Polres Nabire Tangani Dugaan Travicking

Kapolres : Proses Hukum Telah Masuk Pada Tahap Penyidikan


Suryaindonesia. Polres Nabire Tangani kasus dugaan Human Travicking dan telah sampai pada Tahap penyidikan.
Kapolres Nabire AKBP. Sony Sanjaya, S.IK. ketika dikonfirmasi awak media Surya Indonesia diruang kerjanya kamis 23/11/2017 mengatakan bahwamana kasus yang telah ditangani pihaknya adalah dugaan Travicking dimana 2 anak perempuan dibawah umur berasal dari Sulawesi Selatan sebut saja Mawar dan Bunga bukan nama  sebenarnya.

Korban yang tertangkap oleh Polsek KPPP Laut saat opeeasi di Pelabuhan Nabire 28/09/2017. Menurutnya Kedua Korban perempuan Dugaan travicking ini telah diamankan Polres Nabire guna tindak lanjut proses hukum yakni dalam pemeriksaan penyidikan. Kapolres yg didampingi stafnya KBO Polres Nabire menambahkan bahwa saat ini masih dalam proses penyidikan oleh karena itu kami belum dapat mengungkapkan secara detail atau keseluruhannya akan tetapi kami dapat memberikan sebagian informasi publik yakni kami telah melakukan pemeriksaan terhadap Korban dan juga kedua tersangka AK alias MA serta NS yg diduga terlibat dalam dugaan tersebut,

Dugaan kasus ini kami akan periksa mulai dari yan pertama yaitu siapa yang menghasut atau memberi iming iming terhadap korban, siapa yang mengajak, mengantar serta menjemputnya dan kemudian yg menampung dan memperjakan korban disini seperti apa, jelasnya semua yg berhubungan dengan korban akan diperiksa untuk dimintai keterangan.Terang Kapolres.

Ditempat yang sama Kepala Bagian Operasi KBO Polres Nabire Ipda. Petrus Paranoan Saat mendampingi Kapolres Juga menambahkan dalam dugaan Kasus ini kami telah periksa keterangan saksi, pengakuan korban dan juga pengakuan dari yang diduga tersangka, kami telah kordinasi dengan Kanit dan Kasat Serse untuk lakukan gelar perkara dan hasil dari gelar ada unsur terkait travicking. untuk sementara kami telah mengantongi 2 tersangka yakni AH alias MA selaku pemilik cafe dan NS yg sering menghubungi korban lewat telpon seluler, Terkait Human Travicking melanggar Pasal 2 ayat 1 tahun 2007 dengan ancaman 15 tahun Penjara, kasus ini sudah SPDP  mau tahap 1 tinggal menunggu P.19 atau P.18 dari Jaksa. Kemudian masih adalagi pemeriksaan dari luar dan mau tak mau kami harus lakukan pemeriksaan terhadap orang tuanya korban agar dapat membuktikan apakah korban betul betul mendapat ijin orang tuanya termasuk memastikan akta kelahirannya, Kami upayakan mempercepat proses penyidikan dan nantinnya kami akan mengantar korban ke makasar.

Ketika disinggung pendamping hukum atau kuasa hukum keduanya  baik korban maupun tersangka KBO mengatakan, korban telah didampingi kuasa hukum dari dinas sosial yg ada disini sedangkan untuk tersangka tergantung, kembalikan ke mereka tapi jika perlu kami bersedia menyiapkan pendamping hukum bagi mereka, tersangka AH wajip lapor dengan adanya jaminan dari keluarganya sedangkan NS sudah di amankan pihak polres bersama dengan kedua korban. Tutur KBO.

Diakhir konfirmasi Kapolres didampingi KBO nya menyampaikan kepada wartawan untuk sementara ini korban belum dapat di konfirmasi karena masih dalam keadaan tertekan dan korban masih dibawah umur. Tutupnya.(Sammad).
Share on Google Plus

About Surya indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar