Alat Tangkap Ramah Lingkungan Dibagikan Kepada Nelayan Di Gresik

Gresik, Surya Indo
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan sebanyak 121 Unit Alat Tangkap Ramah Lingkungan kepada Nelayan di Kecamatan Panceng dan Ujung Pangkah Gresik. Bantuan Alat Tangkap tersebut merupakan upaya KKP untuk mendorong Kedaulatan Kesejahteraan Nelayan.

Pemberian bantuan diberikan secara langsung oleh Kadin Perikanan Gresik, Drs. Langu Pindingara, M.Si,
dilakukan di UPTD Pengembangan Perikanan Budidaya Kec. Panceng Gresik. Hadir dalam acara tersebut Kabid. Perikanan Tangkap Syamsul Ma'arif, SP, MM, Kapolsek Ujung Pangkah AKP Sujiran, S.Sos, Kasie Kenelayanan Zainal Abidin, S.Pi dan UPTD Pengembangan Perikanan Budidaya Tariman, S.Pi

Sebelumnya, bantuan Alat Tangkap Ikan ramah lingkungan, tersebut diberikan secara simbolis oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui  Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) untuk meningkatkan kualitas hasil tangkapan nelayan. Diterima Nelayan Jawa Timur di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Kabupaten Lamongan Jawa Timur beberapa hari yang lalu.

Kadin Perikanan Gresik, Drs. Langu Pindingara, M.Si menyampaikan
pemberian Alat Tangkap Ramah Lingkungan ini merupakan bantuan dari Menterian Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Pihaknya mendukung Program dari Kementrian Kelautan dan Perikanan. "Namun, hal itu harus didukung dengan kebijakan yang lain. Artinya, bantuan alat tersebut dilakukan dengan cepat. Tidak bisa, aturan itu ditegakkan kalau nelayan belum punya alat yang dimaksud,"paparnya, hari Rabu (06/12/2017)

Setiap nelayan hanya akan mendapat satu alat ramah lingkungan dengan cara menukarkan semua alat tangkap miliknya yang tidak ramah lingkungan. Alat-alat tangkap yang tidak ramah lingkungan yang dipergunakan nelayan seperti Trawl, Pukat Harimau, dan Cantrang nanti akan dihancurkan, dimusnahkan ataupun di Bakar.

Kadin Perikanan Gresik, Drs. Langu Pindingara, M.Si menambahkan "Tidak ada niat kami memberatkan Nelayan, kita ingin Nelayan tetap bisa menangkap ikan seperti biasa, hanya saja alat tangkapnya harus ramah lingkungan, karena kita ingin nelayan sejahtera, dan ikan laut selalu ada sampai anak cucu kita,"tutur Langu

Menurut Kabid. Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Gresik Syamsul Ma'arif, SP, MM, mengatakan "Kami berharap ada kepedulian bersama terhadap Kelestarian Ekosistem laut,"katanya

Selain menekankan alat tangkap ramah lingkungan, menurut Syamsul Ma'arif,  pembuangan limbah atau sampah jaring juga jangan sembarang dilempar ke laut. Sampah sisa-sisa jaring, kata dia, akan menjadi perangkap yang mematikan bagi satwa lain di laut

Sementara itu,
Kasie Kenelayanan Dinas Perikanan Gresik Zainal Abidin, S.Pi mengatakan melalui berbagai pertemuan dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan baik di Panceng maupun Ujung Pangkah telah menyosialisasikan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 yang melarang penggunaan alat tangkap ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Sine Nets)

Masih Menurut Kasie Kenelayanan Dinas Perikanan Gresik, bahwa "Sosialisasi penggunaan alat tangkap yang benar, terkadang sulit dilakukan, sebab masih ada kapal nelayan yang datang dari luar daerah menggunakan alat tangkap yang sama,"jelas Zainal Abidin.

Sedangkan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gresik Jawa Timur, Sama'un mengatakan jika alat tangkap ramah lingkungan yang diberikan pemerintah pusat sangat penting bagi keberlangsungan Nelayan di kota Pudak.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pemakaian Alat Tangkap Ramah Lingkungan, Dirinya juga menggunting dan membakar alat tangkap yang sudah dilarang oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.(Sp)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar