjadi Acuan terbentuknya AJB (Akte Jual Beli). "IJB itu hanya Ikatan Jual Beli untuk mengikat kedua belah pihak sebelum melangkah ke AJB (Perjanjian Awal), dan AJB tidak harus berdasarkan IJB," jelasnya. Dari penjelasan Agil terdengar aneh memang, namun itulah keterangan dari Notaris tersebut. "Saat melakukan IJB dihadiri dari kedua belah pihak. Namun melihat dari IJB luas tanahnya kurang dari 2 Ha, akan tetapi setelah terbentuknya AJB jadi 3 Ha, karena waktu pembuatan IJB belum diukur oleh BPN," katanya panjang lebar dihadapan persidangan.

Agil suwarto malah mengatakan bahwa ada Perjanjian dan Kesepakatan Ulang antara Penjual dan Pembeli pada tanggal 14/02/2013 dan ada Berita Acara juga dari hasil kesepakatan ulang tersebut.

Agil juga mengatakan bahwa pada saat penandataganan IJB dan AJB Penjual hadir dan tanda tangan. Saat ditanya oleh Penasehat Hukum para terdakwa berapa kali para Penjual datang jadi Agil menyebutkan bahwa Penjual (alm. Kaskan dan Ayuni) 2 ( dua ) kali datang ke tempatnya (kantor Notaris).

Pada kesempatan yang diberikan oleh Majelis Hakim terdakwa Suliono selaku anak dari Ayuni mengatakan bahwa ada beberapa kesaksian Notaris Agil Suwarto, yang ditutup-tutupi. Apalagi terkait pernyataan Agil mengenai kehadiran Alm. Kaskan dan Ayuni ke kantor Notaris yang katanya hadir 2 (dua) kali, Suliono mengatakan kepada Majelis Hakim bahwa pernyataan itu bohong karena pada saat Agil menjadi saksi di PTUN Surabaya Agil mengatakan Penjual datang 3 (tiga) kali.

Arifin SH Penasehat Hukum terdakwa setelah selesai Sidang mengatakan, dirinya menilai ada Indikasi persekongkolan antara

Agil Suwarto, ST. SH, M.Hum, selaku Notaris dengan Felix Soesanto
sebagai Pembeli. Karena beberapa surat menunjukan ada ketidak sesuaian. "Ironisnya AJB belum keluar Felix sudah membuat surat pernyataan kepemilikan itu sangat fatal". "Karena itu kami akan mengkaji kalau itu terbukti kami akan tindak lanjuti untuk melaporkan Felix dengan Agil,"katanya. Lanjut Arifin, SH untuk mengenai Surat Berita Acara yang dibuat oleh mantan Kades H.Karto, itu hanya akal-akalan. "Seharusnya kalau memang itu ada dari awal, maka dalam penyidikan ada, tpi saat Agil jadi saksi surat berita acara muncul itu kan aneh. Kami akan kaji lebih dalam lagi apakah itu benar apakah hanya rekayasa,"jelasnya.

Arifin, SH menambahkan, saksi Notaris Agil Suwarto, ST. SH, M.Hum, berbelit-belit saat memberikan keterangan dihadapan Majelis Hakim. "Saksi menerangkan dipersidangan banyak yang ditutup-tutupi dan berbohong,"imbuhnya.

Sedangkan mantan Kades Prambangan H. Karto sudah 3 (tiga) kali dipanggil oleh JPU untuk menghadiri sidang ini untuk memberikan Kesaksian sesuai Dakwaan tidak hadir, namun begitu Majelis Hakim mengatakan diharapkan Hadir pada Persidangan berikutnya hari Rabu (06/12/2017) yang akan datang. (Sp)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar