Keterangan Saksi Ahli Sangat Menguntungkan Kades Fariantono

Gresik, Surya Indo
Sidang dengan Kasus Dugaan membuat Surat Keterangan Riwayat Tanah yang isinya Palsu, dituduhkan kepada terdakwa Fariantono (48 th) Kepala Desa Prambangan Gresik, Suliono (52 th) serta Ayuni (70 th) dilakukan secara maraton dengan memeriksa sejumlah Saksi. Kini giliran Saksi Ahli Moch. Jusuf Ansyori, S.Sos, MM dari Kepala Bagian Pemerintah Pemda Gresik yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU)

Sidang yang digelar di Ruang Sidang Cakra PN Gresik, Jalan Permata Selatan No.6, Kembangan, Gresik, Hari Rabu (13/12/2017).  Sidang Diketuai Majelis Hakim Putu Mahendra, SH, MH mengagendakan keterangan Saksi Ahli dari Pemerintahan Pemkab Gresik. Saksi Ahli tersebut dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Gresik yang diketua Lila Yurifa Prihasti, SH, Novie S Temar, SH, Hadi Sucipto, SH dan Budi Prakosa, SH.

Dalam kesaksiannya, di persidangan Saksi Ahli menjelaskan tentang pengertian Surat Riwayat Tanah dan Buku C. Berdasarkan bukti otentik yang ada dalam pembuatan Surat Riwayat Tanah itu harus berdasarkan Buku C yang masih ada dan benar.

Lebih Lanjut Saksi Ahli, kalau berdasarkan Surat Riwayat Tanah yang dikeluarkan oleh terdakwa Fariantono itu sudah tepat dan sesuai dengan Buku C yang ada. “Sesuai dengan Buku C tertera No. 557 itu ada 2 (dua) Bidang, jadi yang ada di Buku C luasnya berbeda, sehingga Buku C lah yang jadi patokan. Jadi Ahli Waris dari Kaskan cs masih punya harapan untuk mengambil sisa tanahnya,”ucapnya.

Saksi Ahli menuturkan bahwa membuat surat keterangan riwayat tanah dan surat keterangan kepemilikan tanah itu berbeda dasarnya. "Kalau Surat Keterangan Riwayat Tanah itu dasarnya harus Buku C Desa, kalau Surat Keterangan Kepemilikan Tanah Dasarnya Sertifikat,”tutur Saksi Ahli di depan Majelis Hakim.

Sidang Sempat ramai, gadung dan memanas, setelah berjalan beberapa menit, Ketika terdakwa Fariantono maju ke depan Majelis Hakim untuk memperlihatkan Bukti Surat yang menjadi permasalahan. Adu Argumentasi pun terjadi antara JPU dan Terdakwa Fariantono. Namun setelah mendapat penjelasan dari Saksi Ahli dan ditenangkan oleh ketua Majelis Hakim, JPU pun bisa mengerti.

Kuasa Hukum Arifin SH, Agus Setiono SH dan Dwi Istiawan SH, mengatakan, keterangan Saksi Ahli dihadapan Persidangan dapat memberikan keterangan-keterangan sesuai aturan dan memuaskan. Karena otak permasalahan hal diatas dari Mantan Kepala Desa Prambangan H. Karto
banyak yang tidak benar dan tidak sesuai fakta dipersidangan termasuk laporan pencabutan.

Masih menurut Kuasa Hukum Arifin SH, bahwa "surat yang dibuat bulan Nopember dicabut bulan Desember, dengan dibuat Nomer yang sama dan tanggal yang sama. Seharusnya antara Nomer dengan tanggal harus berbeda, itu sangat aneh. Saya minta pada Majelis Hakim untuk panggil paksa H. Karto, karena ini demi kewibawaan pengadilan,”kata Arifin, SH.

Lanjut Arifin, SH yang terpenting bahwa Terdakwa Fariantono ini diseret Kemeja Hijau dan Diadili dipersidangan atau didakwa telah diduga membuat Surat Keterangan Riwayat Tanah 2 (dua), dan 2 (dua) Riwayat tanah yang berbeda. "Padahal sudah jelas berdasarkan keterangan Saksi Ahli, 2 Surat Riwayat Tanah tersebut jelas berbeda. Maka Keterangan H. Karto sangat dibutuhkan, sebab sebagai membuka semua permasalahan dalam Kasus menjadi perhatian Publik ini,”jelas Kuasa Hukum.

Pihaknya juga berharap Keterangan Saksi Ahli menjadi pertimbangan JPU dan Majelis Hakim bahwa yang dilakukan Kliennya sesuai dengan peraturan yang berlaku.   

Sidang ditunda hari Rabu, tanggal 3 januari 2018 dengan agenda Saksi
H. Karto mantan Kepala Desa Prambangan, dan Majelis Hakim menetapkan untuk pemanggilan paksa H. Karto sesuai permintaan Para Kuasa Hukum terdakwa. (Sp)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar