Tekan Laka, Satlantas Polres Gresik Maksimalkan Speed Gun

Gresik, Surya Indo
Baru-baru ini Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik melakukan uji coba terhadap alat pengukur kecepatan Speed Gun untuk memaksimalkan penindakan terhadap pelanggaran batas kecepatan kendaraan bermotor. Sebuah alat Mirip Pistol yang berasal dari Korlantas Polri ini untuk mengukur kecepatan pengendara baik roda dua maupun roda empat.

Kasat Lantas AKP Wikha Adilestanto, SH, SIK melalui Ipda Suryono, Kanit Turjawali Satlantas Polres Gresik mengatakan alat tersebut terdiri dari Laser Sensor pengukur laju kecepatan, Kamera penangkap kendaraan, Software Speed Gun, dan sebuah alat Samsung Phone yang sudah disetting Software tertentu. Penggunaan alat ini mengingat pembatasan kecepatan pada kendaraan bermotor masih sering diabaikan serta Sosialisasi dalam membangun budaya tertib Lalu Lintas dirasa belum menyentuh pada Esensi Subyek manusianya secara maksimal.

Penggunaan Speed Gun ini untuk menekan pelanggaran lalu lintas yang berpotensi luka berat dan meninggal dunia. "Kami melakukan Sosialisasi, penindakan dengan teguran tertulis dan penindakan dengan tilang,"terangnya hari Senin (20/11/2017).

Lalu bagaimana cara kerjanya ?

Ipda Suryono, Kanit Turjawali Satlantas Polres Gresik
menerangkan, cara kerjanya, nanti kendaraan yang melintas saat Speed Gun sudah dipasang akan ketahuan kecepatannya dan jarak diambil foto tersebut.

Pertama arahkan Speed Gun ke kendaraan yang lewat dan dianggap melaju di luar batas kecepatan. Kedua, jika sudah ditentukan Target, Tarik Tuas Speed Gun dalam waktu 3-4 detik. Kemudian akan keluar kecepatan kendaraan, Jarak Shooter dengan kendaraan, lokasi/jalan pengambilan, foto dan Nomor Polisi kendaraan di layar HP Samsung. Pengaturan Speed Gun juga bisa diubah tergantung nama lokasi pengambilan Speed Gun," terangnya

Setelah kendaraan tersebut berhasil dibidik, akan mengeluarkan bunyi jika melebihi batas kecepatan. Kemudian data yang didapatkan dari speed gun diteruskan kepada beberapa personel yang lain. “Selama anggota kita memiliki, aplikasi di dalam HP nya, bisa segera menerima hasil ini,”lanjutnya.

Disebutkan, jalur black spot yang didata Polres Gresik ada tiga titik. Masing-masing Ambeng-ambeng, Banjarsari Cerme dan Jalan Raya Manyar. “Tiga titik itu kami anggap sebagai balck spot,”beber Kanit Turjawali Satlantas Polres Gresik Ipda Suryono.

Saat ini jumlah alat yang dimiliki, masih satu unit saja. Lantaran harga, yang dari alat tersebut mahal. “Sementara kita masih punya satu Speed Gun, Harganya mahal sekitar Rp. 100 Juta keatas. Namun kami maksimalkan,”terangnya.

Sementara Iptu Engkos Sarkosi KRI Satlantas Polres Gresik menjelaskan, adapun batas kecepatan atas di dalam kota adalah 50 Kilometer/Jam, untuk Kecepatan antar Kota dalam Provinsi 80 Kilometer/Jam Dan untuk di dalam Jalan Tol sendiri adalah 100 Kilometer/Jam. Itu sesuai yang tertuang dalam  Permenhub RI Nomor 111 tahun 2015 Pasal 3 ayat 4, dan dalam Pasal 106 ayat (4) Huruf g Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan angkutan jalan mengatakan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mematuhi ketentuan kecepatan maksimal dan minimal.

"Dengan hal tersebut Pasal 115 UU LLAJ juga menyatakan Pengemudi Kendaraan bermotor di jalan dilarang mengemudikan Kendaraan melebihi batas kecepatan paling tinggi yang diperbolehkan sebagaimana dimaksud Pasal 21 dan Pasal 115 huruf a UU LLAJ,"terangnya

Ipda Suryono menambahkan Penggunaan alat elektronik Speed Gun dalam Penegakan Hukum di bidang Lalu Lintas diharapkan berjalan maksimal. Dengan demikian penggunaan Speed Gun diharapkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas mengingat banyaknya pelanggar batas kecepatan di Jalan Raya.

"Selain itu diharapkan kepada masyarakat selalu mematuhi peraturan Lalu Lintas yang ada, terutama tidak kebut-kebutan dijalan atau memacu kecepatan tinggi kendaraan. Karena salah satu faktor kecelakaan Human Error adalah melaju dengan kecepatan tinggi serta tidak dapat menguasai kendaraan sehingga terjadi kecelakaan,"ujar Ipda Suryono. (Sp)
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar